
"Del, sejak pertama aku melihatmu, aku mempunyai rasa sama kamu, aku suka sama kamu Del" kata Revan.
"Aah kak Revan jangan bercanda gitu dong kak, aku takut ada yang marah entar kak?" Jawab Adel.
"Emang siapa yang marah?"
"Ya pacar kakaklah, dikira nanti aku merebut kakak".
" Astaga Del, sudah berapa kali aku bilang, kalau aku belum punya cewek ataupun pacar, kenapa sih kamu enggak percaya sama aku".
"Maaf kak bukannya aku gk percaya sama kakak tapi, banyak cewek cewek yang lebih cantik dari pada aku kak, yang ngejar ngejar kakak".
"Tapi aku tidak suka cewek cewek itu Del, aku hanya suka sama kamu Del, Percayalah sama aku Del".
" Iya iya kak aku percaya sama kamu, karena aku melihat perjuangan kakak selama ini".
"Trus gimana Del, kamu mau enggak jadi pacar ku?"
"Aku mau kak, karena sejak ketemu sama kak Revan, aku juga mempunyai rasa sama kakak, tapi aku hanya bisa memendamnya sendiri, karena aku tahu diri, karena banyak fens kakak yang lebih cantik, maka dari itu aku selalu cuwek sama kakak".
"Beneran Del kamu juga ada rasa sama aku? sudahlah lupakan cewek-cewek yang ngefans sama aku".
" Iya kak beneran, tapi sebelum kita pacaran, aku ada satu permintaan sama kakak".
"Apa itu Del?"
"Aku ingin, jangan sampai ada yang tahu kalau kita lagi jadian ataupun kita pacaran kak, karena aku tidak ingin mengecewakan fens-fens kakak, jadi kita jalani seperti kita berteman atau bersahabat seperti biasa gitu kak, gimana kak?"
"Taaaapiii Del, aku ingin semua satu sekolahan tahu kalau kamu itu pacar aku, biar nanti tidak ada lagi cewek yang godain aku atau cowok yang godain kamu Del".
" Kak tolong, percayalah sama aku kak, aku itu bener-bener sayang sama kamu kak, aku berbuat begini karena aku tidak mau punya musuh kak, karena nanti jika semua satu sekolahan tahu kalau kita pacaran otomatis fens-fens kakak akan benci dan memusuhi aku kak, bahkan bisa jadi mereka akan menyerangku, aku tidak mau itu terjadi kak, apalagi nanti kalau kak Rangga tahu aku punya masalah sama teman satu sekolahan gara gara ngerebutin cowok, pasti aku kena marah kak, tolong mengertilah kak".
"Ok ok aku mengerti maksud kamu Del, baiklah, aku menyetujui permintaanmu, jadi hari ini kita resmi pacaran niiiih".
(Adel menjawabnya dengan menganggukkan kepala sambil senyum-senyum malu).
"Jawab dong Del jangan menganggukkan kepala doang" (Revan sengaja menjaili Adel).
Lalu Adel menjawabnya dengan malu, "Iya kak hari ini kita resmi jadian".
Akhirnya mereka jadian juga. Bel pun berbunyi tanda istirahat sudah selesai, dan harus kembali ke kelas masing-masing.
"Kak bel sudah berbunyi, aku masuk kelas dulu ya"
"Iya Del, aku juga mau masuk kelas, tapi kamu jalan duluan saja ya, sampai jumpa nanti pulang sekolah".
"Iya kak makasih atas pengertiannya, sampai jumpa juga"
Sesampainya di kelas Adel berteriak menyapa para sahabatnya itu dengan riang.
"Heeeeeyyy girls"
"Heeey tuan putri" Jawab keempat sahabatnya dengan kompak.
"Waaah waah kenapa ini, kelihatannya lagi happy banget" tanya Dina.
"Huuust pelan pelan entar Nathan dengar, dia ngeliatin kita looh" jawab Fanni
"Iya Nathan lihat sini girls, nanti saja aku ceritain ya" Jawab Adel dengan santai.
Ketika Adel masuk kelas dengan happy, ternyata Nathan memperhatikannya, dan Nathan bertanya tanya kepada hatinya, kenapa Adel kok happy banget ya, emang ada apa ya, masak dia punya cowok lagi?
"Kenapa ya itu si Adel, masuk kelas tiba-tiba terlihat happy, apa dia punya cowok lagi ya, belakangan ini kan dia dekat dengan kak Revan, aaah sudah ah gak boleh berfikir negatif, mending nanti aku tanya langsung saja sama Adel". Kata Nathan dalam hatinya. Sampai sampai Nathan tidak memperhatikan kalau ada Pak Johan datang, karena dia melamun dan terlihat ada yang mengganggu pikirannya. Dia tersadar dari lamunannya ketika Pak Johan memanggilnya.
