
Keesokan harinya bertepatan hari minggu Finna dan Tita pagi pagi sudah berisik di dapurnya Adel untuk membantu Ibunya Adel memasak, sedangkan Mela dan Rangga mencuci bajunya masing masing di belakang dan Adel bersih bersih rumah. Finna dan Tita tidur di rumah Adel kemarin, setiap sabtu malam minggu mereka sering tidur di rumah Adel, makanya pagi pagi sekali sudah ramai di dapur. Mereka selalu bergantian tidur di rumah Finna, Tita dan Adel setiap malam minggu. Setelah mereka semua selesai melakukan aktivitas paginya, mulai dari memasak, mencuci baju hingga bersih bersih rumah, mandi dan sarapan. Mereka bersantai melihat TV dan bersantai. Saat mereka sedang santai di depan TV terdengar suara yang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum". Salam Nathan.
"Waalaikum salam". Jawab Mela, sambil berjalan menuju ke depan.
"Eeeh Nathan, silahkan masuk Nath", ajak Mela.
"Iya Kak trimakasih, Adelnya ada Kak?".
"Ada kok, kebetulan Tita dan Finna juga ada di sini".
"Waah rame dong Kak".
"Iya, bentar ya aku panggilin mereka".
"Iya Kak, makasih Kak".
Mela menuju ruang TV dan memanggil Adel dan kedua sahabatnya itu. Lalu mereka keluar menemui Nathan, sedangkan Tita ke dapur membuatkan minum untuk Nathan.
"Hey, sudah lama kah?", tanya Adel.
"Hey Del, enggak barusan kok".
"Hey Nath apa kabar?". Sapa Finna.
"Hey Fin, kabar baik, kamu?".
"Sama aku juga baik".
"Hey Nath, ini minumnya, silahkan diminum". Sapa Tita, dengan tersenyum.
"Eeh Tita, iya makasih ya Tit".
"Sama sama Nath".
Lalu mereka ngobrol di ruang tamu dengan seru, Tita menahan hatinya agar tidak cemburu melihat Nathan bercanda dengan Adel. Tita mengalihkan perasaannya dibuat untuk mengobrol dengan Finna, sesekali juga menyambung obrolan Adel dan Nathan. Tak lama kemudian terdengarlah suara salam dari luar, yang ternyata suara Aldi.
"Assalamualaikum". Salam Aldi.
"Waalaikum salam". Jawab Tita sambil menuju keluar dan melihat siapa yang datang.
"Looh Tita, kamu di sini ya?". Tanya Aldi.
"Iiiiya Kak, kemarin nginep sini sama Finna", Tita menjawabnya dengan gelagapan, karena di dalam ada Nathan.
"Oooh begitu ya, oh iya Adelnya ada?".
"Aaada Kak, itu di dalam sama Finna dan Nathan, kebetulan Kak Aldi kesini jadi ngumpul dan ramai nih ntar Kak." Jawab Tita dengan bingung.
"Ooh Nathan ada di sini juga?".
"Iya Kak barusan dia datang, mari Kak masuk".
"Iya Tit, ayok".
Tita berjalan duluan masuk ke rumah sambil ngasih kode ke Adel dan Finna kalau yang datang itu Aldi, ketika Adel dan Finna tahu maksud Tita. Mereka bersikap seperti biasa dan Adel duduk agak menjauh dari Nathan tanpa dicurigai Nathan.
"Eh ada Kak Aldi, silahkan duduk Kak, kebetulan Kakak main kesini, tambah rame nih, ya kan teman teman?". Basa basi Adel sambil dag dig dug dadanya, takut kalau ketahuan.
"Iya tambah rame, bagaimana kabar Kak Aldi, lama tidak ketemu sejak Kak Aldi sekolah di SMK".
"Iya Nath kabar baik, kamu sendiri?".
"Aku juga baik Kak".
"Eeeh Kak Aldi". Sapa Finna dengan senyum manjanya.
"Hey Fin, apa kabar?".
"Baik Kak, bentar ya tak buatin minum Kak Aldi dulu". Jawab Finna.
"Oh iya Kak Aldi dari mana?".
"Oooh, Ya enggaklah Kak, malah aku seneng bisa menjalin silaturahmi meski sudah tidak satu sekolahan, ya kan Nath".
"Iya betul sekali Kak, kata Adel, bahkan kita bisa jalan jalan bareng juga". Jawab Nathan.
"Iya Kak betul itu". Jawab Adel sambil membatin mampus deh aku, sambil menepuk jidatnya.
"Teng teng teeeng, minuman Kak Aldi datang, silahkan Kak". Saut Finna.
"Makasih Fin".
"Sama sama Kak".
"Aaah kamu itu Fin, kalau lihat Kak Aldi saja langsung cerah matanya, Wakakakak". Canda Tita sambil tertawa dan diikuti semuanya.
"Ya iyalah Finna. Eeeh eeh maaf jangan bilang bilang ke Tio ya Nath, aku cuma bercanda".
"Wakakakak gaya kamu Fiiin Fin, gitu aja sudah takut". Tawa Tita pecah seketika, dan semua pun ikut tertawa.
"Tenang saja Fin, aku gak akan bilang ke Tio kok, xixixi". Jawab Nathan sambil tertawa kecil.
