Alanta

Alanta
PERASAAN APA?



"Hei apa yg kau lakukan disaat hujan seperti ini kau sudah gila"Ucap Diers menoleh Alanta.


"Kau lihat saja mana mungkin aku sedang balet jelas-jelas sedang berteduh"Teriak Alanta ketus.


"Masuk kedalam mobil,aku akan mengantarkanmu pulang"Ucap Diers datar.


"Tidak,terimakasih banyak Tuan"Ucap Alanta sambil melirik ke sembarang arah.


"Heh kau sangat sombong"Ucap Diers berteriak.


"Aku hanya tidak ingin merepotkanmu lagi Tuan"Ucap Alanta penuh penekanan.


"Cepat dan masuk jangan membuatku berubah pikiran"Ucap Diers datar.


"Pergilah Tuan aku akan menunggu sampai hujan reda"Ucap Alanta terseyum.


"Jangan meminta bantuanku jika terjadi sesuatu denganmu"Ucap Diers melangkahkan kakinya.


"Hei Tuan tunggu,aku ikut denganmu"Ucap Alanta menggigit bibirnya.


"Masuk"Ucap Diers ketus.


"Berdetak setiap kali aku dengannya sialan apa ini"Batin Diers.


"Ehmm Tuan apakah Hazel ada dirumah"ucap Alanta terseyum tulus yg hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Diers.


"Tuan bolehkah aku meminta bantuanmu hp ku rusak,dan aku ingin menemui Hazel bisakah kau meminta Hazel menemuiku ditempatku bekerja besok"Ucap Alanta menggigit bibirnya.


Diers hanya diam mencerna apa yg dikatakan gadis itu.


"Kau sangat baik mengantarkan ku pulang Tuan"Ucap Alanta membuka suaranya kembali.


"Diam atau kau turun disini"Ucap Diers tajam.


"Cih turunkan saja aku"Batin Alanta yg masih bisa didengar oleh Diers.


"Apa yg kau katakan"Ucap Diers menoleh kearah Alanta.


"Tidak tidak Tuan aku tidak mengatakan apapun"Ucap Alanta terseyum manis kearah Diers.


Diers menghentikan mobilnya didepan rumah Alanta dan keluar menemui Hans.


"Nak Diers,mari masuk dulu"Ucap Hans ramah mempersilahkan Diers memasuki rumahnya.


"Terimakasih paman lain kali saja aku ada janji dengan clientku"Ucap Diers terseyum.


"Baik paman aku akan berkunjung lain kali"Ucap Diers tersenyum sekejap melirik Alanta.


"Tuan terimakasih sudah mengantarkan pulang jangan lupa sampaikan pesanku pada Hazel"Ucap Alanta tersenyum tak kalah ramah dari sang ayah.


"Sialan senyuman itu membuat jantungku berdetak lebih kencang dari sebelumnya."Batin Diers.


"Mari Tuan akan ku antarkan kedepan"Ucap Alanta.


"Ehmmm Tuan Terimakasih"Ucap Alanta terseyum.


"Berhenti mengucapkan terimakasih aku sangat bosan mendengar ucapan terimaksihmu"Ucap Diers datar.


"Baiklah Tuan maafkan aku"Ucap Alanta tersenyum.


Diers melajukan mobilnya kencang dengan alunan musik didalam mobil.


"Sial,gadis itu terlihat sangat cantik saat tersenyum"Batin Diers.


"Tumben sekali kau sudah pulang kak"Ucap Hazel bergelayut manja ditangan Diers.


"Kau tidak suka jika kakakmu pulamg cepat hah"Tanya Diers mengelus gemas puncak kepala Hazel.


"Tidak,tidak kakak"Ucap Hazel mengerucutkan bibirnya membuat Diers semakin gemas dibuatnya.


"Kakak akan menemui client hari ini"Ucap Diers.


"Bagaimana hari pertamamu bekerja nak"Ucap Hans.


"Pemilik restoran sangat baik,pekerjaanya pun tidak terlalu melelahkan"Ucap Alanta.


"Syukurlah sayang,sepertinya nak Diers menyukaimu"Ucap Hans terkekeh.


"Apa yg ayah katakan mana mungkin dia hanya mengantarkanku pulang"Ucap Alanta terbatabata.


"Baik beristirahatlah"Ucap Hans terkekeh.


"Ayah juga Beristirahat jaga kesehatan ayah."Jawab Alanta.


Alanta melangkahkan kakinya memasuki kamar miliknya dan tersenyum membayangkan Diers.


"Nama itu sangat menggangguku,senyumannya membuat jantungku berdetak tak beraturan,mana mungkin aku menyukai"Batin Alanta.