
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah masing masing, Lalu mereka istirahat di rumah masing masing. Adel tidak menyangka akan secepat ini jadian sama Aldi. Disamping itu Tita perasaannya sakit sekali karena Adel mempermainkan cintanya Nathan, tapi Tita tetap bisa menahan amarahnya karena Tita tidak mau persahabatannya hancur hanya karena persoalan cowok. Tita hanya bisa menyimpan dalam hati perasaan cintanya ke Nathan. Disisi lain Dino sedang memikirkan Finna, dia berencana untuk mengutarakan isi hatinya ke Finna, Dino tidak tahu kalau Finna sudah pacaran sama Tio, yang dia tahu hanya bersahabatan saja. Ke esokan harinya Dino menunggu Finna di parkiran sekolah.
"Hey Del, Tit, Finna pagi". Sapa Dino.
"hey Kak, pagi juga". Jawab mereka bertiga.
"Tumben Kak Dino sendirian, soulmetnya mana?", tanya Tita.
"Oooh mereka sudah ke kelas duluan".
"Uuuuh gitu". Jawab Tita sambil mengangguk nganggukkan kepalanya. Dino pun juga mengangguk nganggukkan kepalanya.
"Eeh Tit, kamu ajak Adel ke kelas duluan ya, aku mau tanya dulu ke Kak Dino, tentang Revan". Bisik Finna ke telinga Tita. Tita menganggukkan kepalanya.
"Yuk Del kita ke kelas dulu",
"Oke yuk, kamu enggak bareng kita ke kelas Fin?".
"Eeenggak Del kamu duluan aja sama Tita entar aku nyusul, aku masih ada perlu sama Kak Dino".
"Ooh oke oke, kalau gitu kita duluan ya". Adel dan Tita berjalan menuju kelasnya, Finna masih di parkiran karena mau menanyakan tentang Revan ke Dino.
"Kak", Fin". Mereka berdua bersamaan memanggil, Dino kelihatan canggung.
"Eh maaf Fin, ada sesuatu yang harus aku omongin sama kamu".
"Aku juga Kak, tapi Kak Dino saja dulu yang ngomong".
"Kamu saja dulu Fin yang ngomong!".
"Oke deh kak, aku cuma mau tanya, Kak Dino tau enggak kenapa Kak Revan bisa putus sama Adel?".
"Enggak lah Fin, soalnya Revan enggak pernah ngomong apa apa, kalau di tanya jawabannya cuma hal sepele gitu aja".
"Ooh gitu".
"Iya cuma, aku sama Ferdi ada yang aneh di diri Revan, tapi kita tidak berani menanyakan ke dia takut dia tersinggung dan bikin persahabatan kita pecah".
"Oooh, tapi ada benernya juga lo kak, demi persahabatan kita rela mengalah".
"Emang kenapa sih Fin kamu kok segitunya".
"Eee cuma pengen tau aja, berapa lama Kak Revan menghianati Adel".
"What, menghianati, bentar bentar aku enggak ngerti maksudnya nih".
"Laah Kak Dino ini bener bener gak tau atau cuma pura pura saja haaah?".
"Beneran Fin, aku bener bener enggak tahu, emangnya ada apa sih?
"Kakak kenal sama Kak Sisil?".
"Ya kenal lah, siapa yang gak kenal Sisil pacaranya Aldi?".
"Nah itu dia".
"Kenapa? ".
"Iiiih Kak Dino ini, Kak Sisil itu selingkuh sama Revan".
"What, masak sih".
"Hiiih Kak Dino ini di bilangin kok enggak percaya sih".
"Ya iyalah enggak percaya soalnya aku tu tahu bagaimana Sisil mau ngedapetin Aldi, trus yang aku tau, Revan itu cuma pacaran sama Adel saja, makanya aku kaget". Lalu Finna menceritakan semua yang terjadi antara Adel, Revan, Sisil dan Aldi. Dino pun kaget mendengar semua cerita Finna. Dino dan Ferdi bersahabat lama dengan Revan, tapi mereka tidak pernah mengetahui sifat play boy nya Revan. Finna meminta bantuan ke Dino untuk mencari informasi berapa lama Revan dan Sisil berpacaran. Bel pun berbunyi tanda masuk kelas, mereka masih di parkiran. Mereka berjalan masuk kelas sambil mengobrol.
"Iya kak ayok, tapi ngomong ngomong tadi Kak Dino mau ngomong apa ya?".
"Enggak ah gak jadi nanti saja, entar keburu telat masuk kelasnya".
