Alanta

Alanta
PULANG



Alanta memasuki rumahsakit dengan tergesa gesa untuk menyampaikan kabar baik kepada ayahnya.


"Ayah aku besok akan mulai bekerja direstoran milik temanku Hazel"Ucap Alanta senang.


"Ayah tidak tau,apa yg harus ayah rasakan entah senang atau sedih"Ucap Hans parau menatap Alanta penuh kesedihan.


"Kenapa begitu ayah aku bekerja untuk kita"Ucap Alanta lekat.


"Ayah sedih melihatmu bekerja,biasanya kau hanya duduk santai dirumah menikmati secangkir susu hangat kesukaanmu,sekarang kau harus bekerja untuk mengurus ayahmu ini"Ucap Hans lirih menatap putrinya sedih.


"Tidak apa apa ayah, jangn bicara seperti itu suatu saat aku yakin kita tidak akan seperti ini lagi"Ucap Alanta terseyum menggenggam tangan Ayahnya.


"Ayah janji sesudah ayah pulih dan sembuh ayah akan segera bekerja nak"Ucap Ayah menyeka air matanya yg hampir mengalir.


"Tidak..tidak ayah jangan menangis,aku sakit melihat ayah menangis,aku tidak apa apa ayah percayalah"Ucap Alanta dengan dengan air mata yg akan mengalir dipelupuk matanya.


"Tidak nak ayah tidak menangis hapus air matamu,ristirahatlah nak,kau pasti sangat kelelahan"Ucap Ayah terseyum mengelus puncak kepala Alanta.


"Baik ayah,ayah juga beristirahatlah agar segera sembuh seperti dulu lagi"Ucap Alanta terseyum.


"Ayah ingin segera pulang nak,bicaralah pada Dokter ayah sudah tidak apa apa,ayah bosan berada disini"Ucap Hans.


"Baiklah Ayah,aku akan pergi sebentar menemui Dokter"Ucap Alanta terseyum.


Alanta melangkahkan kakinya untuk menemui Dokter diruangan pribadinya.


"Dok,apakah ayah saya bisa pulang hari ini?"Tanya Alanta.


"Mari ikut saya,kita akan coba periksa dulu ayahmu jika sudah membaik maka bisa pulang"Ucap Dokter.


"Bagaimana keadaan ayahku Dok"Ucap Alanta.


"Ayah anda sudah boleh pulang,tetapi jangan melakukan aktivitas yg melelahkan,atur pola makan karena saya khawatir kolaps di paruparu nya terjadi lagi."Ucap Dokter tersenyum menjelaskan.


"Baik Dok,terimakasih"Ucap Alanta tersenyum.


"Jika ada apaapa hubungi aku"Ucap Dokter tersenyum tulus.


"Baik Dokter"ucap Alanta membalas senyum Dokter.


"Kakak apa kau sedang tidak sibuk,antarkan aku menemui Alanta sambil menjenguk ayahnya"Ucap Hazel memohon menatap kakaknya yg sedang fokus pada pekerjaannya .


Diers hanya diam tidak menggubris ocehan adiknya itu ia tetap fokus.


"Kau ini selalu saja,tunggulah"Ucap Diers datar.


"Terimakasih,kau kakak terbaik didunia"Ucap Hazel tertawa menggoda kakaknya.


"Cepat sebelum kakak berubah pikiran"Ucap Diers.


Sampai dirumahsakit Hazel dan Diers tidak menemukan keberadaan Alanta dan Hans.


"Tuan,pasien diruangan ini baru saja pulang"Ucap Suster.


"Baiklah,terimakasih"Ucap Diers.


"Ayolah kak,kita kerumah Alanta saja"Ucap Hazel memohon.


"Besok saja kakak janji."Ucap Diers menatap adiknya.


"Baiklah awas saja jika kakak tidak menepatinya"Ucap Hazel penuh penekajan.


"Kapan kakak ingkar janji Hazel"Ucap Diers kesal.


"Ahh tidah tidak kakak ku ini memang selalu menepati janji"Ucap Hazel terkekeh.


Diers hanya mengelus puncak kepala Hazel gemas.


Di dalam mobil Hazel kembali mengoceh seperti biasanya menggoda Diers.


"Kakak,kau menyukai Alanta?Say yes please"Ucap Hazel memohon.


"Hazel diam kau selalu saja menanyakan hal itu"Ucap Diers datar.


"Astaga apa Hazel mendengar detak jantungku saat bersama gadis kecil itu"Batin Diers.


"Aku hanya bertanya saja lalu kakak tinggal bilang yes saja"Ucap Hazel mengerucutkan bibirnya.


"Tidak kakak tidak menyukainya"Ucap Diers sambil fokus kedepan.


"Ah baiklah jika kakak sudah menyukainya katakak padaku,dia gadis yg baik kak"Ucap Hazel menundukan kepalanya.


Diers hanya diam menoleh sekejap tidak merespon apapun.