
Sore hari sehabis beli mie ayam di tempat langganan bersama keluarga, Aldi berpamitan kepada orang tuanya kalau Aldi tidak langsung ikut pulang bareng, Aldi ingin ke rumah temannya dulu. Orang tua Aldi mengijinkannya. Lalu Aldi mencari rumah Adel dengan petunjuk yang diberikan Adel sewaktu di taman pas waktu pertama kali mereka jadian di taman. Aldi tidak merasa kesulitan untuk mencari rumah Adel. Tak lama kemudian Aldi sampai di rumah Adel.
"Permisi, Assalamualaikum". Salam Aldi.
"Waalaikumsalam". Jawab Ibu Adel dari dalam rumah, sambil berjalan menuju pintu depan.
"Maaf siapa ya?". Tanya Ibu Adel karena Ibu Adel tidak mengenalnya.
"Kenalkan Bu, saya Aldi, saya mau tanya apa benar ini rumah Adel, eee Adelina maksudnya".
"Iya benar, mari masuk silahkan duduk, kamu temannya Adel ya, kok Ibu nggak pernah mengerti?".
"Iya Bu saya temannya Adel, iya karena saya baru sekali ini main kesini".
"Oooh makanya Ibu nggak pernah melihat kamu, sekelasnya Adel ya?".
"Bukan bu, saya dulu kakak kelas Adel, tapi sekarang saya sudah kelas 10 di SMK XXX".
"Ooh begitu, kesini mau cari Adel kan?".
"Iya Bu, apa Adelnya ada bu?".
"Iya ada, mungkin Adelnya masih mandi, sebentar ya nak Aldi, Ibu panggilkan Adel dulu".
"Iya Bu, trimakasih". Lalu Ibu Adel masuk ke dalam dan memanggil Adel. Saat Adel di beritahu sama Ibunya kalau ada temannya bernama Aldi sedang mencarinya Adel sangat kaget. Lalu Adel keluar, sebelum menemuinya, Adel sekalian membuatkan minuman dulu, baru keluar sambil membawa minum untuk Aldi.
"Eeh ada Kak Aldi, silahkan diminum Kak, sudah lama Kak?".
"Hey Del, enggak kok barusan saja".
"Gimana kabar kakak?".
"Baik, sehat, kamu sendiri".
"Baik Kak. Kakak enggak bingung kan kesini".
"Ya enggaklah, ternyata arah jalan ke rumahmu tidak sulit Del".
"Heeheehee, ooh ya Kakak dari mana?".
"Biasa habis jalan ma kluarga, trus aku mampir ke sini, soalnya kangen sama pacar aku hehehehe"
"Iiiih Kak Aldi bisa saja, silahkan di minum kak tehnya".
"Iya makasih Del, tapi beneran aku kangen sama kamu Del, emang kamu enggak kangen aku ya?".
"Ya kangenlah, pengen ketemu kakak tapi enggak tau rumah kakak hehehe".
"Kapan kapan aku ajak ke rumahku mau?".
"Hehehehe tapi malu aku kak".
"Kenapa malu, orang tuaku baik kok, kayak Ibumu baik sekali".
"Hehehehe iya kak". Tak lama kemudian Finna dan Tita datang ke rumah Adel. Mereka tidak tau kalau Aldi ada di rumah Adel. Seperti biasa mereka ke rumah Adel dan masuk dengan berisik.
"Aaadeeeel, i am coming". Teriak Finna dan Tita. Aldi kaget ketika mendengar teriakan mereka sedangkan si Adel menertawakan Aldi yang kaget, Adel sudah terbiasa dengan keramaian mereka.
"Eeeeh ada kak Aldi, maaf". Sapa Tita.
"Iya kaget ya hehehehehe, aku juga kaget dengar teriakan kalian". Jawab Aldi.
"Ayook sini masuk". Ajak Adel.
"Emang enggak ganggu ya kita?". Tanya Tita.
"Enggak lah, sini masuk, gabung sini biar rame". Ajak Aldi.
"Beneran nih Kak, Del?". Tanya Finna. Aldi dan Adel menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Lalu mereka masuk dan duduk ikut gabung dengan Adel dan Aldi.
