Adelina

Adelina
Ketemu Aldi



Disisi lain Fina, Dino, Tita dan Ferdi ngobrol sendiri dengan asyik.


"Eh Fin asyik ya kita bisa makan bareng", celoteh Dino.


"Ya iyalah asyik dan menyenangkan, kaaaan gratis, Wakakakakak", jawab Finna sambil bercanda dan tertawa terbahak bahak diikuti dengan Tita dan Ferdi. Sebenarnya Dino itu suka sama Finna, tapi Finna tidak tau itu, karena Dino masih menyembunyikan perasaannya, dia tidak mau terburu buru.


"Betul itu Fin, yang sering sering Kak ya nraktirnya, wakakakakak", jawab Tita sambil tertawa diikuti Finna. Ketiga laki laki itu tersenyum.


"Tenang saja Tit, gampang itu hehehe", jawab Revan.


"Hehehehehe bercanda kak", jawab Tita. Lalu pesanan pun datang, mereka mengakhiri obrolannya.


"Silahkan nona nona cantik dan mas mas ganteng".


"Trimakasih Pak".


"Sama sama nak, Bapak kembali kerja dulu ya".


"Iya Pak". Jawab Adel. Saat mereka makan dengan tenang, mereka terdengar suara yang memesan ke Bapak penjual. Lalu mereka melihat kearah suara itu, ternyata itu adalah suara Aldi, Aldi sebenarnya tidak tahu kalau disitu ada Adel. Saat mereka melihat kearah Aldi, Aldi baru menyadarinya, lalu Aldi juga menoleh dan tersenyum kearah mereka saat mereka menyapanya.


"Siang Pak, Mie ayamnya masih Pak?", sapa Aldi dan menanyakan kepada Bapak penjualnya.


"Eeeeh ada mas cakep, masih mas, mau di bungkusin berapa?".


"Mie ayam 2, bakso 2 ya Pak", jawab Aldi.


"Siap mas ganteng, silahkan duduk dulu mas ya, Bapak masakin dulu".


"Iya Pak makasih". Lalu Revan menyapa Aldi.


"Loooh Kak Aldi, sini kak gabung sama kita kita". Sapa Revan.


"Oooh iya trimakasih", jawab Aldi sambil melihat ke arah Adel.


"Hey kak", sapa Adel dan diikuti teman temannya.


"Hey semua", Aldi menjawabnya dengan rasa canggung.


"Kak Aldi sering kesini juga ya?", tanya Tita.


"Iya kadang kadang sih".


"Kak Aldi, kok enggak makan disini kenapa, kan enak bisa gabung sama kita kita biar rame, ya kan temen temen".


"Iya betul itu kak, kata Adel". Jawab Finna.


"Enggak, soalnya kemarin sore ada saudaraku datang ke rumah dia nginep, lalu Ibu menyuruhku beliin mie ayam sama bakso kalau pulang sekolah".


"Ooh gitu ya kak", saut Dino.


"Iya". Tak lama kemudian pesanan Aldi datang.


"Mas cakep ini sudah selesai pesanannya".


"Ooh iya makasih Pak, jadi berapa Pak total semuanya?".


"Semuanya Rp 28.000 mas".


"Ini Pak uangnya pas ya Pak, makasih Pak".


"Iya sama sama mas cakep". Setelah membayar Aldi pamitan pulang dulu sama mereka.


"Van, Del dan semua mari aku duluan ya".


"Iya silahkan kak", jawab mereka semua.


"Hati hati di jalan Kak", lanjut Adel.


"Iya trimakasih semua". Lalu Aldi berjalan pulang duluan. Disisi lain Adel memandang punggung Aldi saat Aldi berjalan pulang, Revan menyadari itu, lalu Revan menegur Adel.


"Eeeh enggak kok Kak, kenapa sih kamu berfikir begitu, aku cuma berfikir, kok mau ya Kak Aldi itu disuruh Ibunya mampir dan membelikan mie ayam dan bakso, biasanyakan anak laki laki tuh banyak malunya, kecuali bareng sama temen temennya kayak kita kita, ya kan", alasan Adel agar tidak dicurigai Revan.


"Iya ya betul kata Adel", jawab Finna.


"Coba Kak Revan, Kak Dino dan Kak Ferdi mau gak kalian pulang sekolah sendirian trus disuruh Ibu kalian seperti Kak Aldi tadi, hayo jawab jujur". Saut Tita.


