Aintazar

Aintazar
Aintazar IX



Beberapa saat kemudian Dewi, Sila dan Ayu kembali ke kelas dan melihat Natha masih setia menatap bukunya sambil melamun. Natha tersadar lamunannya saat ketiga sahabatnya mendekat, lalu Natha mengambil kotak bekal tadi.


"Sini makan, tadi ada adek kelas kesini terus ngasih ini ke gue dan gue nunggu kalian buat makan bareng." ucap Natha lalu membuka kotak bekal tersebut.


Isi kotak bekal tersebut adalah empat lembar roti yang telah dilipat dan masing-masing lembar roti yang berselai coklat, stawberry, melon dan kacang. Tanpa menolak, ketiga sahabatnya langsung mengambil roti tersebut tanpa malu-malu. Dewi bertanya dari siapa bekal tersebut namun, Natha hanya menjawab dengan mengangkat acuh bahunya seraya memakan kembali rotinya.


Mereka memakan roti-roti tersebut dengan lahap dan berfikir positif. Sila beranggapan bahwa ini adalah pemberian dari salah satu fans Natha jadi mereka makan dan berfikir positif karena Sila juga sang penganat makanan wkwk ia tau mana yang sehat dan mana yang beracun hehe.


Dalam benak Natha ia terus bertanya-tanya mengapa hari ini Bara tak mencarinya, biasanya setiap pagi ia selalu mencarinya. Namun ia segera melupakan pikirannya yang memikirkan Bara.


Bel pun berbunyi menunjukan bahwa istirahat telah usai para siswa sudah memasuki kelasnya masing-masing. B.Ami memasuki kelas Natha, beliau merupakan guru di mata pelajaran Agama Isalm atau PAI. Beliau memberi tugas ke setiap anak agar membentuk kelompok yang telah beliau atur dan kerja kelompok kali ini untuk tambahan nilai kenaikan kelas dan beliau pun memilihkan anggota masing-masing kelompok yang berjumlah lima orang setiap kelompok.


Natha, Dewi, Sila, dan Ayu tidak menjadi satu. Kelompok Ayu berada di kelompok satu, Dewi berada di kelompok dua, Natha berada di kelompok tiga dan Sila berada di kelompok kelima.


Mereka sudah terbiasa jika tidak berada di satu kelompok. Namun yang membuat Natha agak tidak nyaman adalah keberadaan Maira di kelompoknya, Maira adalah cewek cantik yang manja, sombong dan agak susah bila diajak bekerja sama, Maira selalu ingin menang sendiri dan jangan lupa ia juga fans berat Bara sekaligus sainganya Nazwa.


Karena tugas kerja kelompok wajib dikumpulkan pada hari Sabtu di rumah B.Ami, Natha bertanya kepada Maira, Ahkam, Zidan, dan Izul apa mereka mau jika menyelesaikan tugas kelompoknya dirumah Natha. Ahkam, Zidan, dan Izul menyetujui jika mengerjakan dirumah Natha, namun berbeda dengan Maira yang hanya berdiam diri, sambil menyikap kedua tanganya didepan dada dan mengerutkan keningnya seolah tak setuju.


"Udah iyain aja Mai!" ucap Izul.


"Apa mau dirumah lho aja?" tanya Ahkam kepada Maira yang dibalas gelengan dan tatapan tajam dari Maira.


"Yaudah di Natha aja lebih cepat lebih baik!" ucap Zidan.


"Yaudah dealkan dirumah gue, nanti gue bikinin grup chat buat nentuin kapan ke rumah gue!" ucap Natha yang dibalas anggukan kelompoknya.


Natha dari dulu memang baik dan ramah pada teman cowok sekelasnya. Ia selalu menjauh dari cowok yang mendekatinya karena menyukai Natha, ia merasa tidak nyaman, tetapi jika sudah akrab dengan teman cowok apalagi teman sekelasnya ia tidak akan terlalu cuek lagi, bahkan bisa diajak bercanda. Dikelas Natha menetap, tidak ada seorang pun cowok yang berani menyukai Natha, walau cantik dan pintar jangan lupa bahwa Natha juga agak galak dan bisa menghajar siapapun yang berani menganggunya.


