
"Dimana Diers? saya ingin menemuinya?"Ucap Leica tak sopan.
"Dengan siapa nona?ada keperluan apa?sebelumnya apakah sudah membuat janji dengan tuan Diers?".
"Saya Leica,Jangan banyak bicara dan antarkan saya keruangan Diers"Teriak Leica membuat semua mata menatap heran kearahnya.
"Nona tidak bisa menemui seseorang jika belum membuat janji terlebih dahulu".
Brakkkkk
"Heh kau tau apa,beraninya membantahku"Ucap Leica dengan tatapan tajam.
"Saya hanya menjalankan perintah nona,biar saya telpon dulu Tuan Diers"Ucapnya terbata.
Dddrttt ...dddrtt
"Selamat siang Tuan,ada seorang wanita yg ingin menemuimu"
"Siapa"Tanya Diers heran karena hanya adiknya yg biasa datang ke kantornya.
"Nona Leica tuan"
"Leica,mau apa lagi dia menemuiku"Batin Diers.
"Antarkan dia keruanganku"Ucap Diers.
"Baik tuan"
"Mari ikut saya Nona"
Leica mengikutinya dengan tatapan tak suka.Yashh dia Leica,seorang wanita yg membuat siapapun terpukau oleh kecantikannya tak lain adalah mantan kekasih Diers.
"Permisi Tuan,Nona ini yg mau menemuimu"
"Baik,pergilah"ucap Diers.
"Hai Diers bagaimana kabarmu,sudah lama kita tak bertemu"Ucap Leica memeluk Diers.
"Jahat sekali kau bilang seperti itu,aku hanya merindukanmu Diers"Ucap Leica menggenggam tangan Diers.
"Sudahlah Leica bukankah kau sudah bahagia dengan kekasih barumu?kau tak ingat saat kau lebih memilihnya?"Ucap Diers melepaskan genggaman Leica.
"Pria brengsek itu menyakitiku Diers,kau tahu?dia meninggalkanku demi wanita sialan yg tak jelas asal usulnya"Ucap Leica dengan nada sedih yg dibuatbuat.
"Bukankah sama halnya denganmu kau tak jauh beda dengan kekasihmu itu samasama brengsek bukan?Kau pantas mendapatkannya Leica"Ucap Diers tertawa mengejek membuat Leica mematung.
"Apa yg kau katakan Diers?Maafkan aku,apakah kau tidak merindukanku?"Ucap Leica terbata-bata sesekali menyeka air matanya.
"Merindukanmu?Cih,bahkan aku sudah muak denganmu"Ucap Diers datar.
"Kau pasti bercanda Diers,dulu kau sangat takut kehilanganku"Ucap Leica. penuh keyakinan.
"Itu dulu,sekarang aku bukan pria bodoh yg takut kehilangan wanita brengsek sepertimu"Ucap Diers yg membuat Leica kembali mematung.
"Bukankah aku sudah meminta maaf Diers,ayolah lupakan akan hal itu kita mulai dari nol lagi"Ucap Leica berusaha memegang tangan Diers.
"Kau fikir memaafkan seseorang semudah membalikan telapak tangan?Pergilah kita sudah tidak ada urusan apapun jangan membuatku semakin marah"Ucap Diers menepis tangan Leica.
"Tidak Diers,jangan membuatku seperti ini berhenti bercanda ini tidak lucu "Ucap Leica menghapus air matanya.
"Aku sedang tidak bercanda Leica, pergi jangan pernah menginjakan kakimu disini"Ucap Diers dengan nada tinggi membuat Leica gemetar.
"Aku mohon Diers maafkan aku,beri aku kesempatan satu kali lagi"Ucap Leica tersedu.
"Gampang sekali kau berucap,bukankah jika aku memberi kesempatan padamu sama saja aku membiarkanmu mengulang kesalahan lagi Leica?aku tidak akan masuk ke lubang yg sama dan membiarkanmu merusak hatiku lagi?"Ucap Diers tertawa.
"Ayolah beri aku kesempatan Diers,kali ini aku benar-benar berjanji tidak mengulang kesalahan yg sama lagi"Ucap Leica
"Pergi Leica sebelum aku menyakitimu"Teriak Diers.
"Baik Diers, ingat kau pasti akan mencariku suatu saat"Ucap Leica melirik Diers dan melangkahkan kakinya.
"Cihh aku tidak akan membiarkanmu bahagia Diers,lihat saja apa yg akan aku lakukan,aku tidak akan membuatmu tenang"Batin Leica