"Oooh iya Kak siap".
"Fin nanti pulang sekolah aku tunggu di parkiran lagi ya".
"Oke kak, aku ke kelas dulu ya dadah Kak". Dino menuju ke kelasnya dan Finna juga menuju ke kelasnya sendiri. Singkat cerita. Saat pulang sekolah Dino menunggu Finna diparkiran sekolah sendirian. Sesuai janjinya Finna pun menemuinya di parkiran. Saat sampai parkiran Finna menyuruh para sahabatnya untuk pulang duluan, karena dia masih ada urusan dengan Dino. Lalu para sahabatnya menuruti kata kata Finna dan mereka pulang duluan.
"Hey Fin, hey semua".
"Hey Kak Dino". Jawab mereka bersamaan.
"Del, Tit, maaf ya, boleh enggak aku ngomong berdua sama Finna?". Tanya Dino.
"Boleh Boleh kak silahkan". Jawab Adel dan Tita sambil bingung, dan saling memandang wajah Finna.
"Girls kalian pulang saja dulu enggak pa pa kok, entar aku tak pulang sendiri".
"Beneran nih kita tinggal gak pa pa?". Jawab Tita.
"Iya Fin beneran gak pa pa, tapi aku enggak tega lo ninggalin kamu". Jawab Adel.
"Iya gak pa pa beneran".
"Okelah kalau gitu kita pulang dulu ya, hati hati ntar pulangnya". Jawab Tita.
"Ya udah kita pulang duluan ya, Kak Dino awas lo kalau Kakak macam macam sama sahabatku".
"Tenang saja Del, pasti aman kok hehehehe". Jawab Dino sambil tertawa.
"Hiiiih kalian apa apaan sih, orang kita cuma bicara biasa saja, kayak mau diculik saja wakakakakak". Jawab Finna sambil tertawa. Lalu mereka berdua pulang, sedangkan Finna dan Dino pergi ke taman umum yang tidak jauh dari sekolahnya. Sesampainya di taman mereka duduk di tempat yang sepi dan mengobrol.
"Oooh ya Kak, katanya tadi Kak Dino mau ngomong sama aku, ngomong apa ya Kak?".
"Eeeh iya hehehehehe". Jawab Dino sambil terbata bata. Finna terseyum melihat tingkah Dino, lalu Dino meneruskan ngomongnya.
"Fin, sebelumnya aku minta maaf banget".
"Kenapa Kak, Kak Dino enggak punya salah kok sama aku, kenapa harus minta maaf". Potong Finna.
"Heeeem bukan itu Fin".
"Lalu?". Finna belum menyadari sikap Dino.
"Fin, tolong dengerin aku sebentar saja ya, dulu semenjak aku mengenal kamu, aku mempunyai sedikit perasaan ke kamu, tapi ganti berganti hari perasaan ini tumbuh dengan sendirinya, dan aku baru berani mengatakan semua ini kepadamu, Fin mau kah kamu menjadi kekasihku?". Perasaan Finna seketika langsung deg deg kan. Finna bingung mau menjawab dari mana, lalu finna menjawab apa adanya kalau Finna sudah punya pacar.
"Kak, aku sangat sangat berterimakasih sekali sama Kak Dino, dan aku juga menghargai banget perasaan Kak Dino, tapi kalau boleh jujur, aku bersikap ker sama Kakak karna aku menganggap Kak Dino sebagai Kakak Finna yang paling baik, maafin aku Kak, aku belum bisa menerima Kakak sebagai kekasihku karena aku sudah punya cowok Kak, maafin aku Kak ya".
"Oooh Iya Fin gak pa pa, yang penting aku sudah mengutarakan isi hatiku dan aku juga sudah tahu jawabanmu jadi aku sudah lega".
"Maaf banget Kak ya, kita berteman saja Kak ya, atau aku menganggap Kak Aldi sebagai satu satunya Kakak lelaki ku yang hebat dan tersayang".
"Oke aku enggak keberatan, jadi hari ini kita resmi jadi Kakak adik yang saling melindungi dan menyanyangi seperti saudara kandung oke". Kata Dino sambil bersalaman dengan Finna.
"Oke siap Kakak".
"Jadi kamu harus mengenalkan pacar kamu ke kakak kamu ini".
"Oke siap kakak, besok saja ya aku kenalin langsung ke dia, hehehe biar kakak penasaran".
"Dasar adik jail, oke oke". Akhir mereka pulang bersama sama dan menuju arah yang berbeda.