Alanta

Alanta
PERTAMA BEKERJA



"Hallo kakak,bisahakah aku meminta bantuanmu"Ucap Hazel kepada Diers.


"Bantuan apa Hazel,kakak sedang sibuk kau ini selalu saja"Ucap Diers


"Antarkan aku menemui Alanta,dia akan berkerja di restoran teman ku"Ucap Hazel mengigit bibirnya.


"Tunggu,kakak akan segera kesana"Ucap Diers.


"Aahh baiklah kakak terimakasih ucap Hazel tersenyum menutup panggilannya.


"Louis,tolong bereskan berkas berkas ini aku ada urusan"Ucap Diers tegas.


"Baik Tuan"Ucap Louis.


"Hazel kau mau kemana,kakak mu menunggu diluar"Ucap Marrie


"Ehmm..aku meminta bantuan kakak untuk mengantarku menemui Alanta bu"Ucap Hazel mengigit bibirnya.


"Kenapa kau tidak naik taxi saja sayang"Ucap Marrie


"Tidak ibu,aku ingin kakak yg mengantarkan ku agar kakak lebih sering bertemu dengan Alanta"Ucap Hazel menutup mulutnya.


"Mati aku,apa yg aku katakan astagaa"Batin Hazel.


"Kau ini Hazel,kau mengganggu kakakmu sayang,kakak sedang bekerja"Ucap Marrie lembut mengusap puncak kepala Hazel.


"Maafkan aku ibu,bukankah itu cukup bagus mendekatkan kakak dengan Alanta,Alanta orang yg baik buu"Ucap Hazel menundukan kepalanya.


"Niatmu bagus nak,tapi jangan memaksakan kemauan mu sendiri"Ucap Martie terseyum.


"Maafkan aku ibu"Ucap Hazel pelan.


"Pergilah,kakakmu sudah menunggu"Ucap Marrie .


"Baik buu,aku pergi dulu jangan lupa makan"Ucap Hazel tersenyum melangkah kan kakinya keluar.


"Kakak,apa tadi aku mengganggumu"Ucap Hazel melirik kakaknya yg sedang fokus menyetir.


"Sebernarnya banyak pekerjaan yg harus kakak selesaikan,tetapi adik kakak yg satu ini lebih penting sehingga kakak tidak bisa menolak permintaanmu"Ucap Diers mencubit hidung Hazel gemas.


"Ahh kakak sakit aku bisa bersin jika kau mencubit hidungku"Ucap Hazel mengrucutkan bibirnya.


"Maafkan kakak Hazel"Ucap Diers terkekeh.


"Aku yg lebih penting atau kakak memang ingin bertemu dengan Alanta"Ucap Hazel tertawa.


"A..Apa apa yg kau katakan Hazel,kau ini selalu saja begitu"Ucap Diers terbata bata


"Mengakulah kak,aku tau kau menyukai sahabat baruku itu"Ucap Hazel menggoda Diers.


"Teman barumu siapa"Tanya Diers.


"Siapa lagi jika bukan Alanta"Ucap Hazel terseyum.


"Diam Hazel kau masih kecil,tau apa kau tentang itu"Ucap Diers kesal.


"Baiklah baiklah kakak,maafkan aku"Ucap Hazel mencondongkan kepalanya menatap kakaknya.


Matahari bersinar terang cukup panas terdengar kicauan burung yg merdu desiran angin yg berhembus membuat setiap anak rambut Alanta menutupi wajah cantinnya.


"Alanta"Ucap Hazel keluar dari mobil bersamaan dengan Diers yg keluar.


"Hazel,Tuan"Ucap Alanta terseyum menatap Hazel dan terakhir tertuju pada Diers yg juga menatapnya.


"Sial,tatapan itu membuat jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya"Batin Diers


"Hufftt sepertinya aku hanya menjadi nyamuk"Ucap Hazel menatap keduanya.


"Bicara apa kau ini Hazel"Ucap Diers menatap datar adiknya.


"Tidak,aku tidak bicara apapun"Ucap Hazel mengalihkan pandangannya pada Alanta.


Diers hanya menggelengkan kepalanya menatap adiknya.


"Alanta ayo masuk kita pergi ke restoran milik temanku"Ucap Hazel menarik tangan Alanta.


Setelah sampai disalah satu restoran milik teman Hazel mereka turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju pintu masuk kedalam restora, yg disambut baik dengan pelayan pelayan restoran yg membungkukan tubuhnya dihadapan Diers.


"Akhirnya kau datang juga Hazel,silahakan duduk Hazel,Tuan Diers,dan juga nona cantik"Ucap Arkam yg tak lain adalah teman Hazel.


"Tunggu..tunggu apa yg dia katakan nona cantik,sialan !! bagaimana mungkin aku kesal saat dia menyebut Alanta dengan sebutan nona cantik"Batin Diers kesal.


"Arkam,ini sahabatku Alanta yg kuceritakan padamu"Ucap Hazel terseyum.


"Jadi gadis ini yg ingin bekerja disini,kau diterima dan bisa mulai bekerja besok"Ucap Arkam tersenyum menatap Alanta.


"Terimakasih Tuan,aku akan memberikan yg terbaik"Ucap Alanta ramah.


"Sama sama nona,panggil aku Arkam"Ucap Arkam pada Alanta.


"Baiklah Tuan..maksudku Arkam"Ucap Alanta.


"Tidak ada pembicaraan lagi kami pamit"Ucap Diers datar.


"Kakak,sebentar lagi sajalah kita baru kesini"Ucap Hazel kesal.


"Kakak ada perkerjaan ayolah atau kakak tinggal disini"Ucap Diers ketus.


"Baik tunggulah ka,Arkam aku pamit dulu terimaksih"Ucap Hazel cepat menarik tangan Alanta.


"Terimakasih Tuan,Ucap Alanta"sambil melangkahkan kakinya mengikuti Hazel.


"Tuan Diers,Hazel terimakasih aku selalu saja merepotkan kalian"Ucap Alanta.


Diers hanya menganggukan kepalanya tanpa menoleh.


"Tidak masalah Alanta kau kan sahabatku,Semangat untuk besok hari pertamamu bekerja "Ucap Hazel tersenyum.


"Terimakasih Hazel"Ucap Alanta melambaikan tangannya.


"Kakak,kau ini kenapa,kau pasti cemburu melihat Alanta dengan Arkam?"Tanya Hazel antusias.


"Tidak,untuk apa cemburu kepada gadis kecil yg seumuran dengamu"Ucap Diers fokus menyetir.


"Ah baiklah kakak memang pandai membohongi hatimu,katakan saja kakak menyukai Alanta"Ucap Hazel terkekeh menggoda kakaknya.


Diers hanya diam fokus kedepan mengemudi mobilnya,sesekali memikrkan perkataan adiknya.