
Setelah Adel menceritakan semua yang dilakukan Adel di rumah neneknya sampai dengan putusnya Adel dengan Revan, para sahabatnya sangat geram pada Revan. Meskipun Adel juga play girl, tapi jika di duakan Adel juga sebel dan sakit hati, Adel juga menyadari itu semua, kalau dirinya merasa egois, tidak mau di duakan tapi menduakan. Sahabat sahabat Adel kaget mendengar cerita Adel.
"Laah emang tuh Revan sama Sisil", kata Fina.
"Ooooh ternyata yang dikatakan kak Aldi memang benar ya Rif, katanya dia sudah putus sama pacarnya". Saut Dina.
"Iya bener Din, tapi gak nyangka ya kalau selingkuhannya Sisil itu ternyata Revan". Jawab Rifa.
"Tapi kenapa Kak Aldi enggak ngomong sama kita ya, kalau diselingkuhin Sisil dengan Revan". Jawab Finna.
"Bentar bentar girls, dulu kita pernah ketemu sama Kak Aldi waktu beli mie ayam sama bakso kan?, tatapannya tuh aneh banget saat melihat Revan, mukanya jadi merah seperti ingin marah". Saut Adel.
"Oooh iya iya bener tuh, aku juga memperhatikan wajah Kak Aldi saat itu", jawab Tita.
"Pantesan Kak Aldi pernah bilang ke aku sama Rifa, kalau kita disuruh hati hati dengan Revan, eeeh ternyata ini alasannya". Jawab Dina.
"Eeeeh huuust diam diam ada Nathan dan my bebeb hehehehehe", celetus Finna. Tak lama kemudian Nathan dan Tio datang menghampiri mereka.
"Hey girls serius amat ngobrolnya, ada rapat penting ya hehehehe". Sapa Nathan.
"Iya sih tadi, rapat kecil kecilan tapi udah selesai kok hahahahaha", jawab Adel sambil tertawa.
"Kayak orang penting saja rapat wakakakak", saut Tio sambil tertawa terbahak bahak.
"PLAAAK", tangan Finna meluncur memukul punggung Tio.
"Aduh beb, sakit tau", jawab Tio yang kesakitan sekaligus kaget.
"Wakakakakakak", mereka semua tertawa dengan terbahak bahak, karena melihat Tio yang kaget dan kesakitan.
"Makanya kalau ngomong hati hati, kita ini memang penting tau, kalau di suruh milih aku milih sahabat sahabatku dari pada pacarku, makanya jika kita berkumpul serius berarti ada yang penting, mau kamu aku putusin". Celoteh Finna ke Tio, semua sahabat sahabatnya tertawa.
"Laaah jangan putusin aku dong beb, iya iya aku mengerti, tapi tadikan aku cuma bercanda. Ingin dapetin kamu aja, aku butuh perjuangan, eeeh sekarang mau kamu putusin, haddeeehh". Jawab Tio.
"Iya iya aku maafin, aku juga bercanda kok hehehe, tapi lain kali jangan diulangi lagi ya".
"Siap beb".
Tak lama kemudian bel pun berbunyi, tanda istirahat telah usai, lalu mereka masuk ke kelas dan duduk di bangkunya masing masing. karena guru kelasnya belum datang maka Finna ngobrol sebentar dengan Adel.
"Del sabar ya, kan masih ada Nathan yang selalu setia sama kamu".
"Iya Finn aku enggak pa pa kok, cuma sebel aja, ntar lama lama juga udah hilang sebelnya".
"Oke oke siip". Lalu guru yang mengajar pun datang dan memasuki kelas. Singkat cerita. Pulang sekolah Revan menunggu Adel di parkiran, tetapi Adel selalu menghindari Revan, karena Revan selalu saja mengusik Adel untuk minta balikan, tapi Adel tetep tidak mau.
