
Sesampainya di rumah Adel istirahat dulu sebentar baru membantu kakaknya bersih bersih rumah, lalu mandi setelah mandi Adel dan kedua kakaknya ngobrol santai di teras rumah.
"Kak kapan Ibuk pulang, aku sudah kangen banget, dah lama Ibuk di rumah nenek", tanya Adel.
"Katanya sih hari ini Ibuk pulang Del, tapi kok belum nyampek rumah ya", jawab Kak Mela.
"Sudah sudah sabar, mungkin nanti malam baru nyampek rumah, kan kita tidak tau Ibuk naiknya bus jam berapa?", jawab kak Rangga.
Adel dan Mela manggut manggut menanggapinya.
Saat mereka lagi asyik ngobrol di teras ada suara yang mengucapkan salam, "Assalamualaikum",
"Waalaikumsalam", jawab mereka bertiga.
"Ibuuuuuk aku kangen banget sama Ibuk, Ibuk lama betul di rumah nenek", teriak Adel sambil berlari dan memeluk ibunya dengan manja.
"Sudah sudah biarkan Ibuk masuk rumah dan istirahat dulu, nanti baru kita ngobrol ngobrol lagi", kata Rangga.
"Iya betul pasti Ibuk capek kan, sini Buk tasnya biar Mela yang bawa kedalam".
"Iiiih manja betul anak Ibu yang satu ini", kata Ibu sambil mencubit hidung Adel.
"Iya makasih sayang, kalian memang anak anak Ibu yang pinter pinter". Jawab Ibu dari pertanyaan Mela.
"Ya iya dong buk, kita kita memang anak pintar hehehehehe", jawab Rangga dengan bercanda.
"Ya udah ayo masuk rumah", ajak Ibu.
Mereka semua masuk rumah, lalu adel membantu Ibu membereskan tas Ibu yang berisi baju baju Ibunya, dan Mela di dapur menyiapkan makan malam, sedangkan Rangga menemani Ibunya di kamar sambil berbincang bincang dengan Ibu dan Adel. Mereka semua sangat senang dengan kepulangan Ibunya, mereka hanya memiliki orang tua tunggal, hanya Ibu lah yang mereka punya, karena Ayah mereka sudah meninggal sejak Adel duduk di bangku kelas 3 SD.
"Ibuk, Kak Rangga, Adel makan malam sudah siap, ayo kemari", teriak Mela dari ruang makan sambil menata makan malamnya.
"Iya sayang sebentar", jawab Ibunya dari kamar.
"Ayo kita ke ruang makan sayang, udah di teriakin tuh sama si cantik hehehe", ajak Ibunya kepada Adel dan Rangga.
"Ayok Buk", jawab Rangga.
"Ayok Buk, lagian aku juga sudah lapar Buk, lihat ni perut aku sudah protes nih kelkelkel", jawab Adel sambil bercanda.
"Kelkelkelkel, kamu itu bisa saja Deeel deeel", jawab Ibu.
"Adel itu sekarang begitu Buk, suka bercanda, sudah jangan diladeni buk, ayo kita ke ruang makan dulu, di tunggu Mela nih", Lanjut Rangga.
"Uuuuhh dasar Kak Rangga yang suka usil", jawab Adel sambil berlari bergelayut di tangan Ibunya. Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju ruang makan bersama.
"Uuuuuh haruumnya masakannya, pasti enak sekali nih, lama enggak makan masakan si cantiknya Ibu nih", kata Ibu memuji masakan Mela.
"Iya dong Buuk Kak Mela gitu loh, kan jago masak", saut Adel.
"Siapa dulu dong kalau bukan anak Ibuk yang cantik ini", saut Mela.
"Iya lah Mela gitu, gak kayak si bawel tu hanya makan aja bisanya hehehehe", ledek Rangga.
"Enak aja kakak bilang, gak kebalik apa yang suka makankan Kak Rangga weeek", bela Adel gk mau kalah sama Rangga. Semua yang ada di meja makan pada tertawa, Ibunya hanya geleng geleng kepala melihat mereka yang sedang ramai di meja makan.
"Sudah sudah jangan bercanda melulu, ayo cepat makan keburu dingin nanti makanannya", ajak si Ibu untuk menengahi mereka.
"Siap Ibuk", jawab ketiga anaknya dengan kompak, sambil tertawa, Ibunya senang sekali melihat mereka sangat rukun dan saling menyanyangi. Mereka pun makan malam dengan senang, karena sudah berkumpul kembali bersama Ibunya. Haripun sudah mulai larut malam, mereka beristirahat/tidur di kamarnya masing masing.
Keesokan paginya mereka melakukan aktifitas seperti biasanya, Adel siap siap untuk pergi ke sekolah, Adel pamit sama Ibu dan kedua kakaknya, karena Adel sudah di tunggu sama Finna dan Tita.
"Del Adeel", teriakan Finna mulai beraktifitas seperti biasanya.
