Adelina

Adelina
Pemuja Baru Adel



Sesampainya di depan kelas, Nathan sudah menunggu Adel sambil duduk duduk bersama Tio dan teman lainnya di taman depan kelas.


"Hey girls baru nyampek ya?", Tanya Tio.


"Hey, iya kita kita baru nyampek", jawab Finna


"Sini kita ngobrol ngobrol di sini, sambil nunggu bel masuk", ajak Nathan.


"Iya sebentar ya, kita naruh tas dulu ke kelas, habis tu kita balik lagi kesini", jawab Adel.


"Oke girls", jawab Tio.


Akhirnya mereka bertiga masuk kelas dan menaruh tas di bangkunya sendiri sendiri, mereka melihat ke arah bangkunya Dina dan Rifa.


"Tumben mereka berdua belum datang ya?", tanya Tita.


"Iya ya, biasanya mereka selalu datang duluan dari pada kita", jawab Finna.


"Mungkin mereka bangun kesiangan kali", saut Adel.


"Hahahahahaha", mereka bertiga tertawa bersama. Saat mereka tertawa bersama, muncullah Dina dan Rifa dari pintu masuk.


"Enak aja bangun kesiangan, kita tuh dah berangkat dari tadi tauk, ini tuh gara gara si pemuja barumu itu Del", bela Dina sambil kesal.


"Iya, ini semua gara gara pemuja barumu itu, kita jadi agak kesiangan masuk kelasnya, huuufft". Saut Rifa.


"Tunggu tunggu, maksud kamu pemuja baru Adel, siapa?". Tanya Tita.


"Iya siapa? q gak ngerti maksud kamu", jawab Finna.


"Ayolah girls ngomong yang jelas, aku juga enggak ngerti yang kamu maksud itu huuuuft". Saut Adel.


"Sudah nanti saja waktu istirahat aku ceritain, sekarang kita ke taman depan kelas dulu yuk, teman teman dah pada nongkrong di situ". Jawab Dina


"Oh ya Tuhan, iya kita hampir lupa ayok kita kedapan dulu, tapi nanti istirahat kalian hutang cerita pada kami", jawab Finna.


"Iya iya nanti aku ceritain, ayok kita keluar dulu", jawab Rifa.


Akhirnya mereka semua berjalan keluar kelas dan ikut gabung teman teman lainnya di taman depan kelas.


"Heey girls lama betul kalian naruh tasnya", sapa Nathan.


"Itu tuh gara gara mereka bawel aja tadi di kelas, makanya lama", jawab Adel.


"Hahahahahahaha", mereka semua yang ada pada tertawa bersama.


Begitulah suasana setiap pagi di taman depan kelas Adel, sambil menunggu bel masuk mereka selalu bercanda tawa di taman bersama teman sekelasnya, mereka terlihat rukun. Banyak yang ngiri kepada kelas Adel, karena teman sekelas Adel sangat kompak, mengerti keadaan satu sama lain, dan menyenangkan juga. Tak lama kemudian bel pun berbunyi tanda masuk kelas, dan segera dimulai pelajaran. Setelah jam pelajaran selesai, seperti biasa mereka pergi ke kantin. Kali ini Nathan tidak ikut ke kantin, karena Tio mengajak Nathan untuk ngobrol di taman.


"Yuk kita ke kantin yuk", ajak Finna.


" Yuuuuk", saut mereka berempat.


Saat mereka melewati Nathan dan Tio, mereka menyapa dan mengajaknya ke kantin, tapi Tio dan Nathan menolak secara halus, karena ada yang ingin Tito bicarakan dengan Nathan.


"Hey Tio, Nath, ngapain kalian ngobrol di situ, ayok kita ke kantin", ajak Adel.


"Iya ayok ke kantin biar ramai", saut Tita.


"Sorry girls, kalian saja aku sudah kenyang", jawab Tio.


"Aku nemenin Tio di sini aja ya, takut kalau Tio nanti sendirian kesabet hahahaha", jawab Nathan sambil tertawa.


"Yaaa laaahh it's ok", jawab Rifa


"Ya udah kita ke kantin dulu ya", pamit Adel.


"Oke, jangan lupa nanti kalau balik bawakan es yang seger ya", jawab Tio.


"Assiiiaap, tenang saja", jawab Dina.


"Thingkyu girls", jawab Tio.


Akhirnya mereka berlima berjalan menuju kantin, dan memesan makanan dan minuman, lalu Finna menagih janji kepada Rifa dan Dina.


"Iya betul kata Fin", jawab Adel dan Tita.