"Bentar bentar bentar maksud kalian Tio temen kalian itu to, emang apa hubungannya dengan Tio?".
"Iya Kak, Tio temen kita yang satu geng sama kita itu, kan gini, Finna itu pacaran sama Tio".
"What, waaah ketinggalan info nih aku hehehehe, waah selamat Fin, semoga langgeng".
"Hehehehe iya Kak makasih kak, jadi malu aku, wakakakakak". Tawa mereka pecah saat mendengar omongan Finna. Setelah lama mereka bercanda dan ngobrol ngobrol di rumah Adel, Nathan dan Aldi berpamitan pulang sedangkan Finna dan Tita masih di rumah Adel sampai sore. Saat Nathan dan Aldi pulang mereka bertiga masuk ke kamar Adel dan bercerita cerita.
"Eeeh girls tau enggak kalian tadi waktu aku keluar melihat siapa yang datang, ternyata Kak Aldi, aku langsung kaget". Kata Tita yang memulai pembicaraan.
"Trus trus".
"Bagaimana aku tidak kaget di dalam ada Nathan, aku takut kalau Kak Aldi nanya nanya ke aku". Kata Tita.
"Tadi aku juga sempet kaget waktu kamu ngasih kode tadi, batin aku langsung bilang mampus deh kamu Deeel". Saut Finna.
"Aaah tadi aku juga sempet bingung mau ngomong apa, tapi untungnya aku bisa mengalihkan pembicaraan, huuuft pusing aku".
"Makanya Del kamu harus pilih salah satu, biar enggak pusing". Saut Finna.
"Iya bener itu". Saut Tita.
"Gimana ya aku masih bingung mereka itu sama baiknya".
"Ya udah itu kamu yang ngejalaninya, kita kita cuma bisa ngasih saran".
Hari sudah mulai sore Tita dan Finna berpamitan ke Adel dan keluarga untuk pulang. Karena mereka harus menyiapkan apa yang diperlukan untuk sekolah besok.
Ketika Nathan dan Aldi pulang bareng dari rumah Adel siang tadi, mereka mengobrol sambil menaiki montornya masing masing, Aldi mengajak Nathan mampir ke penjual mie ayam bakso langganan. Nathan pun mengiyai ajakan Aldi karena sudah lama tidak bertemu. Sesampainya di penjual mie ayam bakso, mereka masuk ke warungnya dan memesan kesukaan mereka masing masing. Setelah memesan mereka mencari tempat duduk yang kosong, dan mereka mulai mengobrol, yang dimulai dari Nathan yang menanyakan tentang bagaimana kegiatan ataupun sekolahan yang di tempati Aldi. Hingga sampai pembicaraan tentang Adel. Tak lama kemudian pesanan mereka datang dan mereka berhenti dulu untuk mengobrol, mereka makan dulu dengan santai dan setelah selesai mengobrol mereka melanjutkan lagi obrolannya yang tertunda tadi.
"Oooh ya Nath, kita lanjut lagi obrolannya sebentar ya". Ajak Aldi.
"Iya Kak, sampai mana ya tadi?".
"Eeeem, oh iya sampai tadi aku menanyakan, tentang Adel, kenapa ya Adel sampai saat ini belum punya pacar?". Alasan Aldi karena Aldi kepingin tau bagaimana jawaban Nathan, karena Aldi berfikir Nathan suka sama Adel.
"Oooh iya Kak, sampai itu tadi. Gini Kak, aku kan sudah lama bersahabat dengan mereka sejak kelas 7, mereka mempunyai karakter sendiri sendiri, untuk Adel, Adel itu enggak mau pacaran dulu karena pacaran itu membuatnya tidak nyaman katanya Adel Kak". Nathan menjawabnya dengan santai agar Aldi tidak mencurigainya.
"Oooh kok bisa begitu ya".
"Katanya kalau pacaran itu membuat hatinya sakit, karena melihat beberapa temannya di sekolah selalu sakit hati, makanya dia tidak percaya dengan cinta".
"Tapi kan tidak semua cowok seperti itukan Nath?".
"Ya enggak lah kak, Kak Aldi suka ya sama Adel?". Tanya Nathan, sambil dag dig dug mendengar jawaban Aldi karena jika Aldi suka sama Adel dia pasti jadi saingan Aldi, tapi Nathan mencoba tenang dan berfikir positif.
"Enggak lah Nath, aku deket sama Adel itu karena Adel itu anaknya baik dan menyenangkan apalagi kalau diajak bercanda itu seru sekali, makanya kalau aku merasa jenuh aku selalu ke rumah Adel, karena kalau ke rumah Adel itu rame ada Tita dan Finna yang selalu gokil".
"Iya Kak mereka itu menyenangkan sekali, makanya aku dan Tio senang sekali bisa bersahabatan dengan mereka". Nathan lega karena Aldi tidak mempunyai perasaan lebih ke Adel. Sedangkan Aldi juga lega karena jawaban Nathan persis yang diucapkan ketika Adel ngomong ke Aldi waktu pertama pacaran selain alasan dilarang keluarga tidak boleh pacaran. Adel pertama pacaran sama Aldi juga pernah bilang kalau Adel di tanya anak yang suka sama Adel, Adel selalu menjawab seperti apa yang dikatakan persis seperti Nathan. Tapi itu hanya alasan Adel saja.