
Bel di pagi hari pun mulai terdengar, tanda bahwa jam pembelajaran pertama akan dimulai. Natha berjalan menuju kelasnya dengan kedua tangannya ia masukan ke saku celananya dengan pandangannya menatap lantai. Natha dengan begitu saja melupakan kunci motornya, entah bagaimana nanti ia akan menemukannya Natha.
Bara yang baru saja memarkirkan motor Natha mengedarkan pandangannya mencari Natha. Namun, hasilnya nihil karena ia yakin Natha pasti telah meninggalkannya, lalu ia mengantongkan kunci motor Natha disaku celananya. Tak berpikir lama akhirnya Bara berjalan menuju kelasnya setelah mendengarkan bel jam pertama berbunyi.
Beberapa jam kemudian bel istirahat berbunyi, semua siswa keluar dari kelas masing-masing menuju kantin. Termasuk Natha dan ciwi ciwinya keluar kelas diikuti oleh Ahkam, Zidan, dan Izul menuju kantin. Entah sejak kapan dan mengapa ketiga cowok itu mulai dekat dengan Natha dan ketiga sahabat Natha.
Usai dari kantin mereka pun kembali ke kelas bersama-sama, Natha, Zidan, dan Izul kembali menyelesaikan tugasnya yang belum selesai tadi, sedangakan Ayu, Dewi, Sila, dan Ahkam bermain game onlinenya di kursi paling belakang.
Izul dan Zidan saling bantu dan sesekali bertanya pada Natha jika tak mengerti salah satu soal dan Natha membantunya sampai mereka paham.
"Wih Nath baru paham gue nih soal, anjay bisa pinter gue lama-lama deket sama lho, gimana kalo lho jadi guru les gue dirumah kalo nggak gue yang kerumah lho bentar lagi kan ujian siapa tau nilai gue naik sedikit, gue bayar deh lho gue kasih makan minum, jajanan," cerocos Izul dengan senyumnya.
Natha yang mendengar itu hanya menatap datar Izul tak lupa dengan raut wajah dinginnya. 'Apa gue salah omong ya, gitu amat tuh muka' ,' batin Izul.
"Makasih." jawab Natha dengan nada datarnya yang kembali fokus pada bukunya, sedangkan Izul yang mendengarkan jawaban Natha hanya mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. Zidan yang melihat ekspresi Natha dan Izul hanya terkekeh kecil tanpa diketahui dua orang di depannya tersebut.
Ditengah-tengah kegiatan Natha yang sedang menyelesaikan tugasnya, ia mendapat nontifikasi whatsaap dari Bara.
______________________________________________________
Ketos Bara
______________________________________________________
●Ketos Bara
Assalamualaikum Nath
●Natha
Waalaikumsalam✔✔
●Ketos Bara
Nanti pulang sekolah tunggu aku ya!
●Natha
Ngapain?✔✔
●Ketos Bara
Udah tunggu aja dari pada kamu nggak pulang😁
●Natha
Iyaa✔✔
●Ketos Bara
Sampai ketemu nanti, kalo aku belum ada diparkiran kamu nyusul aja ke ruang osis, ada rapat negara bentar, cuma osis kelas 12 aja yang kumpul kamu sama angkatan kamu nggak usah hehe jangan lupa tunggu aku ya bye..😄
______________________________________________________
Natha memang gadis yang anti dengan cowok namun ia juga baik jika cowok itu menghargainya dan sopan, Natha adalah tipikal cewek yang sekali jatuh cinta ia akan menjaga dan menjaga hubungannya walau nggak pernah pacaran ya bolehlah menjaga hati hehe. Tapi entahlah Allah kan maha membolak balikan hati manusia.
Zidan, dan Izul membuyarkan lamunan Natha dengan mengetuk keras meja Natha dengan bulpoin dan Natha pun kembali fokus pada buku didepannya. Bel masuk telah berbunyi, sekarang adalah jam pembelajaran B.Ami. Beliau adalah guru paling tegas, galak, namun ia juga baik jika moodnya sedang bagus. Jika tidak, beliau akan marah-marah tidak jelas pada siswannya hanya karena masalah yang sepele.
