
Konser kecil-kecilan yang diadakan SMK NUSA BANGSA 01 akan dimulai pada malam hari. Kini semua panitia telah siap dengan acara mereka. Pakaian yang harus dikenakan lumayan simpel, bagi siswi harus menggunakan kaos berwarna putih, sedangkan siswa menggunakan kaos berwarna hitam, itu juga atas permintaan wakil ketua osis dan juga inti lainnya.
Kini di sebuah kamar yang hampir penuh dengan warna pink itu terdapat dua gadis yang sedang berkaca berdandan rapi dengan tampilan yang tidak terlalu mencolok.
"Alhamdulillah para Osis nyuruh makek bajunya yang kagak ribet," gumamnya yang masih bisa didengar manusia sebelahnya.
"Iyalah, siapa dulu dong anak buah Sila, harus nurut dong ama gue..." ujarnya seraya membenarkan jarum pentul pada kerudungnya.
"Emang berani bilang gitu ke semua Osis?" Tanya Dewi.
"Ya kali gue punya keberanian setinggi tiang bendera!?" Jawab Sila.
"Mental tempe," ejek Dewi yang dibalas pelototan Sila.
"Gapapa dong, dari pada lo tahu?!"
"Ayu mana? Katanya sholat isya' kok nggak balik-balik," tanya Dewi.
Ceklek... (pura-pura aja suara pintu kebuka)
"Eh kita berangkat dulu, apa ke rumah Natha dulu nih?" Tanya Ayu yang baru saja membuka pintu kamar tersebut.
Dewi menoleh pada pintu yang terbuka dan berkata pada Ayu yang hanya menampakan kepalanya, "Kita disuruh langsung sih katanya dia mau berangkat sendiri dan paling penting katanya 'KITA NGGAK BOLEH KE RUMAHNYA!!' gitu sih peringatan dari Nona Bramana waktu nelpon tadi."
Ayu menaikan sebelah alisnya lalu berujar "Ada yang nggak beres tuh anak!?"
Sila berjalan menuju Ayu dan mencolek dagunya dengan gelengan kecil seraya berkata pada Ayu, "Isthigfar sayang, nggak boleh su'udzon!?"
"Bener tuh beb," tambah Dewi dengan mengerlikan sebelah matanya pada Ayu.
"Astagfirullah," gumam Ayu seraya mengelus dadanya.
"Berangkat sekarang guys?" Tanya Dewi dengan semangat yang diangguki kedua sahabatnya yang tak kalah antusias.
•••
Di Kediaman Bramana
"Dek, kamu jadi berangkat apa enggak?" Tanya Bang Nizal seraya menguncangkan bahu adiknya yang sekarang sedang pura-pura tidur.
"Hmm.."
"Jadi berangkat apa enggak, ada Bara tuh dibawah!"
"Ngapain dia disini?" Tanya Natha yang datar namun sebenarnya ia kaget dengan kedatangan Bara ke rumahnya, namun ekspresinya tetap.
"Mana saya tau mbaknya, udah buru mandi, kalo nggak biar abang bilangin Bunda biar uang jajan kamu dipotong, terus motor kamu disita gegara nggak ngejalanin tugas nggak bener. Wakil Ketos kok males!?" Ujar Nizal.
"Iya, iya, nganceman lu Bang!!" Jawab Natha seraya berjalan ke kamar mandi.
"Cepet ya dek, gak pakek lama, jangan lupa sholat isya' !!" Teriak Bang Nizal seraya keluar dari kamar Natha. Sebenarnya ia tahu mengapa sang Adik belum juga berangkat, ya karena sang adik memang berencana tidak berangkat karena Natha itu pemalas jika ada acara-acara seperti itu.
Flashback on_
"Natha nya kemana?" Tanya Bara pada ketiga sahabat calon istrinya yang sedang bersenda gurau, yaampun Bara terlalu ke pd an.
"Kata Natha dia berangkat sendiri kak," jawab Sila.
"Tapi kok belum muncul ya sih Donat, coba telpon deh Wi siapa tau ada kabar?!" Ujar Ayu.
Bara yang memperhatikan ketiga gadis tersebut hanya diam, seraya menatap handpone Dewi yang berulang kali menelpon Natha tetapi dengan jawaban yang sama.
Dewi menatap Ayu dan Sila seraya mengelengkan kepalanya. Melihat itu Bara berpamitan kepada Ayu, Sila, dan Dewi lalu bergegas meninggalkan sekolahan.
Saat hendak memasuki mobilnya Bara terhenti saat mendengar Wildan yang meneriaki namanya.
"Kenapa?"
"Bentar doang Dan, nggak akan lama oke, assalamualaikum," jawab Bara.
"Waalaikumsalam, jangan lama hati-hati," ujar Wildan agak berteriak, menatap Bara yang memasuki dan melajukan mobilnya keluar sekolah.
Flashback _of
Setengah jam kemudian Natha turun dari kamarnya dan berjalan menuju kedua orang tuanya yang sedang berbincang-bincang dengan Bara.
"Bun, Yah pergi dulu ya!?" Pamit Natha seraya menyalami kedua orang tuanya.
"Pamit dulu Om, Tante," ucap Bara.
"Iya kalian hati-hati ya!" Ucap Bunda seraya mengantar keduanya ke depan pintu.
"Jagain anak Om ya Bar," titah Ayah.
"Assalamualaikum," ujar keduanya memasuki mobil Bara.
"Waalaikumsalam," jawab Bunda dan Ayah seraya melambaikan tanganya.
Di dalam mobil hanya ada keheningan yang meyelimuti. Natha memejamkan matanya seraya menyenderkan bahunya ke belakang. Sedangkan Bara hanya sesekali melirik Natha lalu kembali fokus mengendarai mobilnya.
"Nath..?" Panggil Bara.
"Iya,"
"Kenapa kamu tadi belum berangkat?"
"Males,"
"Ngapain kak Bara kok jemput, kan tadi Osis kan boleh dateng telat, buat istirahat jugakan," ujar Natha membuak matanya dan menatap jalanan.
"Ya nggak papa sih, kan kamu wakil aku, lagian kalo nggak ada kamu sepi tau, nggak ada yang nyemangatin aku," ujar Bara diakhiri kekehannya.
Sedangkan Natha hanya menatapnya seraya menautkan kedua alisnya dan berucap "Gak jelas!"
"Kamu suka lagu apa?"
"Apa aja sih dangdut juga suka, semua lagu Natha suka sih yang penting bukan lagu Kumenangis!!! membayangkan," jawab Natha yang membuat Bara terkekeh geli.
"Kamu imut kalo nyanyi," ujar Bara.
"Kapan sih Natha nggak imut," jawab Natha datar.
"Iya, iya calonku istriku selalu imut," kata Bara.
"Ogah!?" jawab Natha yang dibalas Bara senyuman manisnya.
"Kamu kalo masih ngantuk tiduran aja dulu,"
"Udah nggak!"
"Kenapa?"
"Karena udah sampek, thanks kak," ucap Natha seraya berjalan keluar dari mobil Bara. Sedangkan Bara menatap punggung Natha yang mejauh seraya tersenyum dan berjalan mengikuti Natha.
Beri like, komenannya dong kak...
Dan tengkiyu udah baca ya...