Adelina

Adelina
Perjuangan Revan



Hari sudah mulai petang, Revan dan Dino berpamitan pulang kepada Adel dan keluarganya, sedangkan Fanni dan Tita masih di rumah Adel, sekalian menyelesaikan tugas sekolahnya. Mereka mengerjakan tugasnya yang belum selesai. Setelah mereka selesai belajar, Fanni dan Tita berpamitan pulang.


"Akhirnya selesai juga tugas kita" kata Adel.


"Iya nih gara-gara kak revan dan kak Dino, kita selesainya agak kemalaman huuuft" jawab Tita.


"Ya udah ayo Ta kita pulang, dah malam ni" ajak Fanni.


"iya fan ayo" jawab Tita.


"Del kita pulang dulu ya, besok kita berangkat seperti biasa"


"iya oke"


"Kak Mela, kak Rangga kita pamit pulang dulu ya",(sambil teriak)


" Kok nggak nginep sini saja, sudah malam ini".


"Nggak kak, pulang saja, lain kali saja ya, bay bayy, Assalamualaikum".


" Ya sudah hati hati, Waalaikumsalam".


Akhirnya mereka pulang dan tidur di rumah masing-masing. Keesokan harinya seperti biasa Fanni dan Tita berangkat sekolah menghampiri Adel, Mereka berangkat bersama naik sepeda dengan ceria. Tak di sangka di tengah perjalanan ada Revan yang sedang menunggu kedatangan Adel. Adel dan kedua sahabatnya itu sangat terkejut, karena rumah revan tidak sejalur dengan Adel.


"Eh Del itu sepertinya kayak kak Revan ya?" kata fanni.


"iya ya seperti kak Revan itu" saut Tita.


"iya tu bener kak Revan, ngapain dia di situ, kan kak Revan rumahnya nggk sejalur sama kita", jawab Adel.


"Sepertinya dia lagi nunggui kamu Del"


"Aaah nggak mungkin, ngapain dia nunggu i aku". dalam hati Adel, Adel merasa senang dan dadanya berdetak kencang.


"Kamu itu bagaimana sih Del, kamu itu gak peka ya, dia itu suka sama kamu Del" jawab Tita.


"Iya tuh Del kak Revan itu suka sama kamu, kenapa cobak kemarin jauh jauh di belain ke rumah kamu, nah sekarang di bela belain nunggui kamu di tengah jalan demi apa coba, hahahahaaa". Saut Fanni sambil tertawa.


Dari kejauhan tampak Revan melambaikan tangannya kepada Adel dan kedua sahabatnya itu. Lalu fanni dan Tita membalas lambaian tangan Revan, lalu Revan menghampiri mereka, dan Revan mengambil posisi disamping Adel di belakang Fanni dan Tita. Revan mengendari montornya dengan pelan sekali anggar bisa menyeimbangi Adel yang naik sepeda.


"Haayy pagi, Del, fan, Tita". Sapa Revan


" paaagiii kak Revan", jawab mereka bertiga dengan kompak.


"Boleh aku gabung kalian?"


"Dengan senang hati kak" jawab Tita dan fanni.


Fanni dan Tita sangat mengerti keinginan Revan, akhirnya Fanni dan Tita maju lebih dulu dan Adel di belakang mereka, dan disusul Revan disamping Adel.


"Heeey Del"


"Heeeey kak, tumben kak Revan lewat sini, kan rumah kak Revan beda jalur sama kita-kita".


"Hehehehe, aku sengaja nunggui kamu, aku kepengen bareng sama kamu". senyum-senyum sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" ooh gitu ya, ya udah kita barengan nih, entar kalau ada yang lihat ada yang cemburu ndak niiiii?" ejek Adel sambil senyum.


"Ah kamu bisa aja, siapa yang cemburu emangnya, aku kan lagi jomblo".


"Heeeeeeeeem"


"Del, nanti istirahat aku tunggu kamu di taman sekolah ya"


"Iya kak, emang ada apa kak?"


"Gak da pa pa, cuma ingin ngobrol saja sama kamu, tapi sendiri ya, jangan ajak mereka hehehehehee".


" Iya kak, nanti aku akan datang".


"Heey Del, baru datang ya??"


"Iya nih, baru nyampek, kamu udah dari tadi ya?"


"Nggak juga, aku juga baru nyampek tiga menitan tadi"


"Eeheeem, Adel doang yang disambut, kita-kita dilupain niiiih??".


" hehehehe ya enggak lah masak aku lupa sama kalian, maaf maaf".


"Ok.. ok".