"Adelnya masih dikamar masih siap siap, masuk dulu sini", jawab Ibunya.
"Eeeh my big mom sudah pulang hehehehe maaf mom, kami tidak tahu kalau mom sudah pulang", jawab Tita, sambil berlari memeluk Ibu Adel, Finna pun juga ikut berlari memeluknya.
"Mana sempet dia bilang ke kalian, mom baru saja pulang kemarin sore, udah ayo masuk dulu di tunggu di dalam".
"Udah enggak usah repot repot ke dalam, ayok kita berangkat", saut Adel dari arah kamarnya.
"Kak, Buk Adel berangkat sekolah dulu ya". Pamit Adel sambil salim sama kedua kakaknya yang ada di dalam, dan Ibunya yang di luar menemani Finna dan Tita.
"Mom kami berangkat dulu ya, nanti pulang sekolah kami kesini lagi kangen sama big mom dan mau nagih oleh oleh kami, daaadaaaa my big mom".
Pamit mereka berdua sambil berteriak, karena tangan mereka berdua di tarik Adel untuk berangkat, Adel tertawa melihat tingkah mereka ke Ibunya.
"Iya sayang hati hati kalian berangkatnya, tenang saja, mom sudah siapin untuk kalian", jawab Ibunya sambil geleng geleng kepala melihat tingkah mereka.
Selain Rangga dan Mela yang dianggap sebagai kakaknya, mereka juga menganggap Ibunya Adel sebagai Ibu keduanya mereka, bahkan mereka memanggilnya dengan sebutan " BIG MOM". Bahkan mereka tidak sungkan sungkan untuk bermanjaan dengan Ibunya Adel. Diperjalanan mereka bertiga ngobrol ngobrol sambil bercanda.
"Del kapan big mom pulang, kamu kok gak kasih tau kita sih?", tanya Tita.
"Iya kok kamu gak ngasih tau kita, kita kangen tauk sama big mom", jawab Finna.
"Kangen apaaa nunggu oleh oleh dari Ibuk hahahaha", canda Adel ke mereka.
"Hahahahahaha yaaa dua duanya laaah, ya kan Ta", jawab Finna.
"Ya iyalah wkwkwkwkwk", lanjut Tita.
Mereka bertiga tertawa bersama. Tak lama kemudian mereka sampai di sekolah, mereka menuju ke parkiran sekolah untuk memarkir sepedanya, disitu ada Revan dan kedua temannya, mereka sedang menunggu Adel.
"Heey Del, baru datang ya?", tanya Revan.
"Eeeh kak Revan, iya kak kita baru nyampek", jawab Adel.
"Tumben kakak belum ke kelas", tanya Finna.
"Belum aku sengaja nunggu kalian disini, nanti pulang sekolah kita jalan jalan yuk, aku mau traktir kalian bertiga", ajak Revan.
"Loooh loooh, kok cuma mereka bertiga yang di traktir, kita kita enggak ya?", jawab Dino.
"Iya waah gak adil ini namanya", saut Ferdi.
"Makanya kalau ada orang ngomong tu di dengerin dulu, jangan main nylonong saja, nanti aku traktir mereka bertiga bersama kami", jawab Revan.
"Hehehehehe iya iya maaf", mereka senyum senyum sambil minta maaf dan garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Giman Del, Fin Ta bisa enggak kalian?", tanya Revan.
"Wadduuh gimana ya kak, bukannya aku menolak ajakan kakak, tapi aku bener bener enggak bisa untuk hari ini kak", jawab Adel.
"Emang kenapa?", tanya Revan.
"Ayolah Del ikut saja, kan kita jalan juga enggak sering sering", saut Dino.
"Tapi kak, hari ini aku bener bener enggak bisa, begini saja, bagaimana kalau besok saja, aku janji besok aku akan menuruti kakak untuk jalan jalan". Jawab Adel.
"Gini lo kak, Big Mom kan kemarin sore baru pulang dari rumah neneknya, jadi Adel dan kita kita masih kangen sama big mom", jawab Tita.
"Sebentar sebentar, big mom itu siapa?". Tanya Revan.
"Big mom itu Ibunya Adel kak, kita memanggilnya dengan sebutan Big mom, jadi hari ini kita enggak bisa jalan dulu, kita masih kangen kangenan sama big mom, karena big mom lama tidak pulang, big mom harus ngerawat neneknya Adel sampai sembuh, jadi big mom baru pulang kemarin, gitu kak", jelas Finna.
"Iya benar yang dikatakan Finna, maaf banget ya kak, besok saja ya kak", jawab Adel sambil memohon.
"Ya sudah besok saja gak apa apa, tapi janji ya, besok kita jalan jalan", jawab Revan.
"Iya kak siap", jawab mereka bertiga bersamaan.
Setelah mengobrol panjang lebar mereka berjalan menuju kelasnya masing masing.