
...Selamat membaca!...
Burung-burung mulai berkicau, ayam-ayam mulai berkokok. Namun, gadis dengan balutan mukenah berwarna putih dengan hiasan bunga berwarna navy dipinggir mukenahnya itu masih tetap nyaman pada posisinya. Ia masih tertidur lelap dalam sujudnya.
Tok..tok..tok..
Suara seseorang mengetuk pintu.
Merasa tak ada jawaban sama sekali si pengetuk pintu pun membuka pintu lalu mengedarkan pandangannya menuju pemilik kamar.
"Astagfirullah.. sayang ayo bangun nanti telat loh kamu!" ucap Nathasya- sang Bunda yang sedang berusaha membangunkan anak gadisnya yaitu Nathaya Bramana.
Nathaya Bramana merupakan anak ketiga dari pasangan seorang pengusaha bernama Naufal Bramana dan wanita penyayang bernama Natasya Bramana, Natha memiliki dua kakak kembar yang biasa ia panggil abang yaitu Nabil Bramana dan Nizal Bramana yang masih kuliah.
Bunda selalu membangunkan Natha yang selalu kembali tidur seusai sholat subuh, ia adalah anak yang sangat pemalas untuk berangkat sekolah, saat bunda sedang membuka gorden, perlahan tapi pasti Natha membuka matanya dan bertanya.
"Jam berapa bun sekarang?" tanyanya.
"Hampir jam setengah tujuh sayang!" jawab Bunda yang berbohong agar Natha bergegas mandi ucapnya sambil tertawa kecil.
"Astaganaga, astagfirullah!!" teriak Natha seraya bergegas berdiri dari sajadahnya lalu segera melepas mukenahnya dan berlari menuju kamar mandi.
"Hati hati sayang!" ucap Bunda yang kaget oleh tingkah anak gadisnya.
Selesai membuka jendela bunda langsung turun untuk menemani suami dan anak-anaknya sarapan. Matahari semakin naik dan meja makan mulai sepi tinggal 15 menit lagi pukul sudah menunjukan jam 07.00 WIB pas namun, Natha belum muncul juga, bunda pun mulai melangkahkan kakinya menuju kamar Natha. Belum sampai tiga anak tangga dinaikinya Natha berlari turun sambil mencium tangan bundanya lalu mengucapkan salam. Lalu ia bergegas ke garasi, memakai helm dan langsung menancapkan gas motor ninja hijau kesayanganya dengan cepat.
Saat berada dilampu merah, lampu hijau menyala dan tinggal hitungan detik menuju lampu merah Natha menaikan kecepatan motornya. Ia tak mempedulikan amarah pengendara lain yang jengkel padanya, namun ia lebih khawatir jika ia telat ke sekolah.
Saat ia sampai di sekolahannya kekhawatirannya pun terjadi, ia terlambat 2 menit dan jam yang ia kenakan sekarang sudah menunjukan pukul 07.02 WIB, ia merasa kesal karena ini adalah kesekiannya ia terlambat ke sekolah lagi dan lagi. Ceroboh memang!
"Astagfirullah terlambat lagi gue, mampus deh gue ketemu sama Bu bobrok lagi!" umpatnya kesal sambil memukul tangki motornya.
"Neng silakan masuk lewat belakang ya neng, Bu Ami nungguin yang pada telat tuh neng!" ucap pak Hari satpam di sekolahan Natha diiringi angkatan sebelah alisnya dan tawa ejekannya.
"Makasih loh pak Hari atas ejekannya, permisi," ucapnya dengan tatapan dinginnya.
Sesampai Natha memarkirkan motornya ia berjalan menuju lapangan upacara, ia bergegas menyalami bu Ami yang memperhatikannya. Ia mengucapakan salam dan dibalas oleh bu Ami. Bu Ami lalu menyuruh Natha menaruh tasnya ke kelas dan kembali ke lapangan, Natha langsung berlari ke kelas dan kembali lagi ke lapangan menemui bu Ami.