"Biasalah seperti biasa, perut aku lagi protes, tapi setelah melihat Kak Aldi gak jadi protes hehehehe". Jawab Tita.
"Apa hubungannya dengan aku sama perut kamut Tit".
"Hehehehe kalau melihat Kak Aldi kan perutku jadi kenyang wakakakak". Canda Tita sambil tertawa dan diikuti semua.
"Heeeem awas lo jangan macam macam". Jawab Finna.
"Ampun bos".
"Wakakakak". Semua pada tertawa.
"Ya udah ntar kita cari makan di tempat biasa ya".
"Oke siap, kamu emang sobatku yang paling mengerti selain Finna hehehehe".
"Oooh jadi kamu ingin mengajak Adel keluar ya?". Jawab Aldi sambil bertanya ke Tita. Lalu Tita menganggukkan kepala sambil tersenyum ke Aldi.
"Hehehehe iya kak, tapi nanti saja kok Kak, kan Kak Aldi masih kangen kangenan sama Adel hehehe".
"Apa sekalian kita cari makan bareng, biar kita rame rame?".
"Beneran nih Kak?". Tanya Finna.
"Beneran Kak, Kak Aldi enggak malu jalan sama kita kita?". Tanya Tita.
"Kenapa harus malu jalan bareng bareng sama cewek cewek cantik dan gokil ini, apa lagi jalan sama pacar sendiri hehehehe".
"Enggak ah Kak, masak Kak Aldi lagi ngapelin aku terus kita ajak keluar, enggak ah enggak enak".
"Bener Adel enggak pa pa kok. Ya udah ayok kita pergi sekarang". Ajak Aldi.
"Oke Kak, aku panggil Big Mom dulu ya". Jawab Tita. Lalu Tita kebelakang memanggil Big Mom diajak ke depan, karena semua mau pamitan untuk keluar sebentar.
"Bu, Aldi mau pamit mengajak Adel dan mereka jalan jalan sebentar boleh?". Tanya Aldi ke Ibu Adel.
"Oooh iya Nak Aldi gak pa pa, tapi pulangnga jangan kesorean ya Nak".
"Iya Bu".
"Buk Adel pamit dulu ya".
"Big Mom, kita pamit dulu ya mau jalan jalan". Pamit Finna dan Tita.
"Iya hati hati sayang, jangan kesorean pulangnya".
"Siiiap Buk, Mom". Jawab mereka bertiga secara bersamaan, sedangkan Aldi tersenyum dan menundukkan kepalanya ke Ibunya Adel. Lalu mereka jalan dengan mengendarai sepeda motor, Adel di bonceng Aldi naik motornya Aldi, sedangkan Finna di bonceng Tita menggunakan motornya Finna. Mereka berjalan menuju tempat penjual Mie bakso langganannya. Pada hal Aldi baru saja dari situ bersama keluarganya tadi, tapi demi Adel, Aldi rela ngelakuin apa saja buat Adel. Setelah sampai di tempat yang dituju, Aldi masuk duluan ke dalam dan di susul ketiga cewek itu.
"Permisi pak". Sapa Aldi.
"Eeh ada Mas cakep lagi".
"Loh kok Bapak bilangnya ada mas cakep lagi, emang Kak Aldi tadi dari sini?". Tanya Adel.
"Iya non cantik, tadi barusan mas cakep habis dari sini bersama keluarganya". Lalu Adel menatap Aldi dengan sedikit agak kesal karena tidak mengatakan yang sebenarnya, Aldi hanya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum ke Adel.
"Udah udah ayok pesan dulu trus duduk jangan saling pandang saja". Ajak Finna.
"Pak, seperti biasa ya pesanan kita, kalau Kak Aldi apa?". Kata Tita sambil bertanya ke Aldi.
"Eee saya minum saja ya Pak, seperti biasa". Jawab Aldi.
"Oke nona nona cantik dan mas cakep, silahkan duduk dan ditunggu dulu ya".
"Siap Pak". Sambil menunggu pesanan datang, mereka duduk sambil mengobrol. Dan Adel pun menanyakan lagi ke Aldi.
"Kak Aldi tadi dari sini ya sama keluarga?". Aldi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menghadap Adel.