
Natha yang mendengar bel rumahnya berbunyi langsung berjalan menuju pintu. Perlahan ia membuka pintu dan mendapati Ayu dengan helm yang baru ia lepas serta tas ransel berwarna pink yang ia gantungkan di bahu kanannya.
"Asalamualaikum beb Nath," ucap Ayu memasuki rumah Natha seraya berhamburan memeluk Natha yang dibalas pelukan erat dari Natha.
Dewi dan Sila yang mendengar suara Ayu langsung keluar dari dapur dan ikut berpelukan. Usai berpelukan Dewi dan sila mengambil tas mereka yang tadi mereka tinggalkan di sofa. Natha pun berjalan mendahului mereka menuju kamar Natha.
Walau mereka sudah bersahabat sejak lama tetapi mereka tetap sopan ke rumah Natha. Mereka akan menginap dirumah Natha sampai besok dan berangkat sekolah bersama.
Usai dari kamar Natha, Natha mengajak mereka untuk makan bersama. Natha memanggil bi Titik yang ada di dalam kamar untuk makan bersama. Natha memang tidak membeda-bedakan derajat, menurutnya semua orang sama. Bi Titik telah ia anggap seperti keluarganya sendiri. Bi Titik dan suaminya si mang Ujang yang berprofesi sebagai sopir pribadi Ayah Natha telah bekerja di rumah Natha hampir dua puluh lima tahun.
Dulu bi Titik sebelum menetap di rumah Natha, ia dan sang suami telah bekerja ditempat Oma dan Opanya Natha kurang lebih 10 tahun. Kemudian mereka dipindahkan ke rumah Natha karena utusan sang Opa. Bi Titik telah merawat abang Nabil, Nizal dan Natha sejak masih bayi. Bi Titik dan suaminya merupakan orang baik, sopan, ramah dan suka bercanda.
Kembali ke meja makan hehe..
“Alaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaa bannar” ucap Natha memimpin do'a yang diamini ciwi dan bi Titik.
Mereka pun mulai melahap makanan yang terdapat dipiring masing-masing dengan tenang. Selesai makan bersama, Natha dan ciwi-ciwinya membantu bi Titik membersihkan meja makan. Dewi dan Ayu membawa piring kotor ke dapur, Natha mencuci piring, Sila dan bi Titik mengelap maja makan yang berukuran besar tersebut.
Selesai mengerjakan pekerjaan masing-masing, Natha, Dewi, Ayu dan Sila menuju ruang tamu. Merek bersantai seraya bercerita manja. Tak berselang lama datanglah bi Titik dari dapur untuk berpamitan.
"Neng Natha, bibi' ke pasar dulu ya neng mau belanja buat besok." ucap bi Titik yang meneteng tas belanjanya.
"Bentar bi, Natha ganti baju dulu." ucap Natha seraya berdiri dari duduknya.
"Nggak usah neng, cuma sebentar kok. Bibi' juga sore ini ada perlu." jawab bi Titik yang dibalas anggukan oleh Natha.
"Yaudah bibi' hati-hati dijalan, kalo ada apa-apa telpon Natha ya.." ucap Natha seraya mengangkat jempol dan kelingkingnya membentuk panggilan.
"Iya neng, pamit dulu neng Natha, neng Sila, neng Dewi, neng Ayu. Assalamualaikum." ujar bi Titik meninggalkan ruang tamu
"Waalaikumsalam," ucap mereka berempat.
"Hati-hati bi Titik." ucap Ayu, Dewi, dan Sila bersamaan sambil melambaikan tangannya.
Setelah bi Titik meninggalkan rumah, Natha berserta ciwi ciwinya menaiki tangga secara beriringan memasuki kamar Natha. Mereka mengerjakan tugas yang mereka terima dari pak Alfarizi. Mereka mengerjakan tugas secara individu tanpa saling mencotek, tak lama kemudian mereka menyelesaikan tugasnya dan langsung memasukan buku ke tas masing-masing.
Selesai mengerjakan tugas, mereka mandi secara bergantian Natha dan Sila mandi di kamar Natha, sedangkan Dewi dan Ayu mandi di kamar mandi sebelah dapur. Lalu usai mandi mereka melaksanakan sholat ashar berjamaah.
"Wi imamin." ucap Natha singkat.
"Nggak deh lho aja, atau nggak Sila, atau Ayu tuh." ucap Dewi menolak.
"Lho aja deh Nath." ucap Ayu dan Sila bersamaan dengan cenggirannya yang dibalas deheman oleh Natha.
