Alanta

Alanta
TATAPAN ITU!



Alanta tengah duduk menemani ayahnya,sambil terseyum bercanda pada ayahnya.


"Manis sekali,Tidaak tidak bagaimana mungkin aku mengatakan itu pada gadis yg mungkin seumurn dengan Hazel"Batin Diers.


"Alanta,aku sangat merindukan mu"Ucap Hazel memeluk tubuh Alanta


"Hazell,aku juga sangat merindukanmu


Diers melihat adiknya"Apa yg membuat Adik ku ini sangat menyukai gadis ini"Batin Diers terseyum


"Bagaimana keadaanmu paman?"Ucap Diers membuka suaranya


"Baik nak,Terimakasih kau sudah meluangkan waktu untuk menjenguk ku"Ucap Hans


"Tidak masalah paman,aku sangat senang bisa menjengukmu semoga kau cepat pulih"Ucap Diers terseyum


"Terimakasih nak Diers kau memang pria yg baik"Ucap Hans terseyum


Tak terasa sudah lama mereka mengobrol bersama Hans dan berpamitan untuk pulang.


"Kami tinggal dulu paman"Ucap Diers terseyum


"Silahkan nak,sering seringlah mengunjungi kami"Ucap Hans


"Alanta ayolahh main kerumah ku,aku akan mengenalkan mu pada ibu ku,dia pasti senang"Ucap Hazel gembira


"Hazel apa apaan kau ini,ayahnya sedang sakit"Ucap Diers melototkan matanya.


"Kapan kapan saja bagaimana Hazel? aku tidak ingin meninggalkan ayahku sendiri"Ucap Alanta pelan


"Baiklah Alanta maafkan aku,aku pamit pulang"Ucap Hazel menundukan kepalanya


"Pergilah nak,ayah tidak apa apa ayah akan beristirahat"Ucap Hans terseyum


"Baiklah Hazel aku akan berkunjung kerumahmu"Ucap Alanta terseyum


"Yayyy ayoo Alanta"Ucap Hazel gambira


"Pelankan suara mu Hazel,kau mengganggu paman yg sedang beristirahat"Ucap Diers


"Tidak apa apa nak Diers"Ucap Hans tersenyum


"Maafkan aku paman,aku sangat senang aku lupa"Ucap Hazel menggigit bibirnya.


"Tidak apa apa nak Hazel"Ucap Hans mengelus puncak kepala Hazel yg dibalas dengan senyuman oleh Hazel


"Iya nak pergilah ada suster yg akan mebantu ayah"Ucap Hans terseyum


"Baiklah ayah,aku akan segera kembali"Ucap Alanta melambaykan tangannya yg hanya dibalas dengan senyuman oleh Hans.


"Masuk kau tunggu apa lagi"Ucap Diers dingin ketika melihat Alanta yg masih saja berdiri.


"Masuk Alanta"Ucap Hazel mengulurkan tangannya


"Baik tuan"Ucap Alanta pelan pada Diers dia sangat malu.


Diers mengemudi mobilnya sedang sambil mendengarkan alunan musik.


Hazel kembali membuka suaranya


"Alanta aku sangat senang,akhirnya kau mau ikut kerumahku bersama kami"Ucap Hazel tak berhenti terseyum


"Benarkah Hazel?,aku juga sangat senang memiliki teman sepertimu"Ucap Alanta mencubit pipi Hazel gemas


Diers yg menoleh sekejap hanya terseyum melihat tingkah laku Alanta dan adiknya.


"Kakak aku lapar,bisakah kita makan dulu"Ucap Hazel memohon


"Baiklah Hazel"Ucap Diers


Mobilnya berhenti disuatu restoran.Mereka turun dari mobil tersebut dan hendak memasuki restoran tersebut.


Mereka memesan makanan lalu menyantap makanan tersebut


"Alanta apa kau tidak mempinyai adik atau kakk"Tanya Hazel sambil mengunyah makanan dimulutnya


"Tidak Hazel aku anak tunggal"Ucap Alanta terseyum.


"Habiskan dulu Hazel jangan mengajak orang lain berbicara ketika makan"Ucap Diers menatap Hazel kesal dan berhenti menatap Alanta yg kini juga menatap Diers tak berkedip


"Tampan sekali,tapi sayangnya sangat dingin"Batin Alanta


Hazel menghentikan tatapan mereka"Sepertinya disini ada yg sedang jatuh cinta"Ucap Hazel tertawa


"Jaga bicaramu Hazel tau apa kau"Ucap Diers kesal,Alanta hanya menundukan kepalanya malu.


"Maafkan aku kakak"Ucap Hazel cengir


"Tatapan itu aku merasa tidak asing"Batin Diers