"Ya enggaklah, malu aku", jawab mereka bertiga dengan spontan.


"Nah ya kan, kalian saja langsung jawab malu". Jawab Adel.


"Iya deh iya maaf", rengek Revan ke Adel.


"Iya aku maafin, makanya jangan cemburuan gak baik tauk".


"Ciiiieelllaa ada yang cemburu ya tadi wkwkwkwkwwk", canda Ferdi sambil tertawa dan diikuti semuanya.


"Aaah dasar kamu, awas saja kamu Fer suatu saat jika kamu punya pacar, kamu pasti tau bagaimana rasanya cemburu, bahkan kamu akan lebih cemburuan dari aku, lihat saja nanti", jawab Revan dengan sedikit emosi.


"Iya bos maaf, kan aku cuma bercanda", jawab Ferdi. Revan cuma diam tidak menanggapinya, dia malah enak enakan meneruskan makannya.


"Kak Revan sayang, sudahlah jangan marah marah entar gantengnya hilang loh".


"Adel sayang, aku enggak marah, cuma aku sebel aja sama mereka".


"Ya sudah ayo kita teruskan makannya". Ajak Finna menengahi emosi Revan. Setelah Adel selesai makan, Adel bertanya kepada Bapak penjual.


"Pak itu tadi Kak Aldi ya?", tanya Adel.


"Betul non, itu tadi mas cakep Aldi, kelihatannya non dan teman teman non mengenalnya ya, kok Bapak lihat tadi kalian mengobrol".


"Kak Aldi itu kakak kelas kita Pak, makanya kenal, cuma enggak deket sih, cuma tau saja, ya kan temen temen?".


"Iya bener Pak, tapi yang aku tau, Kak Aldi itu ramah dan sopan banget". jawab Finna.


"Eeeheeem", dehem Dino, karena Dino merasa cemburu Finna memuji Aldi. Revan dan Ferdi tertawa berdua karena melihat Dino cemburu. Tapi ketiga cewek itu tidak menanggapinya.


"Pak, dia sering ya kesini?", lanjut Adel tanya ke Bapak penjualnya, karena Adel sangat penasaran.


"Iya non, selain non yang cantik ini, mas cakep itu sering banget kesini, bahkan dia dan keluarganya pelanggan tetap Bapak, makanya Bapak sangat mengenal dia".


"Oh begitu ya Pak, tapi Kak Aldi kok enggak malu ya pak, mampir sendirian dan membawa bungkusannya".


"Iya non, kenapa harus malu non, dia itu sudah terbiasa non, non tau enggak, kalo mas cakep itu orangnya baik banget non, keluarganya pun juga sangat baik non".


"Oooh gitu ya Pak, Oke makasih Bapak sudah meluangkan waktu Bapak untuk menjawab sedikit pertanyaan saya".


"Sama sama non cantik". Mereka semua hanya diam dan manggut manggut mendengar cerita Bapak penjual itu. Lalu Adel mengatakan sesuatu kepada Revan agar Revan tidak berfikir kalau Adel sedang menggali informasi tentang Aldi.


"Hey kalian para cowok cowok dengerin tuh Bapak, Kak Aldi tu memang berbakti ma ortunya, jadi Kak Revan kalau di suruh orang tua tidak boleh membantah, Adel ingin Kak Revan bisa berbakti kepada ortu kakak".


"Iya Iya bu bos", jawan Dino dan Ferdi, Finna dan Tita tertawa mendengar perkataan Dino dan Ferdi.


"Iya iya sayang aku akan lebih belajar lagi untuk menghormati dan mematuhi ortu aku". Jawab Revan. Setelah selesai makan semua, Revan membayar semua makanan tadi, lalu mereka satu persatu pamitan kepada Bapak penjual.


"Makasih Bapak, kita enggak kecewa sama masakan Bapak, mantap banget Pak", kata Dino dan Ferdi.


"Iya sama sama, terimakasih anak anak ganteng, semoga kalian cocok sama masakan Bapak".


"Kita permisi dulu ya Pak, kapan kapan kita kesini lagi rame rame". Pamit Adel


"Mari Pak", Pamit mereka bersama sama.


"Iya anak anak cantik dan ganteng, hati hati di jalan".


Akhirnya mereka pulang dan mereka berpisah di jalur yang berbeda menuju rumahnya masing masing.