Pernah ada seorang siswa lelaki yang merangkul pundak Natha tiba-tiba saat Natha dikantin, tanpa segan Natha membuat tangan kakak kelasnya itu terkilir padahal saat itu Natha masih berada di kelas 10, sungguh beraninya Natha. Dan semua cowok dikelas Natha sangat menghormati Natha dan sahabatnya, mereka agak takut dengan ekspresi Natha dan tindakan Natha yang menjadi ketua saat tawuran dahulu. Maka dari itu jarang ada cowok yang mendekati Natha dan hanya bisa mengaguminya.


Adzan sholat dhuhur pun berkumandang, pembelajaran telah usai dan akhrinya B.Ami keluar dari kelas Natha. Natha mengajak ketiga sahabatnya untuk pergi ke mushola. Mereka berempat pun berjalan menuju mushola.


"Tumben ya kak Bara nggak nyariin kamu Nath!" ucap Ayu.


"Apa dia nggak masuk!" ucap Dewi sambil menoleh ke Sila yang dibalas angkatan bahunya.


"Ya alhamdulillah dong kalo dia nggak nyariin, gue kan jadi bebas dari pembabuan dia." ucap Natha seraya mendahului ciwi ciwinya.


"Udah ayo lepas sepatu terus wudhu keburu rame tempat wudhunya teurs kalo dah sholat kita leha-leha di kelas." ajak Natha yang dibalas anggukan antusias ketiga sahabatnya.


Selesai sholat dhuhur berjamaah yang seperti biasa di imami oleh Wildan si Ustadz muda ganteng bgt, yang selalu dikagumi oleh Dewi.


Kemudian mereka kembali memasuki kelas. Bel pulang sekolah telah berdering mempertandakan bahwa pembelajaran telah usai, mereka bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing. Natha berpamitan terlebih dahulu kepada ciwi-ciwinya karena ia akan memulai kerja kelompoknya sore ini.


"Turun nggak!" ucap dingin Natha pada Bara, dan Bara langsung turun namun ia langsung mencabut kunci motor Natha.


Natha langsung turun dari motornya dan Bara langsung kembali menaiki motor Natha. Lalu menyuruh Natha naik dan Natha menaiki jok belakang seraya agak menjauh dari tas Bara, jaga jarak gitu. Lalu Bara mengemudikan motor Natha didepan rumah Bara, kemudian Bara menawari Natha masuk namun, Natha menolak dan segera pergi sebelum Natha pergi Bara berucap terima kasih dengan nada lembut.


'Aneh si ketos, sinting kali ya!' gumam Natha seraya melesatkan kuda besinya ke jalanan mulus beraspal tersebut.


Natha telah sampai dirumahnya lalu ia mengucap salam menemui Bundanya kemudian ia pergi ke kamarnya menganti seragamnya dengan celana training polos, jilbab instan hitam, jaket hoodie pemberian bang Nizal yang berwarna navy dan sandal japit swallow biru.


Walau Natha kaya raya, namun ia juga tetap menjadi manusia yang rendah hati dan tak pernah mengingkit kekayaanya. ______________________________________________________


GRUP PAI B.AMI


______________________________________________________


Natha telah menambahkan Ahkam, Izul, Maira, dan Zidan.


●Natha


Welcome guys, hari ini jam 16.00 dirumah gue dan jangan ada yang telat!, sama jangan lupa bahan-bahanya"!


●Ahkam


Siap boss


●Zidan


Hiyoi


●Izul


Woke


(dan Maira hanya membacanya tanpa membalas chat dari Natha)


______________________________________________________


Beberapa saat kemudian semua anggota kelompok Natha telah datang, kecuali Maira. Dan dia baru datang jam 17.02 WIB setelah semua tugas kelompok telah usai. Mereka semua hanya menghela nafas panjang dan geleng-geleng ketika melihat Maira baru masuk ke rumah Natha.


Terima kasih buat yang udah baca...


Beri like dan komen.