
Sebelum Aldi bercerita, Aldi menarik nafas dalam dalam. Agar bisa tenang untuk menceritakannya.
"Dulu waktu aku kelas 8 aku baru mulai pacaran sama Sisil, karena dari kelas 7 Sisil itu ngejar ngejar aku terus, tapi aku tidak pernah menggubrisnya, lalu waktu kelas 8 aku terpaksa menerima Sisil sebagai pacarku, agar tidak ada teman teman lain yang dicelakai lagi oleh Sisil, sebenarnya aku tidak mempunyai perasaan sama sisil waktu itu, tapi lama kelamaan aku menyukai Sisil. Disaat hatiku mulai menyukai Sisil. Sisil malah menduakan aku, dia berselingkuh di belakang ku, dan kamu tahu gak siapa selingkuhan Sisil itu?". Sebelum Aldi melanjutkan bicaranya, mereka bertiga dengan kompak menjawabnya "REVANO, ya kan Kak?". Aldi pun kaget kenapa mereka bisa tau pada hal Aldi tidak pernah mencerikan hal ini kepada siapa pun.
"Iya betul sekali, kalian kok tahu?"
"Kak, kita sudah tahu semuanya tentang itu, kakak kaget kan sama kita, kok kita bisa tau".
"Iya aku memang kaget, karena aku tidak pernah menceritakan kepada siapa pun, kecuali sama kalian, aku saja baru mulai ngomong eh kalian malah sudah tau".
"Kak, kan gini, Adel mempunyai nenek yang tinggal di puncak, lah yang bekerja di rumah neneknya itu adalah pamannya Revan, trus anak pamannya Revan itu sahabat kita juga namanya Nira, nah Nira itulah yang menceritakannya kepada Adel, saat Adel liburan di rumah neneknya kemarin. Bahkan Adel memergokki mereka berciuman di kebun". Kata Finna.
"Iya Kak bener yang di ceritakan Finna, bahkan kata Nira mereka sering sekali liburan kesana". Saut Tita.
"Benar kah itu Del?". Tanya Aldi.
"Iya bener kak".
"Berarti mereka sudah lama bermain di belakangku".
"Mungkin saja iya kak". Saut Finna.
"Trus lanjut kak ceritanya", minta Tita.
"Waktu itu aku jalan jalan bersama keluargaku di taman, lalu aku melihat mereka jalan berdua bergandeng tangan, pertama mereka tidak tau kalau aku ada di taman bersama kuargaku, saat aku dan keluargaku berjalan melewati mereka, aku berpura pura tidak melihatnya, lalu Sisil dan Revan pun membalikkan badannya, agar aku tidak melihatnya. Lalu besoknya di sekolah Sisil menghampiri aku dan merayu rayu aku, karena dia pikir aku tidak mengetahui dia di taman kemarin, Lalu aku tidak berkata banyak sama Sisil aku hanya bilang sepatah kata yaitu "PUTUS". Tapi Sisil tidak terima aku mengajaknya putus dia masih membela dirinya, lalu aku menjelaskan semua kepada Sisil tentang apa yang aku lihat di taman kemarin, tapi Sisil tetap merayu dan membujuk aku. Setelah kejadian saat itu, aku tidak pernah menggubris Sisil, tapi yang aku takutin jika Sisil akan menyakiti perempuan yang deket sama aku".
"Oooh iya iya kak aku mengerti, Dina dan Rifa sudah menceritakan semua sama aku".
"Iya aku memang cerita sama mereka saat itu. Makanya saat aku melihatmu jalan dengan Revan aku sangat tidak suka, karena aku tidak mau kamu tersakiti oleh lelaki brengsek seperti Revan".
"Tenang saja Kak aku, aku tidak ada hubungan khusus dengan Revan kok, cuma dia pingin aja deketin aku, tapi aku tidak menggubrisnya".
"Iya kak bener itu, akhirnya aku manfaatin saja dia untuk mengisi perut kita kita, yaa lumayanlah uang saku kita gak keluar banyak banyak wakakakak", celoteh Tita sambil tertawa dan diikuti mereka. Lalu Aldi memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya ke Adel di hadapan kedua sahabatnya.
"Fin, Tit, aku mau ngomong sesuatu sama Adel boleh?".
"Boleh banget Kak". Kata Tita.
"Kalau begitu kita pergi dulu yuk Tit". Ajak Finna.
"Iya ayok".