"Iya iya aku ceritakan", jawab Dina.


Sambil menunggu makanan datang Dina menceritakan semua yang terjadi tadi pagi.


"Begini, kan tadi pagi waktu sampai di gerbang pintu sekolah, aku di panggil kak Aldi, dia mengajak kita ngobrol di taman belakang", kata Dina.


"Bentar bentar, maksud kamu Kak Aldi kelas 9B itu?", tanya Tita.


"Iyap betul sekali", jawab Rifa.


"What, Kak Aldi", Adel kaget saat mendengar nama Kak Aldi.


"Hey girls biasa aja, enggak usah kaget gitu napa", jawab Rifa.


"Enggak kaget gimana, orang Kak Aldi tu tampan dan sudah punya cewek cantik pula, masak iya dia mau sama kayak aku ini, haddeehh". Jawab Adel.


"Trus trus trus dia bilang apalagi", tanya Finna.


"Aah kepo banget sih kau ini Fin", jawab Dina.


"Hahahahaha", mereka semua tertawa bersama mendengar jawaban Dina, dan Finna menyungirkan mulutnya. Waktu Dina mau melanjutkan ceritanya, makanan dan minuman yang dipesannya sudah datang, jadi ceritanya di tunda dulu, itu membuat Finna menjadi kesal.


"Jadi gini Kak Al.... ", Dina berhenti karena Ibu kantin datang membawa pesanannya.


"Pesanan sudah datang anak anak cantik, silahkan".


"Trimakasih Ibu, oh ya bu nanti tolong bungkusin es 2 ya bu", minta Adel.


"Iya anak cantik".


"Makasih bu".


"Sama sama nak".


"Laah jangan cemberut dong Fin, nanti habis makan, aku lanjut ceritanya", kata Dina.


"Siapa yang cemberut, aku lagi mikirin kok Kak Aldi bisa suka sama Adel pada hal Kak Aldi enggak pernah ngobrol sama Adel, enggak pernah nyapa Adel lagian Kak Aldi juga sudah punya cewek, satu sekolahan tahu itu semua", jawab Finna.


"Iya bener itu yang di pikirin Finna, akupun juga berfikir seperti itu", lanjut Adel.


"Sudah sudah, yang penting kita makan dulu, nanti aku ceritain lagi", ajak Dina.


Akhirnya mereka memakan makanan yang sudah di pesannya. Selesai makan Dina melanjutkan ceritanya lagi.


"Jadi gini, Kak Aldi tadi bilang ke aku, kalau kak Aldi sudah lama putus sama ceweknya, karena ceweknya itu super super ribet, makanya Kak Aldi mutusin dia, lalu setelah melihat Adel, Kak Aldi punya rasa ke Adel, tapi Kak Aldi gk berani ngedeketin Adel", kata Dina.


"trus?", tanya Adel.


"Sudah lama Kak Aldi ingin menemuiku untuk ngomongin ini, tapi Kak Aldi enggak berani karena Adel deket sama Nathan dan Revan, disamping itu Kak Aldi juga tidak mau Adel kena masalah sama mantan Kak Aldi", lanjut Rifa.


"Iya betul, karena mantan Kak Aldi itu tidak terima diputusin sama Kak Aldi, dia selalu berbuat apa yang dia mau jika ada yang ngedeketin Kak Aldi. Dia itu tetap selalu deketin Kak Aldi, dia selalu nempel ke Kak Aldi, meskipun Kak Aldi tidak pernah menganggapnya", jawab Dina.


"Jadi intinya, Kak Aldi bilang ke kita, dia ingin sekali dekat dengan kamu Del tapi Kak Aldi gak berani, dia takut kalau kamu di musuhi sama mantan ceweknya, dia ingin dekat sama kamu tapi gak tau caranya akhirnya dia nemuin kita, untuk diajak rundingan", jawab Rifa.


"Ooooh begitu ceritanya", jawab Adel, Finna dan Tita bersamaan.


"Kalau begitu mudah sekali caranya serahkan saja sama kita yaaa yaaa yaaa", jawab Finna sambil memandang Adel dan Tita dengan tersenyum.


"Oke siaaap", jawab Adel dan Tita dengan kompak.


"Oke, ayok kita ke kelas dulu, nanti kita bahas lagi", ajak Tita.


"Oke, eeeh tapi entar dulu aku mau ambil pesenan aku dulu buat Nathan dan Tio",


jawab Adel.


Akhirnya mereka kembali lagi ke kelas, karena bel masuk kelas belum terdengar mereka duduk nyantai dulu di taman menyusul Nathan dan Tio.