
Keesokan harinya.
Seperti biasa, Natha terbangun karena adzan shubuh berkumandang. Natha segera berjalan ke kamar mandi mulai berwudhu. Ia melaksanakan sholat shubuh dikamarnya.
Usai sholat shubuh Natha berjalan menuju dapur membuat sarapan untuknya sendiri. Ia mulai menuangkan susu kental manis rasa vanilanya diatas selembar roti tawar lalu ia taburi dengan keju parut dan akhirnya menutup dengan selembar roti lagi. Kemudian mulai sarapan, selesai sarapan Natha kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah.
Beberapa saat kemudian Natha sudah siap untuk berangkat ke sekolah, sebelum itu Natha menelpon Bi Titik terlebih dahulu untuk kerumahnya menunggu Natha pulang.
tut..tut..tut..
Panggilan terhubung
Natha~ Assalamualaikum Bi?
Bi Titik~ Waalaikumsalam neng, ada yang bisa dibantu?
Natha~ Bibi kesini ya, tunggu Natha pulang sekolah, sama masakin buat Natha ya bi. Udah itu aja, makasih bi.
Bi Titik~ Siap neng.. langsung otw, sama bibi mau berberes! hati-hati neng.
Natha~ Yaudah bi makasih, Natha berangkat sekolah dulu, assalamualaikum.
Bi Titik~ Iya neng, Waalaikumsalam.
Setelah menelpon bi Titik, Natha langsung menyiapkan mantel dan satu helm yang ia disimpan dijok belakang, kemudian Natha berangkat menuju sekolah menggunakan bebeb ninjanya. Natha hari ini berangkat agak pagi karena hari ini adalah jadwalnya ia piket.
Saat dalam perjalanan ia memberhentikan motornya dilampu merah. Seraya menunggu lampu hijau pandangan Natha terjatuh pada seorang kakek-kakek yang terlihat binggung seperti hendak menyebrang namun tak segera menyebrang, padahal lampu merah masih menyala.
Tak menunggu lama Natha menepikan motornya dan turun dari motornya kemudian ia langsung menemui kakek tersebut dan bertanya.
"Maaf kek, ada yang bisa dibantu?" tanya Natha.
"Ini nak kakek mau ke Rumah Sakit Jaya, tapi nggak tau harus naik apa?" ucap kakek tersebut dengan raut wajahnya yang agak binggung.
"Mari saya antar kek, sekolahan saya juga satu arah sama Rumah Sakit Jaya," ujar Natha.
"Ndak usah wes nak, kamu kan mau sekolah!" ucap kakek menolak halus.
"Ndak papa kek, mari saya antar.." ucap Natha seraya menuntun kakek tersebut menuju motornya, kemudian Natha mengambil satu helm di jok belakang dan memberi helm coklat itu pada kakek.
Natha mengemudikan motornya dengan pelan dan hati-hati. Tak membutuhkan waktu yang lama, Natha telah berada di Rumah Sakit Jaya. Kakek turun dari motor lalu mengembalikan helm kepada Natha.
Natha menyalami kakek tersebut dan hendak berpamitan namun dicegah oleh kakek tersebut. Kakek tersebut menyodorkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah. Natha menolaknya secara halus dan berkata 'maaf kek saya bukan ojek' sambil cengengesan membuat kakek itu ikut tersenyum. Sang kakek berterima kasih pada Natha sebelum Natha benar-benar pergi dari hadapannya.
Natha memacu kuda besinya dengan kecepatan penuh, ia was-was jika terlambat lagi. Namun, kekhawatirannya sirna saat ia melihat pak Hari belum mengunci gerbang dan Natha mengucap syukur.
Natha bergegas memarkirkan motornya ke parkiran siswa dan berlari menuju kelasnya, tanpa menanggapi tatapan siswa lainya yang heran pada tingkah Natha.Sesaat dikelas B.Ami telah datang dan memulai do'a sebelum pembelajaran.
Natha mengerutuki dirinya karena berlari kurang cepat dan tumben B.Ami datang lebih awal, yang salah disini siapa coba'. Seusai pembacaan do'a selesai Natha memasuki kelas dan menyalami B.Ami, seusai disalami Natha beliau meminta Natha duduk dikursinya dan memulai pembelajaran.
'Untung gak marah B.Ami, kelihatannya tugasnya udah dikasih ke B.Ami.' batin Natha.