Usai sholat ashar berjamaah mereka kembali ke kamar Natha. Mereka mengisi waktu mereka dirumah Natha dengan bersantai bercerita atau main game online.
Adzan magrib tekah berkumandang membuat Natha dan ciwi ciwinya menghentikan guyonan mereka. Mereka bergegas mengambil air wudhu dan turun ke bawah keluar rumah Natha berjalan menuju masjid dekat rumah Natha.
Saat keluar dari rumah mereka berpapasan dengan bi Titik yang meneteng tas belanjaannya yang penuh dnegan buah dan sayur. Natha dan ciwi ciwinya berpamitan ke bi Titik untuk pergi ke masjid.
Saat mereka berjalan menuju masjid Sila menepuk ketiga bahu sahabatnya secara bergantian. Mereka langsung menoleh ke Sila dengan tatapan penuh tanya.
"Bukannya itu ketos ama kak Wildan ya?" tanya Sila sembari menunjuk ke arah dua pemuda sedang mengobrol penuh tawa.
"Iya itukan kak Wildan." ucap Dewi penuh semangat dengan wajah berseri-seri.
"Ngapain tuh doi." ucap Ayu yang dibalas gelengan dari ketiga sahabatnya.
Usai sholat magrib berjamaah di masjid mereka menuruni tangga dan memakai sandal masing-masing. Saat hendak keluar dari halaman masjid mereka berempat menghentikan jalannya saat ada suara yang memanggil Natha.
"Natha." ucap seorang pemuda.
"Iya.." jawab Natha seraya membalikan tubuhnya menuju suara yang diikuti ketiga ciwi-ciwinya.
"Ada apa," ucap Natha datar.
"Enggak ada apa-apa, kalian berempat kok disini?" tanya Bara.
"Kita lagi nginap dirumah Natha." ucap Ayu dengan semangat yang dibalas anggukan Dewi dan Sila yang tak kalah semangat.
"Ohh.." jawab Bara dan Wildan ber 'oh' ria.
"Kakak ngapain disini?" tanya Dewi pada Bara.
"Dari rumah Wildan, terus ini kita mau nugas." ucap nya yang diangguki oleh Wildan.
"Udah ayo, duluan kak," ucap Natha yang mengandeng ciwi ciwinya meninggalkan Bara dan Wildan.
"Iya hati-hati." ucap Bara dan Wildan bersamaan.
Dewi, Sila, dan Ayu pun berjalan menuju rumah Natha dengan candaan mereka yang mengoda Natha dengan nama Bara. Sesampai dirumah Natha, ia menyuruh ciwi ciwinya untuk masuk terlebih dahulu. Saat Natha hendak menutup pagar, ia terhenti saat melihat Bara dan Wildan yang ada didepan pagar Natha. Merek berdua menatap Natha dengan cengengesan yang menghiasi wajahnya.
"Ada apa kak?" tanya Natha pada Bara dan Wildan.
"Nggak papa cuma mau mastiin kalian pulang dengan selamat." jawab Wildan yang dibalas 'oh' dari Natha.
"Mampir?" tanya Natha menatap kedua pemuda didepannya.
"Enggak, ini mau balik dulu terima kasih." ucap Bara sambil menunduk malu-malu melihat tatapan Natha.
"Kembali kasih." ucap Natha seraya menutup pagar rumahnya. Baru selangkah dan hendak beranjak memasuki rumahnya, Natha menghentikan langkahnya saat mendengarkan salam dari Bara dan Wildan yang meninggalkan kediaman Natha.
"Assalamualaikum," ucap Bara dan Wildan bersamaan.
"Waalaikumsalam," gumam Natha seraya melangkahkan kakinya memasuki rumahnya.
Di dalam rumah...
"Dari mana Nath?" tanya Ayu, Sila, dan dewi bersamaan
"Dari depan, ada kak Bara sama kak Wildan tadi." ucap Natha yang membuat ketiga ciwi ciwinya bertanya-tanya.
"Ada apa?" tanya Sila.
"Kenapa?" tanya Dewi.
"Katanya 'cuma mau mastiin kalian pulang dengan selamat' " jawab Natha yang dibalas senyuman aneh dari tiga temannya.
"Kalian apa kalian." ucap Dewi, Ayu, dan Sila saling bertatapan sambil cengengesan yang dibalas angkatan bahu acuh Natha.
Beri Natha like, coment, dan vote ya thanks..