"Nathan... Nathaaan"
"Eeh iya Pak, ada apa ya Pak? maaf saya tidak tahu kalau Bapak datang"
"Kamu itu kenapa ngelamun saja?"
"Oh iya, nanti sebelum pulang sekolah tolong ke ruangan saya sebentar ya, karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan mengenai perlombaan kelas besok,",
" Iya pak nanti saya akan ke ruangan Bapak".
Setelah itu Pak Johan bepamitan pada seluruh siswa di kelas. Karena ini bukan jadwalnya Pak Johan mengajar kelas Adel. Pak Johan datang ke kelas Adel hanya karena ingi bertemu dengan Nathan, karena Nathan adalah ketua kelas di kelasnya Adel, itu sebabnya Pak Johan mencari Nathan. Semua teman sekelas Nathan termasuk Adel, mereka tertawa terbahak bahak ketika melihat expresi Nathan yang terlihat kaget sewaktu di panggil Pak Johan. Setelah jam pelajaran terakhir selesai Nathan pergi ke ruangan Pak Johan, sebelum pergi Nathan berpesan kepada semua teman sekelasnya agar tidak pulang terlebih dahulu, karena Nathan akan menyampaikan pengumuman kepada teman temannya setelah dari ruangan Pak Johan.
Tak lama kemudian Nathan sudah kembali lagi ke kelas, lalu Nathan menyampaikan apa yang yang telah di sampaikan oleh Pak Johan.
"Teman teman minta waktunya sebentar ya"
"Iya Nath, ada pesan apa dari Pak Johan?" tanya salah satu teman sekelasnya.
"Begini teman teman, tadi Pak johan bilang, kita harus bekerja sama untuk menghias atau pun membuat kelas kita beda dari kelas lain, tadi Pak Johan juga memberi saya uang, untuk tambahan kas kita dan untuk keperluan apa saja yang di butuhkan untuk mempercantik kelas".
"Wah kalau begitu kita harus kerja sama agar kelas kita beda dari yang lain, bagaimana teman teman, kalian setuju kan?" jawab Fanni.
"iya aku setuju"
"aku juga siap"
"aku juga"
Jawab teman temannyan secara bergantian.
"Ok kalau begitu kapan kita mulai merapikan kelas kita?" tanya Tita.
"Bagaimana mana kalau kita mulai dari sekarang, lagian kita sudah diluar jam sekolah".
Akhirnya mereka menyetujuinya untuk merapikan, membereskan, menghias bahkan sampai membuat kelas kita yang waaaooo. Mereka semua bekerja sama dengan baik, ada yang mengepel lantai, ada yang mengecat tembok, ada yang memberi hiasan dan lain sebagainya.
Tak terasa waktu sudah sore, akhirnya mereka telah mnyelesaikan semua pekerjaannya masing masing.
"Ok sekarang kelas kita sudah rapi, sekarang waktunya pulang"
"iya mari kita pulang, karena besok kita juga harus mempersiapkan kelas kita lagi, agar terlihat lebih indah lagi".
" Ok.. ok, mari kita pulang".
Akhirnya mereka semua pulang ke rumahnya masing masing Saking semangatnya untuk menghias kelas, Adel pun lupa ada janji dengan Revan untuk pulang bersama.
*Flash back*
Revan yang sudah lama menunggu Adel di parkiran sekolah, akhirnya Revan nyamberin Adel ke kelasnya.
"Heey Del, kok lama nggak pulang pulang, aku nunggu i kamu dari tadi di parkiran sekolah"
"Heeey kak, maaf tadi aku lupa ngasih tau ke kamu, kalau aku pulangnya terlambat, karena harus nunggu Nathan, karena ada sesuatu yang masih di bicarakan sama Pak Johan mengenai kelas kami"
"Ya udah aku tungguin ya"
"Enggak usah kak, kakak pulang saja dulu, karena aku sama teman teman masih harus merapikan kelas dulu agar besok kelas kita lebih indah"
"Tapi aku pinginnya pulang bareng sama kamu"
"Sudahlah kak, kakak buruan pulang saja dulu, nanti teman sekelasku pada curiga lo kak"
"Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu ya, kamu hati hati nanti pulangnya"
"Iya kak, makasih atas perhatiannya"
"Beey beey, aku pulang dulu"
"Daaaa kak, hati hati"
Akhirnnya Revan pulang duluan dan Adel masih di sekolah.