"Alhamdulillah sampek juga!?" ucap ketiga sahabat Natha bersamaan yang baru sampai di lapangan.
"Loh kalian telat juga?" tanya Natha yang melihat ketiga temannya ngos-ngosan.
"Iyalah gak liat apa mata lu kita baru dateng," jawab Dewi sambil mengembungkan pipinya.
"Sudah jangan banyak bicara kalian bawa tas kalian ke kelas dan kembali kesini lalu lari mengelilingi lapangan sepuluh kali!" perintah Bu Ami yang membuat ke empat siswinya itu melongo tanpa berkedip.
Saat sudah delapan putaran mengelilingi lapangan Natha merasa sangat lelah dan kepanasan ia pun berhenti untuk berlari tak lama kemudian ketiga kawannya juga ikut berhenti dan mengatur nafasnya masing-masing.
"Ayoo semua kesini.. cepat!!" suara tegas tersebut memecah gurauan Natha, Dewi, Sila, dan Ayu.
"Ayo cepet nanti marah tuh, doinya Natha," ucap Ayu yang mengoda Natha.
"Doi pala lho gepeng!" ucap Natha kesal, seraya meninggalkan ketiga sahabatnya yang tertawa terpingkal-pingkal.
"Kelihatanya semua lelah, jadi semua kembali ke kelas masing-masing dan tolong sangat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, terima kasih."
Pemuda tampan yang berlalu meninggalkan lapangan upacara.
"Baik bener tuh ketos lihat Natha kecapekan, langsung dibubarin semua?" ucap Ayu yang menaikan satu alisnya dan menahan tawa.
"Udah diem gak lho semua, berisik lagi gua sumpelin mulut lho pakek kaos kaki!" ucap Natha yang meninggalkan lapangan menuju kelas dengan perasaan kesal pada sahabatnya yang dibalas tawa pecah dari ketiga sahabatnya.
Jam menunjukan pukul 09.30 WIB waktunya istirahat bagi murid SMK NUSA BANGSA 01. Semua murid berlarian menuju kantin untuk mengisi perut mereka masing-masing. Namun, berdeda dengan empat manusia yang masih setia menetap dikelas untuk menunggu kawan mereka yang sedang menamatkan tugasnya.
"Ayo udah selesai nih, ayo ke kantin keburu laper gue!" ucap Natha yang selesai menutup buku tulisnya.
"Udah selesai Nath, yaudah ayo gue juga laper," ucap Ayu dan Sila bersamaan.
"Hayuk meluncur!!" ucap Dewi mengandeng tangan Natha sembari meninggalkan kelas.
Sesampai dikantin mereka memesan bakso extra pedas, bakso extra pedas merupakan makanan favorit mereka, mereka hampir mempunyai selera yang sama mulai dari makanan hingga hobi pun sama.
Mereka bersahabat mulai dari sekolah dasar, mereka masuk SMK NUSA BANGSA 01 juga nilai murni mereka sendiri mereka juga pandai dalam hal pembelajaran, walaupun mereka tak masuk sekolah sebulan pun mereka tak akan ketinggalan pembelajaran.
Saat mereka berbincang bincang Natha agak risih dengan pandangan seseorang yang selalu melihatnya. Namun, ia tak menemukan sesorang yang memperhatikannya. Sila yang peka pun berujar.
"Si doi tuh yang lihatin, jangan di tolehin tapi temenin makan gih!" ucap Sila sambil menyenggol bahu Natha.
"Apaain sih resek deh!" balas Natha.
"Kelihatannya tuh ketos suka sama lo deh Nath?" ucap Dewi yang dibalas angkatan alis dari Ayu menuju Natha.
"Jangan sok tahu deh kalo gue suka beneran gimana?" ucap Natha datar yang membuat semua mata sahabatnya membulat sempurna.
...Terima kasih untuk yang sudah baca....
...See u next chapter!...