
Setelah menyampaikan info ke grup WhastApp Natha berjalan menuju dapur, ia menemui Bundanya namun ia hanya menonton Bundanya dari meja makan. Saat Natha bertanya apa ada yang bisa dibantu? Bunda menolak secara halus dan Natha kembali fokus pada hp nya.
Tak berselang lama suara ketukan pintu terdengar oleh Natha, ia berdiri dari kursinya dan langsung berjalan membuka pintu. Ternyata Ahkam, Izul, dan Zidan datang bersamaan.
"Assalamualaikum." ucap mereka bertiga bersamaan.
"Waalaikumsalam, masuk, duduk aja dulu gue mau kebelakang dulu." ucap Natha.
Natha mempersilakan mereka masuk dan duduk di sofa, teman-temannya pun menuruti pinta sang pemilik rumah.
Tak membutuhkan waktu yang lama, Natha kembali bersama Bundanya, Natha membawa nampan berisi 4 gelas sirup jeruk, Bunda membawa beberapa toples berisi makanan ringan. Setelah Bunda menaruh toples tersebut ke meja, ketiga anak tersebut menyalami Bunda.
"Terima kasih tante, maaf merepotkan" ucap Ahkam agak malu-malu.
"Kembali kasih, nggak papa nggak merepotkan kok, tante malah seneng kalo ada temennya Nath kesini. Jarang loh ada temen cowok Nath kesini yang sering kesini cuma ciwi ciwinya Natha." ucap Bunda yang dibalas tawa kikuk ketiga teman Natha.
"Yaudah tante balik dulu ya mau istirahat."
"Iya tante, terima kasih." ucap mereka bertiga membalas ucapan Bunda yang pergi memasuki kamar untuk beristirahat.
"Maira nggak bareng kalian?" tanya Natha.
"Enggak kita naik jemputan masing-masing, katanya sih Maira mau berangkat sendiri!" ucap Zidan yang di balas deheman Natha.
"Nath ini bahannya udah siap semua, kita kerjain dulu apa gimana?" tanya Izul.
"Yaudah ayo kerjain!" jawab Natha.
Setelah setengah jam berlalu mereka berhasil menyelesaikan tugas kerja kelompok mereka. Natha memperhatikan gelas sirup mereka yang masih utuh dan menyuruh mereka untuk tidak sungkan - sungkan meminumnya. Tanpa menolak ucapan Natha, mereka meminum sirup tersebut.
"Kenapa sih kalian kayak takut banget sama gue?" tanya Natha yang membuat ketiganya makin ketakutan.
"Gapapa" ucap mereka kompak serta mengelengkan kepalanya.
Menghindari kecanggungan yang dibuat ketiga pemuda tersebut dan menunggu jemputan masing-masing temanya, Natha berinisiatif mengajak Izul, Ahkam dan Zidan mabar Game online, ketiganya yang mendengarkan ucapan Natha langsung memegang hp masing-masing dengan antusias.
"ID kalian apa?" tanya Natha.
"Inih.." ucap mereka bertiga bersamaan serta menyerahkan hpnya masing masing mengarah ke Natha.
"Emang kamu bisa main Nath?" ucap Izul yang membuat Natha mengangkat sebelah alisnya menatap Izul.
"Lho ngejek apa tanya!" ucap Natha dengan nada datar menatap tajam Izul.
"Hehe becanda Nath." jawab Izul cengengesan.
"Udah ayok main, sama makan tuh cemilan buatan Bunda gue, capek-capek bikin masa' nggak kalian makan!" perintah Natha.
"Okee..." jawab mereka bertiga bersamaan.
Sudah 15 menitan mereka bermain dalam satu tim dan hasil akhirnya adalah...
"Gokil!!" ucap Izul dengan nada agak tidak percaya serta mengeleng-ngelengkan kepalanya.
"Kenapa lho?" tanya Natha.
"Wah-wah nggak nyangka kamu pro banget, kita aja bolak-balik 'You has been slained' punya kamu hampir nggak sama sekali!" ucap Ahkam memuji Natha.
"Masa'?" tanya Natha balik.
"Bener Nath gokil kamu!" ucap Zidan sambil tertawa kecil.
"Ty (thank you)" ucap Natha datar tanpa menoleh temannya yang dibalas senyuman dan gelengan teman-temannya yang saling bertukar pandangan dan sesekali melihat Natha.
