Alanta

Alanta
PEKERJAAN!



Cukup lama mereka makan dan berbincang,Alanta memutuskan untuk pamit pulang


"Ehm..aku pamit pulang dulu"Ucap Alanta.


"Tidur lah disini Alanta"Ucap Hazel memohon.


"Kapan kapan saja Hazel aku tidak bisa meninggalkan ayahku sendirian"Ucap Alanta memegang tangan Hazel.


"Ayolah Alanta hanya malam ini saja"Ucap Hazel merajuk.


"Tidak Hazel,aku janji kapan kapan aku akan menginap dirumahmu"Ucap Alanta terseyum.


"Hazel jangan memaksa,kakak tidak suka"Ucap Diers menatap adiknya.


"Sayang,Alanta sudah bilang kapan kapan,dia sudah berjanji akan menginap disini biarkan dia pulang"Ucap Marrie lembut


"Kau sudah berjaji Alanta jangan mengingakarinya"Ucap Hazel mengarahkan jari kelinglingnya pada Alanta.


"Aku berjanji"Ucap Alanta terseyum mengarahkan juga jari kelingkingnya.


"Diers,antarakan Alanta pulang sudah malam"Ucap Marrie menatap Diers.


"Ayo"Ucap Diers datar


"Aku ikut,aku ikut"Ucap Hazel berdiri dari duduknya.


"Diamlah dirumah,temani ibu Hazel"Ucap Diers.


"Baiklah"Ucap Hazel menundukan kepala nya.


"Aku akan membiarkan kakak ku berduaan dengan Alanta"Batin Hazel bersorak senang.


"Sampai jumpa Alanta bersenang senanglah dengan kakak ku"Bisik Hazel kepada Alanta.


"Apa yg kau bicarakan Hazel"Ucap Diers ketus.


"Ahh tidak,tidak kakak"Ucap Hazel terseyum


"Ayo,cepatlah"Ucap Diers kepada Alanta.


"Ahh,baikbaik"Ucap Alanta cepat"


Selama perjalanan,Hening tidak ada perbincangan apapun yg terdengar hanya alunan musik dari mobil Diers.


"Sangat tampan"Batin Alanta memerhatikan Diers yg sedang menyetir.


Diers yg merasa Alanta memperhatikannya menoleh,membuat Alanta cepat cepat membuang mukanya kesembarang arah.


"Bagaimana keadaan ayahmu"Ucap Diers fokus menyetir.


"Baru kali ini dia bertanya padaku"Batin Alanta.


" Ayahku sudah membaik Tuan,terimakih berkat bantuanmu ayahku bisa membaik"Ucap Alanta tersenyum.


"Syukurlah"Ucap Diers datar.


"Hufftt,Hanya itu irit bicara sekali dia"Alanta kembali membantin.


"Terimakasih Tuan atas tumpangannya"Ucap Alanta terseyum manis pada Diers.


"Senyumannya bahkan membuatku Berdetak,aku tidak bisa membiarkan nya jangan sampai dia mendengar"Batin Diers


"Kau bisa berhenti mengucapkan terimakasih"Ucap Diers ketus


"Maafkan aku,Tuan apa kau ingin mampir terlebih dahulu"Ucap Alanta.


"Tidak,sudah malam kapan kapan saja"Ucap Diers.


"Ehm..Baiklah"Ucap Alanta


"Aku pamit dulu"Ucap Diers melajukan mobilnya.


Alanta berjalan memasuki pintu rumah sakit yg terbuka lebar,masuk kedalam ruangan ayahnya.


"Ayah,maafkan aku,Aku pergi terlalu lama"Ucap Alanta.


"Tidak nak,tidak apa apa"Ucap Hans mengelus lembut pipi Alanta.


"Kenapa ayah belum tidur".Tanya Alanta.


"Ayah baru saja ingin tertidur" jawab Hans terkekeh.


"Ahh baiklah ayah tidurlah"Ucap Alanta tersenyum.


"Kau juga istirahat,kau pasti sangat kelelahan"Ucap Hans membalas seyum Alanta yg dijawab dengan anggukan oleh Alanta tak lupa dengan senyum yg mengembang dibibirnya.


Matahari bersinar cerah,perlahan Alanta membuka matanya saat ada cahaya mengenai wajah cantiknya.


"Huaaamm..sudaah pagi"Ucap Alanta menguap.


Ddrrr..Ddrrt...Drrtt


"Nomor siapa ini"Batin Alanta.


"Hallo Alanta,ini aku Hazel"Ucap Hazel ditelpon.


"Ku kira siapa,Ada apa Hazel pagi pagi sekali kau menghubungiku"Ucap Alanta sambil terseyum.


"Kau kira pasti kakak ku kan"Ucap Hazel tertawa menggoda Alanta.


"Siapa bilaang,Tidak.Katakan Hazel ada apa"Ucap Alanta terbata bata.


"Apa kau membutuhkan pekerjaan Alanta"Ucap Hazel.


"Aku sangat membutuhkannya Hazel"Ucap Alanta cepat


"Tapi menjadi pelayan restoran milik temanku Alanta,apa kau tidak keberatan"Ucap Hazel


"Tidak,tidak Hazel justru aku senang,katakan kapan aku bisa bekerja"Ucap Alanta senang.


"Siang ini aku akan menemui mu"Ucap Hazel tak kalah senang


"Baik Hazel,kutunggu"Ucap Alanta sambil terseyum.