
Suara klakson mobil yg berisik membangunkan ibunya yg sedang tertidur disofa.ibunya bergegas keluar untuk melihat.
"Ibuuu aku membawa teman baruku yg aku ceritakan"Ucap hazel cepat
"Waah sangat cantik"Ucap Marrie terseyum.Alanta hanya terseyum senang mendengar ucapan Marrie
"Masuk nak"Ucap Marrie lagi tersenyum sambil mempersilahkan Alanta masuk
"Terimaksih bu"Ucap Alanta terseyum
Diers masuk tanpa ikut bicara sepatah katapun.
"Dimana tempat tinggalmu nak"Ucap Marrie mengelus puncak kepala Alanta
"Ehmm..Akuu sekarang masih dirumah sakit bu,ayah ku sedang sakit dan belum pulih"Ucap Alanta terseyum memamerkan deretan giginya.
"Kau anak yg baik,kalau boleh tau ayahmu sakit apa sampai sampai harus dirawat dirumah sakit"Tanya marrie
"Ayah ku mengalami kolaps paru paru tetapi sudah dioperasi dan masih masa pemulihan"Jawab Alanta tersenyum
"Semoga ayahmu cepat sembuh"Ucap Marrie terseyum yg tak kalah iba mendengar cerita Alanta
Diers yg tengah berjalan duduk di sofa dekat ibunya dan memandang Alanta sekejap,Alanta yg merasa dipandang oleh Diers tersipu malu.
"Ayoo Alanta kita main ke kamarku"Ucap Hazel girang
"Ahh baiklah ayo,Aku tinggal dulu bu,Tuan"Ucap Alanta sopan yg dibalas dengen senyuman oleh Marrie,Diers hanya mengganggukan kepalanya datar.
Alanta memasuki kamar Hazel yg megah dicat berwarna pink dengan kasur Queen size banyak rupa rupa boneka yg besar, lengkap dengan ruangan buku buku yg banyak.
"Aku jadi ingat kamarku dulu"Batin Alanta terseyum miris
"Alanta,apa yg kau fikirkan"Ucap Hazel memecahkan lamunan Alanta
"Ahh tidah Hazel aku tidak memikirkan apa apa"Ucap Alanta kaget
"Ceritakan lah Alanta ayolah ayolahh,bukan kah kita sahabat sekarang"Ucap Hazel memohon menggungcang guncangkan tangan Alanta
"Baiklah baiklah Hazel kau sangat memaksa"Ucap Alanta tertawa melihat tingkah laku Hazel yg menggemaskan.
"Aku merindukan Rumahku yg dulu aku juga merindukan kamarku saat masuk kedalam kamarmu Hazel,sekarang lihatlah aku,aku tinggal di rumah kecil yg kumuh bahkan sangat kecil dibandingan dengan rumahku dulu"Ucap Alanta lirih dengan mata yg berkaca kaca
"Bersabarlah Alanta,Tuhan pasti mengembalikan apa yg seharusnya milikmu,jika kau mau tinggalah dirumah ku"Ucap Hazel lirih dengan air mata yg sudah mengalir.
"Terimakasih Hazel kau memang sahabat yg baik,kenapa kau yg menangis"Ucap Alanta tertawa melihat Hazel menangis
"Aku sedih mendengar ceritamu Alanta"Ucap Hazel sambil mengusap air matanya
"Sudah sudah Hazel jangan menangis kau sangat jelek saat sedang menangis"Ucap Alanta terkekeh
"Berani sekali kau mengatakan jika aku jelek"Jawab Hazel tertawa
"Maafkan aku Hazel aku hanya bercanda"Ucap Alanta mencubit pipi Hazel
"Tinggalah dirumah ku Alanta,ajak juga ayah mu.Pastii ibu dan kakak ku juga akan ikut senang jika kau tinggal dirumah ku"Ucap Hazel panjang lebar
"Tidak Hazel,aku tidak ingin menambah bebanmu,aku juga tidak ingin merepotkan mu lagi dan lagi"Ucap Alanta
"Tidak Alanta kau tidak merepotkan ku,ayolahh kau mau kan tinggal disini"Ucap Hazel cepat
"Tidak Hazel kau baru mengenalku, begitupun dengan ibumu dan kakak mu,bagaimana jika mereka tidak menyukai ku"Ucap Alanta terseyum
"Ibu dan kakak ku pasti menyukaimu Alanta ayolaah kau tidak mau menuruti permintaanku Alanta"Ucap Hazel kesal
"Bukannya tidak mau Hazel,saat ini sangat tidak memungkin kan ayahku sedang sakit dan belum pulih"Ucap Alanta terseyum
"Baiklah Alanta,suatu saat kau pasti akan tinggal dirumahku"Ucap Hazel terkekeh
"Baiklah terserah kau saja"Ucap Alanta tertawa.
Like,komen,vote biar tambah semangattt buat ceritanyaaππππππ
γ
γ