"Kalo dia nitip nama jangan mau ya guys, kan kita yang ngerjain." ucap Ahkam yang dibalas anggukan Natha, Zidan, dan Izul.
"Nath gue mau pamit nih, gue udah dijemput sama Ayah!" ucap Izul seraya menoleh ke kanan ke kiri seperti mencari sesuatu.
"Gue juga." ucap Ahkam dan Zidan bersamaan serta saling menatap.
"Yaudah tunggu di depan aja, gue temenin, gausah nunggu Bunda, Bunda istirahat." ucap Natha yang mengerri pandangan Izul, seraya berdiri dari duduknya disusul ketiga temannya.
'Tok..tok..tok..' suara pintu yang terketuk, tak menunggu ketukan selanjutnya pintu telah dibuka Natha. Gadis yang baru saja di omongkan telah datang namun, ia datang diwaktu yang tak tepat karena semua anggota kelompoknya sudah siap untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Mereka yang melihat Maira datang terlambat dengan wajah seolah tak memiliki dosa hanya mengelengkan kepalanya.
"Udah selesai semua silakan pulang." ucap Natha seraya berjalan menuju teras rumahnya.
"Gue kebagian apa nih!" tanya Maira ketus seraya menyikap tangannya didepan dada.
"Semua tugas kerja kelompok udah selesai dan lho baru dateng, wow!" ucap Izul agak mengejek.
"Untung-untung gue dateng!" sahut Maira tanpa menoleh lawan bicaranya.
"Yaudah deh biarin Maira yang ngasih kesimpulan ditugas kita itung-itung ikut kerja kelompok, dari pada nggak sama sekali!" usul Ahkam seraya menyerahkan beberapa karton dan kertas tugas kelompok ke Maira, dan Maira menerimanya tanpa berucap.
"Menurut kamu gimana Nath?" tanya Zidan.
"Terserah kalian aja, yang penting nyampek ke B.Ami!" ucap Natha tanpa menoleh lawan bicaranya dan Natha memasukan kedua tanganya ke saku celana.
"Itu jemputanya siapa, buru samperin nanti nunggunya kelamaan?" ucap Natha melihat jemputan temannya, seraya berjalan menuju gerbang rumahnya yang diikuti semua temannya.
"Yaudah gue pulang dulu ya Nath!" pamit Izul.
"Assalamualaikum..." ucap Izul,Ahkam,Zidan bersalam ke Natha seraya melambaikan tanganya.
Maira tanpa berpamitan ke Natha langsung pergi menaiki mobilnya. Natha yang melihat perilaku teman sekelasnya yaitu Maira hanya membatin dalam hatinya, 'cewek aneh'. Kemudian Natha kembali memasuki rumahnya dan membersihkan sisa gelas-gelas dan toples makanan ringan tadi menuju dapur. Setelah mencuci gelas tadi Natha berbalik pergi menuju kamarnya.
'Tumben banget, pada belom pulang sikembar sama Ayah, biasanya cepet' batin Natha sambil merebahkan tubuhnya ke ranjang king sizenya.
Setelah beberapa saat Natha merebahkan tubuhnya di ranjangnya kini ia mulai berjalan menuju kamar mandinya. Setelah usai berendam Natha, memakai piyamanya kemudian menunaikan sholat magrib, dan turun ke bawah karena saat ini perutnya sudah mulai demo dan berbunyi meminta jatah untuk makan. Saat ke hendak turun ke bawah Natha berpapasan dengan bang Nabil dan bang Nizal yang kelihatan lesu-lesu capek gimana gitu.
"Baru pulang bang?" tanya Natha yang dibalas deheman ringan dari kedua abangnya.
'Kenapa sih tuh orang, nggak biasanya pulang malem' batin Natha.
Natha melanjutkan langkahnya menuju meja makan, disana sudah nampak Ayah dan Bunda.
"Baru pulang Yah?" tanya Natha.
"Iya, baru aja ini mau ke kamar!" ucap Ayah.
"Woke," balas Natha sembari menyatukan telunjuk dan ibu jarinya.
Natha berjalan menunemui Bunda sebelum makan malam.
"Bunda..." panggil Natha.
"Apa sayang?" jawab Bunda.
"Si abang-abang kenapa sih Bun, kayak lesu-lesu gimana gitu!" tanya Natha.
"Mungkin kecapekan atau nggak mereka banyak tugas!" ucap Bunda yang dibalas anggukan Natha.
Ma**kaaih buat yang udah baca, beri Natha like ya tengkiyu**..