Ditempat lain...
Bang Nabil dan Bang Nizal sedang berebut untuk mengendong Kevin, si balita yang berkulit putih, manis, gembul nan ngangenin tersebut.
"Bang Bil, gantian dong gendong si Kevin nya, akukan belum gendong lho." ucap Nizal seraya mengulurkan kedua tanganya mengarag pada Nabil. Sedangkan Nabil hanya menatap sang adik dengan memutar bola matanya malas.
"Nggak mau kan masih giliranku, kamu nunggu aja 20 menit lagi sampek di gembul tidur." ucap Nabil ketus seraya menciumi kedua pipi Kevin.
Sedangkan si Kevin yang melihat kedua sepupu sepupunya berebut dirinya hanya tertawa girang seraya menepuk-nepuk pipi Bang Nabil seolah tau dia menjadi rebutan. Lalu tibalah Bunda Nathasya yang mengambil Kevin dari gendongan bang Nabil.
"Bun.. Ical belum gendong Kevin sama sekali loh," ucap bang Nizal seraya mengerucutkan bibirnya yang membuat Nabil gemas lalu mencubit maju bibir Nizal lalu pergi terkekeh tanpa menoleh ke Nizal yang kesakitan atas cubitan abangnya.
"Ical... Bunda minta tolong ya bilang ke Ayah sama bang Abil nanti kita sore ke rumah temen Opa," ujar Bunda yang dimembuat Nizal bertanya-tanya seraya menautkan alisnya seolah bertanya 'ada apa?' namun Bunda hanya menjawab.
"Ikut aja." ucap Bunda yang diangguki Nizal seraya mengukurkan tanganya pada Kevin, dan Kevin mau menerima uluran tangan Nizal. Lalu Nizal mengajak Kevin bemain ke taman belakang.
Kembali ke sekolahan
Natha memasukan buku-buku pelajarannya ke dalam tas karena bel pembelajaran usai telah berbunyi. Natha pulang sendiri karena Ayu, Dewi hari ini mengikuti ekstkul, sedangkan Ayu ada urusan dengan Papanya.
Saat Natha telah sampai didepan motornya ia baru ingat jika kunci motornya dibawa oleh Bara. Natha menepuk pelan jidatnya lalu berjalan kembali memasuki area sekolah dan langsung merogoh ponsel disaku celananya kemudian menelpon Bara.
Sekali, dua kali, tiga kali Natha menelpon Bara namun belum ada jawaban sama sekali. Setengah jam kemudian Natha masih setia di parkiran motor menunggu Bara yang tak kunjung datang. Lalu Natha ingat chat dari Bara, jika Bara belum ada diparkiran ia mau tidak mau nyusul di ruang osis. Natha mengerutuki dirinya sendiri karena hari ini ia sangat pelupa.
Saat ia menuju ruang osis ia berpapasan dengan Nazwa. Nazwa menatap Natha dengan wajah songgongnya, tak ingin berurusan lebih panjang dengan tukang nyinyir Natha kembali melangkahkan kakinya menuju depan pintu ruang osis. Saat Natha mengetuk pintu dan mengucapkan salam, Bara dan teman osis seangkatannya menjawab salam serta menoleh mengarah ke Natha yang berdiri didepan pintu. Dalam ruangan hanya ada keheningan, 'katanya rapat, kok kayak gak bahas apa-apa' batin Natha.
"Masuk Nath." ucap Wildan yang melihat Natha berdiam diri didepan pintu.
"Makasih kak," jawab Natha seraya melangkahkan kakinya memasuki ruang osis.
"Permisi, maaf kak kalo saya menganggu rapatnya, saya cuma mau ngambil kunci motor saya di kak Bara, saya buru-buru pulang." ucap Natha sopan.
"Nanti Kak Bara nebeng kak Wildan aja ya, soalnya aku mau pulang dulu,"
"Ada acara?" tanya Bara.
"Nggak ada sih,"
"Bentar aku cari ditas dulu!" ucap Bara seraya berdiri dari kursinya dan berjalan menuju gantungan tas disamping pintu.
Makasih udah mau baca, beri like ama komenan ya tengkiyu 🧶🎋