Adelina

Adelina
Kecanggungan Finna dan Tio



Akhirnya setelah lama diam dan berfikir Finna pun jujur dan menceritakan isi hatinya ke mereka berdua.


"Maaf maaf sekali ya, sebenarnya aku melihat Tio dari pertama kali itu, aku sudah mempunyai perasaan tapi aku malu untuk mengakuinya, karena aku takut Tio tidak suka dengan aku, makanya setiap aku ketemu Tio, aku selalu bersikap ketus kadang juga menjengkelkan, bisa di bilang gak bisa akurlah". Curhat Finna.


"Trus?". Tanya Tita.


"Terkadang aku melihat Tio deket sama cewek aja, aku merasa cemburu dan aku juga berfikir, enggak mungkin Tio mau sama aku, waktu kalian membicarakan Tio, sebenernya hatiku sakit pengen marah, karena aku cemburu".


"Lanjut", kata Adel.


"Del sekarang ganti kamu yang jujur ya, kan aku sudah jujur, kalau kamu punya rasa sama Tio, aku gak pa pa Del, aku iklas kok demi sahabat terbaikku".


Adel dan Tita saling memandang, sedikit demi sedikit tersenyum hingga mulai tertawa terbahak bahak. Karena rencana mereka berhasil untuk memancing Finna.


"Wakakakakakakak", Adel dan Tita tertawa terbahak bahak, sambil menepukkan tangan mereka, sedangkan Finna merasa bingung, karena Finna tidak mengerti maksud mereka.


"Kenapa ini kok kalian pada tertawa?".


"Enggak pa pa kok santai saja aku enggak bakalan ngambil Tio dari kamu kok wakakakakak".


"Gini lo Fin, kita tadi hanya bercanda, kita hanya ngerjain kamu, agar kami tahu yang sebenarnya tentang hati kamu hehehehehe". Kata Tita dengan tanpa dosa.


"Ooooh jadi kalian ngerjain aku ya awas saja kalian", teriak Finna sambil menggelitiki pinggang Adel dan Tita.


Mereka tertawa bersama sama. Saat Ibunya Adel mau ke kamar lewat depan pintu kamar Adel, Ibunya mendengar keramaiannya mereka bertiga, lalu Ibunya Adel menegur mereka.


"Tok... tok... tok, sayang sudah malam, jangan berisik Kak Rangga dan Kak Mela saja sudah tidur, cepetan kalian tidur, besokkan harus sekolah".


"Huuust ada Big Mom, iya Mom maaf". Jawab Finna.


"Iya Buk, sebentar lagi kita tidur kok".


"Iya Mom, kita akan tidur, selamat tidur Mom". Jawab Tita.


Lalu tak lama kemudian mereka terlelap dengan sendirinya, dan mereka tidurnya nyenyak sekali. Keesokan paginya mereka bangun pagi sekali, dan mereka membantu Big Mom dan Mela di dapur, Setelah selesai semua, mereka bergantian untuk mandi dan persiapan untuk berangkat sekolah, singkat cerita. Setelah mereka sampai di sekolah, Revan menghampiri Adel dan kedua sahabatnya.


"Heey Del", Sapa Revan.


"Eh Kak Revan".


"Del enggak lupakan nanti pulang sekolah kita jalan".


"Enggak Kok Kak, tenang saja, Adel pasti tepati janji Adel".


"Ya udah aku ke kelas dulu ya, sampai jumpa nanti".


"Iya Kak".


Lalu revan pergi ke kelasnya, dia berjalan dengan senang hati. Lalu Adel menyusul teman temannya yang lagi nongkrong di taman depan kelas seperti biasanya. Singkat cerita. Jam istirahat mereka bertujuh berjalan menuju kantin bersama sama, Dina, Rifa, Tita berjalan dipan, Tio dan Finna berjalan di tengah sedangkan Adel dan Nathan berjalan di belakang sendiri. Sebelumnya Tita berjalan bersama dengan Tio dan Finna tapi akhirnya Tita berjalan agak cepat menyusul Dina dan Rifa ke depan, karena Tita mau ngasih kesempatan Finna dan Adel untuk ngobrol. Sedangkan Nathan dan Adel asik ngobrol di belakang.


"Del gimana kemarin rencana kamu?". Tanya Nathan dengan suara lirih agar tidak terdengar Finna dan Tio yang berada di depannya.


