
Sesampai dirumahnya, Natha langsung memasukan motor kesayanganya ke dalam garasi dan berjalan memasuki rumah menuju kamarnya. Saat melewati ruang tamu seluruh keluarganya sedang berkumpul berbincang sambil bercanda gurau.
"Asslamualaikum!"ucap Natha malas langsung menaiki anak tangga tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.
"Walaikumsalam!!" ucap Ayah,Bunda dan dua abangnya secara bersamaan.
"Kenapa tuh si adek!" tanya Ayah mengerutkan dahinya menatap anak bungsunya yang berwajah cemberut.
"Kecapekan mungkin yah!" jawab bang Nabil sambil fokus ke tvnya.
"Atau mungkin si adek habis berantem lagi, dari mukaknya kayak nahan kesel gitu," ucap bang Nizal.
"Ical sama Abil tolong lihat adek dong mungkin dia mau cerita sama kalian!" pinta Bunda yang di balas anggukan dari keduanya.
Lalu mereka berpamitan untuk naik ke atas menemui sang adek.
"Tok..tok..tok.. dek bukak nih bang Abil sama bang Ical mau masuk dong tok..tok..tok..?" ucap Nabil yang mengetuk pintu sedangkan Nizal hanya menyender pada tembok sambil menyikap kedua tangannya kedada dan memandang sang saudara kembarnya mengetuk pintu tak sabaran.
Ceklek..
"Ada apa?" tanya Natha dengan wajah juteknya.
"Sensi amat buk, si kembar boleh masuk gak?" tanya Nabil yang dibalas deheman dari Natha.
Saat mereka memasuki kamarnya Natha, Nizal menutup pintu dan ikut berbaring dikasur king size milik Natha.
Dan sekarang posisi mereka yaitu Natha ditengah dengan bantalan kedua tangan dibelakang kepala, Nabil sebelah kanan Natha menyampingkan badannya ke kiri menghadap Natha, dan Nizal juga menghadap Natha yang berada disebelah kanannya.
"Bang Abil sama bang Ical tau gak, Natha tuh bete banget sama ketos Natha di SMK. Pokoknya dia tuh nyebelin banget, resek abis deh bang." Natha bercerita sambil menutup matanya.
"Maksud kamu bikin kesel gimana?" tanya Nabil.
"Dia suka kamu mungkin dek!" ucap Nizal yang mendapat pelototan dari Natha.
Lalu Natha mulai menceritakan kejadian dari ia melempar bola basket sampai ia memenangkan tantangan dari Bara.
"What!! kamu hampir ditampar, wah minta dihajar tuh dek si nenek lampir, ikut ikutan lagi kenapa nggak kamu tonjok aja sekalian!" ucap Nabil yang ikut ikutan kesal.
"Emang kurang asem tuh juga ya si Bara, apa kita datengin aja ya rumahnya biar abang ajar sekalian!" ucap Nizal yang mulai memanas.
"Gausah cari masalah deh bang biar Natha aja, biar dia tau siapa itu Natha, urusan gitu mah kecil." Natha berujar dengan masih menutup matanya dan berbicara santai.
"Yaudah deh terserah kamu, kalo ada masalah bilang kita ya dan kalo dia macem macem sama kamu, jangan harap dia baik baik aja!" ucap Nabil yang menyeringai jahat persis pemeran antagonis di sinetron azab.
Natha dan Nizal yang melihatnya hanya tertawa keras melihat ekspresi Nabil yang tak biasa. Lalu, beberapa saat kemudian Bunda memanggil mereka untuk makan malam. Si kembar pun menyahuti ucapan Bunda namun, mereka menatap sang adik yang masih setia pada posisinya dan masih memejamkan matanya.
Ide jahil Nabil pun muncul ia membisikan sesuatu ke Nizal. Nizal pun tersenyum, lalu mereka melakukan aksinya yaitu menyeret kaki Natha dan langsung membopong Natha menuruni tangga. Natha yang diperlakukan seperti langsung berteriak meminta turun, namun tak dihiraukan oleh abang abang kembar.