Adel hanya tersenyum sendiri melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Tak lama kemudian Dina dan Rifa datang.


"Heeeeeeyyy semua, aku datang" menyapa sambil teriak.


"Heey juga cantik cantik" jawab Nathan sambil nyengir. Dalam hati Nathan berkata, berangkat juga si tukang heboh ini, ku kira mereka tidak masuk, jam segini baru datang.


"Heeeey juga sobat sobat ku tercinta" jawab Adel, Fanni dan Tita, dengan expresi wajah yang ceria.


"Lengkap sudah ni team hebohnya, dah pada datang" kata Nathan dengan menunjukkan expresi sebelnya, karena jika mereka sudah berkumpul Nathan merasa di cuwekin sama Adel.


"wakakakakak" mereka menanggapi kata-kata Nathan hanya dengan tertawa. Lalu Adel berkata,"Udah ah jangan gitu dong expresinya Nat, entar gantengnya hilang lo."


Keempat sahabatnya makin tertawa mendengar perkataan Adel. Lalu Nathan tersenyum sama Adel, dan Adel menarik tangan Nathan mengajaknya duduk di bangkunya sambil mengobrol, "udah ayok duduk sini jangan dengerin mereka, mereka emang begitu."


Tak lama kemudian bel berbunyi tanda masuk kelas akan dimulai pelajaran. Mereka beralih duduk di bangkunya masing-masing. Tak lama kemudian Pak Johan masuk kelas.


"Pagi anak-anak"


"Pagi Pak"


"Sebelum kita mulai pelajaran kita kerja bakti dulu ya, karena besok akan ada lomba kebersihan kelas disekolah kita"


"Siap Pak" jawab semua teman sekelas Adel. Mereka sangat semangat sekali bekerjasama membersihkan, menghias, dan merapikakan kelas, bahkan ada yang membuat hiasan-hiasan juga. Setelah mereka selesai kerja bakti, mereka istirahat dan pergi ke kantin, karena mereka lelah dan haus, Tak lama kemudian pesanan mereka datang, mereka minum dengan tak sabar karena mereka sangat kehausan. Dan Nathan kali ini tidak ikut gabung mereka berlima, karena Nathan lagi kumpul sama teman teman lainnya. Lalu Fanni mengingatkan ke Adel, "Del kamu kan ada janji sama kak Revan, katanya mau ketemu di taman sekolah." Untung saja sebelum masuk kelas pagi tadi Adel menceritakan semua yang di obrolin Kak Revan dengannya ke Fanni, coba kalau tidak cerita Adel pasti lupa, karena kelelahan.


"Oooh iya fan, aku lupa". Menunjukkan expresi kaget dan menepuk dahinya.


" Buruan sana, keburu kak Revan nunggunya kelamaan".


"Iya fan aku kesana dulu ya, tolong minumku sekalian bayar ya heheheee".


" uuuuuh dasar kamu itu, iya iya nanti aku bayar, buruan sana cepat".


Akhirnya Adel berjalan menunuju taman sekolah, dan benar Revan sudah menunggunya disana. Lalu Adel menghampiri Revan dan menyapanya.


"Heeeey kak maaf sudah lama ya kakak menunggu aku??".


"Heey Del, enggak kok aku juga barusan nyampek sini, soalnya tadi harus kerja bakti dulu, baru kesini".


" Oooh iya kak tadi aku juga habis kerja bakti terus selesai itu aku kekantin beli minum sama temen-temen".


"Trus sudah di minum?".


" Sudah kak, oh iya kak tadi aku hampir saja lupa kalau ada janji sama kakak disini, untung saja fanni mengingatkanku, hehehehe".


"Iya gak pa pa kok, lagian aku juga baru nyampek sini".


"Emang ada apa sih kak, kok kakak ngajakin aku ketemuan disini??".


" Hehehehe, aku ingin ngomong sama kamu del, tapi kamu jangan marah ya".


"Iya kak ngomong saja mana mungkin aku marah".


Akhirnya Revan mengungkapkan isi hatinya ke Adel mulai sejak pertama kali ketemu sama Adel dan sampai saat ini, dan juga perjuangan Revan ke rumah Adel sampai menunggu Adel berangkat sekolah tadi. Seperti biasa Adel mempunyai permintaan kalau Revan menyetujuinya maka mereka akan bepacaran, Permintaan Adel tetap sama seperti yang di minta ke Nathan, yaitu tidak boleh ada yang tahu kalau kita pacaran, akhirnya Revan menyetujuinya, akhirnya mereka benar-benar berpacaran.