"Eeeh jangan, kalian tetep disini saja, biar kalian bisa menyaksikannya".
"Oooh gitu ya Kak". Kata Finna. Dan Aldi menganggukkan kepalanya ke Finna dan Tita.
"Okelah kak, kalau itu mau Kakak, silahkan ngomong Kak". Saut Tita.
"Begini, Del semenjak aku melihatmu aku ingin sekali bisa deket sama kamu, setiap pulang sekolah dulu aku sering sekali membuntuti kamu, tapi aku tak punya keberanian untuk muncul dihadapanmu, setiap aku membuntuti kamu aku selalu memakai masker, agar kamu tidak mengenali diriku, jadi saat ini kesempatan aku untuk mengungkapkan isi hatiku ke kamu, Del maukah kamu menjadi pacar aku, tanpa aku sadari setiap hari cintaku ke kamu tumbuh dengan sendirinya".
Mereka semua bengong melihat keberanian Aldi mengungkapkan perasaannya di hadapan kedua sahabat Adel.
"Oooh jadi Kakak dan teman teman kakak yang dulu sering mbuntutin kita?". Tanya Finna. Aldi mengangguk nganggukkan kepalanya. Lalu Finna menyenggol Adel, karena Adel masih kaget dan bingung.
"Del kok malah bengong jawab tuh Kak Aldi". Kata Finna.
"Eeeh iya maaf". Lalu Adel diam sejenak dan menarik nafas. Setelah itu Adel berkata ke Aldi.
"Iya Del, aku bener bener mencintaimu, jika Adel tidak suka sama aku, Adel berhak menolak cintaku".
"Maksud aku, kalau kakak benar benar mencintai aku, tolong buatlah aku bisa mencintai Kak Aldi".
"Jadi Adel menerima cintaku?".
"Iya Kak, tapi dengan syarat".
"Apa itu Del".
"Aku mau jadi pacar Kakak asal jangan sampai ada satupun yang tahu tentang hubungan kita terutama sisil, kecuali keempat sahabatku, dan buat aku bisa mencintai kakak".
"Baiklah Del aku akan mencoba melakukan apa yang kamu mau, tapi Sisil sudah tidak mengejar ngejar aku Del".
"Iya Kak tapi aku hanya antusias saja, kalau sewaktu waktu Sisil mengetahui hubungan kita, aku takut Sisil menyerangku kak".
"Oke oke aku faham".
"Yeee Kak Aldi dan Adel jadian", sorak Finna dan Tita sambil tepuk tangan. Akhirnya Aldi dan Adel jadian, mereka sepakat untuk merahasiakan hubungannya, dan saling percaya. Dan keluar dari taman bersama, lalu dari parkiran mereka berpisah menuju jalur rumahnya masing masing.
"Del, misalnya aku pengen ketemu kamu bagaiman?".
"Kakak datang saja ke rumahku enggak pa pa kak".
"Ooh gitu ya, oke kapan kapan aku ke rumah kamu Del".
"Iya kak siap".
"Ya udah kita pulang dulu ya kak". Saut Finna.
"Iya Fin, jaga bidadari cintaku ya, hehehehehe". Jawab Aldi.
"Baru jadian saja sudah di satpami, gimana kalau sudah lama, hadddeehh".
"Ya iyalah aku kan gak mau pacarku yang cantik nih terluka hehehehee".
"Ya sudah Kak kita pulang dulu ya, enggak usah ngegombal melulu".
"Iya hati hati di jalan".
"Iya kak, kamu juga hati hati di jalan ya".
Akhirnya mereka pulang. Lalu Adel, Finna dan Tita ngobrol ngobrol di jalan sambil naik sepeda.
"Del kamu terima Kak Aldi, gimana dengan Nathan?". Tanya Tita.
"Belum tau aku, yang penting kalian harus bener bener bisa jaga rahasia ini, jangan sampai bocor, aku tau kalian adalah sahabat dan saudara terbaikku".
"Iya iya Adeel, tapi kasihan juga ya Nathan, di dua in sama sahabat gue hehehe". Celethuk Finna.
"Iya Fin ya kasihan ganteng ganteng dibuat mainan hehehehe".
"Sebenarnya aku juga kasihan sama Nathan, tapi aku juga bingung, aku sudah mulai suka sama Nathan, dan aku juga terpikat sama Kak Aldi".
"Ya sudahlah dijalanin dulu saja bagaimana nanti, dan juga siapa nanti yang bakal jadi jodomu". Jawab Tita.