"Bang Abil, bang Ical turunin nggak!!" ucap Natha yang meneriaki kedua kakaknya.
"Bentar dek dikit lagi sampek kok!" ucap Nabil dan Nizal bersamaan diiringi suara gelak tawa dari mereka yang kelihatan sangat bahagia mengoda adiknya.
"Abil, Ical udah kasihan adek kamu." Bunda berujar seraya mengeleng karena ulah anak anaknya.
"Bentar bun, biar adek tomboy nggak capek turun tangga Bunda," ucap Nizal sambil tertawa.
"Capek kenapa dek, kamu sakit?" tanya Ayah.
"Iya yah sakit hati saking keselnya sama si doi!" ucap Nabil yang mendapat cubitan di perut dari Natha.
Seusai sholat mereka pun kembali ke kamar masing masing. Ketiga saudara ini menaiki tangga bersamaan, namun saat mereka memasuki kamar masing masing Nabil dan Nizal mendengar suara benturan tembok.
Mereka langsung keluar kamar namun, mereka hanya mengeluarkan kepalanya saja.
"Ada apa Cal?" tanya Nabil yang dibalas gelengan oleh Nizal.
"Samperin yuk Bil, takut kenapa napa tuh si tomboy!"
Sesampai di depan pintu kamar Natha, mereka masuk tanpa izin dan melihat Natha yang terduduk di lantai sambil memegang kepalanya.
"Bang, kepala Natha sakit lagi?" tanya Natha yang membuat kedua abangnya mengerutkan alisnya dan saling menatap.
Keesokan harinya
"Dek.. ayo turun sarapan semuanya udah nunggu loh, keburu laper nih abang!" ucap Nizal menunggu sang adik tak kunjung keluar kamar.
"Iya bentar lagi makek kerudung!" ucap Natha agak berteriak.
"Faster beb!!" teriak Nizal dari luar kamar.
"Udah teriaknya yuk turun cepet gak pakek lama!" ucap Natha meninggalkan Nizal yang mematung didepan pintu.
"Adek, kenapa kok lama semua cuma nunggu kamu loh?" tanya Ayah.
"Maaf yah, tadi kerudung Natha kena tinta jadi ganti lagi deh maaf ya!" ucap Natha sambil menunjukan cengirannya yang dibalas gelengan dari sang ayah dan bunda.
"Ceroboh bingit Bu!" ucap Nabil mengejek.
"Masih pagi bang, jangan resek deh!" ucap Natha mengembungkan pipinya yang membuat semua orang tertawa ringan.
"Yaudah Natha udah selesai pamit dulu ya semua!" ucap Natha sambil menyalami san mencium pipi ayah, bunda dan abang kembarnya.
Meja makan telah kosong kini tinggal bunda yang membereskan sisa sarapan, semua orang telah pergi untuk urusan masing masing. Sekarang Natha pun sedang berada di depan pagar rumahnya, Natha tidak membawa motornya karena permintaan Bara kemarin.
Beberapa menit kemudian Ayu telah sampai di depan rumah Natha. Lalu ia menyuruh Natha agar memboncengnya.
"Nath?" panggil Ayu.
"Hmmm..," jawab Natha
"Mana bang Nabil Nath pengen liat gua, lama juga nggak ketemu?" ucap Ayu yang cengar cengir sendiri.
"Masih didalem ngambil mobil mungkin, lo mau gua panggilin?" ucap Natha yang mengeleng melihat Ayu yang salah tingkah dari kaca sepion.
"Nggak usah ngapain sih lo kurang kerjaan deh!" ucap Ayu menutup wajahnya.
"Wah ternyata seorang Ayu Aningrum mempunyai rasa malu juga!" ucap Natha mengejek sambil terkekeh.
"Diem gak lho, atau gua bilangin Bara nih?" ucap Ayu menantang.
"Iya neng Ayu tercuntak, terus lho ngomong gitu apa hubunganya sama Bara si demit, gajelas deh" ucap Natha yang geram mendengarkan nama Bara.
"Iya iya maap, udah kuy berangkat!"
...Terima kasih untuk yang sudah baca....
......See u next chapter!......