"Beres Nath".


"Beres giman sih".


"Semua sudah aku tangani bersama Tita, kemarin Finna juga sudah mengakui kalau dia juga mempunyai perasaan ke Tio".


Lalu Finna menceritakan semuanya kepada Nathan saat mengerjai Finna kemarin malam. Lalu Nathan tertawa terbahak bahak, lalu mereka semua yang berjalan di depannya, seketika berhenti dan menoleh bersama ke arah Nathan, Lalu Tio mengatakan sesuatu.


"Heey Nath kamu kenapa, enggak kesabetkan?".


"Ya enggaklah, kamu itu yang kesabet, dari kelas sampai sini enggak ngomong sama sekali".


"Wakakakakak", mereka semua pada tertawa mendengar Nathan ngomong seperti itu, karena semua teman teman Adel sudah tau tentang Finna dan Tio, Dina dan Rifa juga sudah di beritahu sama Tita pagi tadi.


"Del jadi kita tinggal, mencari cara untuk mendekatkan mereka ya?". Sambung Nathan lagi, setelah keadaan normal kembali.


"Iya Nath benar, kita harus cari cara agar mereka bisa bersatu, seperti kita hehehehehe", canda Adel. Lalu Nathan mencubit sedikit pinggang Adel, karena gemas dengan Adel.


"Mulai menggoda ya".


"Huuuust jangan kencang kencang ngomongnya".


Tak lama kemudian mereka sampai di kantin, setelah mereka memesan makanan dan minuman, mereka duduk di bangku yang kosong. Dan mereka mulai mengobrol. Tita memulai bicara duluan.


"Del, ntar kita nginep di rumahmu lagi ya, gimana Fin setuju enggak?".


"Eeee iya iya boleh", jawab Finna sambil gelagapan, karena dia canggung sama Tio, semenjak menceritakan semuanya ke Adel dan Tita.


"Kamu itu kenapa sih Fin kok nggak kayak biasanya", tanya Dina.


"Iya tuh, dari tadi kamu diaaaam aja", saut Rifa.


"Enggak tuh biasa saja kali, perasaan kamu aja yang gitu hehehehehehe", bela Finna. Adel dan Nathan hanya diam saja melihat dan mendengarkan mereka sambil berfikir untuk mendekatkan mereka. Tak lama kemudian makanan dan minuman yang dipesannya datang.


"Makanan datang anak anak". Sapa ibu kantin.


"Makasih bu", jawab Adel.


"Sama sama, anak cantik, tumben hari ini lengkap hehehehe".


"Iya dong bu, hari ini kita lagi kawal cewek cewek cantik ya kan Tio", jawab Nathan dan Tio hanya menganggukkan kepalanya.


"Heeeelllleeehh", jawab Tita.


"Ya sudah silahkan dimakan, Ibu kembali dulu".


"Siap bu", jawab Rifa. Lalu mereka makan, setelah selesai makan mereka masih duduk duduk sebentar di kantin sambil ngobrol.


"Heeey Tio yang suka bawel kenapa dari tadi tak perhatiin kok diam saja?", Tanya Dina.


"Enggak pa pa tuh, biasa saja, itu... tu... temanmu tuh yang dari tadi diam saja", jawab Tio dengan santai sambil nunjuk ke Finna.


"Laaah kok aku di ikut ikutin", jawab Finna dengan nada sinis sambil melihat ke Tio.


"Lah kan aku ngomong sesuai kenyataan".


"Iiiih emang dasar kamu itu... ", saat Finna belum sempet melanjutkan bicaranya, Nathan sudah memotongnya.


"Hey hey sudah jangan bertengkar melulu, masak setiap ketemu bawaannya bertengkar melulu". Potong Nathan.


"Iya kenapa sih, kalau pas diem ya diem semua, kalau pas ngomong selalu bertengkar heeem". Jawab Adel.


"Jangan jangan ini pertanda jodoh kali wakakakak", saut Tita sambil tertawa dan di ikuti mereka ikut tertawa.


Finna dan Tio reflek langsung menghadap ke Tita, matanya melotot melihat ke Tita, tapi dengan canggung Tio memberanikan dirinya untuk menjawabnya,


"kalau emang jodoh ya gak pa pa, ya kan Fin". Finna langsung menghadap ke Tio tapi Finna hanya diam tidak menjawabnya karena dia malu sama teman temannya.