Bel istirahat telah berbunyi tanda pembelajaran B.Ami telah usai.
Natha dan ketiga ciwi ciwinya menata buku dan memasukan ke tas masing-masing. Mereka keluar kelas menuju kantin mengisi perut mereka yang seperti dangdutan karena lapar. Saat mereka berjalan ke kantin Ahkam memberitahu Natha kalau tugas mereka telah terkumpulkan, yang dibalas ucapan terima kasih Natha.
Seusai dari kantin mereka kembali ke kelas, Natha membuka aplikasi Game online kegemarannya. Sedangkan ketiga ciwi ciwi Natha membuka aplikasi tik tok dari handpone Dewi.
Ayu menawari Natha apa ia mau ikut, namun seperti biasa ditolak Natha. Natha memang bukan anak yang aktif di medsos atau lainya namun ia sangat pro bila sudah bermain Game online.
Saat Ayu, Sila, dan Dewi akan berjoget ala-ala tik tok (maap ya author kahak tau begimana joget jogetnya hehe). Ahkam, Izul, dan Zidan memasuki kelas. Kemudian mereka menawarkan diri untuk membantu merekamkan. Namun dengan imbalan balik merekamkan saat mereka bermain tik tok.
Lagu pun dimainkan.
____
Laskar and remakes
Laskar and revolutions
Performences
Remakes
Aku suka body, goyang mama muda
Mama muda, da da da da da da da
Body mama muda der der der der der der der
Mama muda
Janda anak dua suka body mama muda
___
Seusai menari menari, mereka pun bergantian merekamkan ketiga cowok tersebut, mereka bermain tik tok di handpone Izul. Lalu Ahkam, Izul, dan Zidan tersebut memilih lagu yang lebih pendek dari milik Ayu, Sila, dan Dewi saat bermain tik tok, mereka memilih lirik dan nada yang pendek namun asyik untuk berjoget Cari mama muda.
Lagu pun dimainkan.
___
Aku lagi cari mama mama muda..
Buat kasih uang sejuta
na na na na na na na
___
Sila, Dewi, dan Ayu ketawa terpingkal-pingkal karena menyaksikan ketiga cowok tersebut yang gerakan jogetnya yang menurut mereka sangat alay. Natha yang menyaksikan itu hanya tertawa kecil dan geleng-geleng.
Setelah itu ia kembali fokus pada handponenya kembali. Bel berbunyi kembali tanda jika istirahat telah usai.
Beberapa jam kemudian bel sekolah berbunyi, seluruh siswa SMK berhamburan keluar kelas untuk pulang kerumah masing-masing.
Diparkiran sekolah.
"Kalian jadi nginep di rumah gue?" tanya Natha pada ketiga ciwi ciwinya.
"Jadi dong bebz," jawab ciwi ciwinya bersamaan.
"Kita nanti malem main bareng ya, yaudah gua mau pulang dulu." ucap Sila seraya menaiki motornya.
"Iya gua juga mau bilang ke mama dulu!" ucap Dewi seraya menaiki motodan memakai helmnya.
"Sama gua juga mau bilang ke Papa dulu tapi meski nggak bilang tetep dibolehin sih, tapi takut nyariin. Mungkin gua agak telat soalnya mau nyusul Papa dibandara dulu. Boleh nggak Ayu Aningrum yang sangat cantik, manis, imut, lembut, baik, rajin menabung, dan tidak sombong ini ngaret sedikit!" ucap Ayu panjang lebar yang dibalas anggukan kecil dari Natha, Sila, dan Dewi.
"Kalo umpamannya kalian ada yang nggak bisa dateng gapapa kok, tinggal chat aja di grup, okee bebz. Pulang dulu sayang." ucap Natha seraya melambaikan tanganya kepada ketiga ciwi ciwinya sebelum menancapkan gas kuda besinya.
"Bye Enat." ucap Dewi.
"Hati-hati," ucap Sila.
"Jangan ngebut sayang, kalian juga jangan ngebut-ngebut ya." pekik Ayu pada semua sahabatnya yang dibalas ok dari Sila dan Dewi.
Mereka berempat pun mencar pulang ke rumah masing-masing dan bersiap-siap untuk menginap di rumah Natha.
Kasih Nath like, makaci
Thank you for reading🌿