"Deeel". Sapa Revan sambil menyaut tangan Adel. Tapi Adel langsung menghindari tangannya. Lalu Fina menghadangnya.
"Sudahlah Kak Revano, jangan kejar kejar Adel lagi percuma kamu". Kata Finna.
"Tapi Fin, aku mau jelasin semuanya". Bela Revan.
"Kak Revan, Adel itu sekali tidak ya tidak, jangan sampek Adel tidak mau menyapa kakak selamanya, lebih baik kakak menerima keputusan Adel, agar Adel tidak membenci kakak selamanya".
"Tapi Fin".
"Oke oke, ya sudah Fin, aku pergi dulu".
"Iya kak". Akhirnya Revan pergi juga. Lalu mereka pulang, sebelum pulang mereka berhenti di penjual mie ayam bakso langganannya, mereka hanya bertiga saja, karena Dina dan Rifa sudah pulang naik angkot sedangkan Nathan dan Tio pulang duluan. Setelah mereka sampai di penjual langganannya, mereka memarkir sepedanya lalu masuk ke dalam, mereka kaget ketika masuk ke dalam disana ada Aldi dan teman temannya dari SMK. Aldipun tidak tahu kalau ada Adel dan sahabatnya baru datang. Ketika mereka memesan mie kepada penjual, seketika Aldi menoleh ke suara itu, karena Aldi yakin itu suara Adel.
"Looh itu Del itu...", belum sempet Fina meneruskan omongannya, mulut Finna di bungkam sama Adel.
"Huuust diam, nanti kedengeran kak Aldi, dia tidak menyadari kedatangan kita, sudah ayok kita pesan saja". Akhirnya mereka memesan makanannya.
"Pak mie ayam dua, mie ayam bakso satu, es jeruk tiga, seperti biasa Pak". Adel memesan makanan dan minuman.
"Oke non cantik siap, silahkan duduk dulu non",
"Iya Pak trimakasih".
"Ooh ya non, itu disitu ada mas cakep temennya non cantik dulu, pas ketemu disini hehehehe". Candaan Pak penjual.
"Aaah Bapak bisa aja, jangan keras keras Pak nanti dia dengar".
"Iya non maaf".
Saat Aldi mendengar suara Adel dia langsung menoleh ke arahnya, dan dia memperhatikan Adel terus dari dia mulai pesan hingga ngobrol dengan penjualnya. Setelah Adel mengobrol dengan Bapak penjualnya, Aldi segera menyapa Adel.
"Adeel".
"Eeeh ada Kak Aldi".
"Baru pulang ya?".
"Iya Kak".
"Sini gabung sama kita".
"Makasih Kak, kita disini saja kak"
Lalu Aldi melanjutkan makannya, dan pesanan Adel pun juga datang lalu mereka makan dengan tenang. Setelah selesai makan Aldi dan teman temannya pamit pergi duluan, tetapi Aldi tidak ikut pulang teman temannya, dia menunggu Adel di luar. Karena Aldi sudah lama banget ingin ketemu Adel dan ingin membicarakan sesuatu ke Adel, mumpung ada kesempatan, Aldi ingin segera membicarakannya. Dia pun rela menunggu Adel di luar. Tak lama kemudian Adel dan kedua sahabatnya keluar dari warung mie ayam bakso. Mereka kaget ketika melihat Aldi duduk di motornya.
"Looh Kak Aldi kok masih disini, mana temen temen Kakak?", Sapa Tita.
"Eh Kalian sudah keluar ya, Temen temenku sudah pulang Tit, aku disini sengaja nunggu kalian".
"Ada apa ya kak kok nungguin kita", tanya Adel. Finna pun mengangguk nganggukkan kepalanya.
"Boleh aku ngajak kalian ngobrol di taman dekat sini saja, biar nanti kalian pulangnya tidak kejauhan".
"Boleh Kak", saut Finna yang penasaran. Lalu mereka pergi menuju taman, Adel dan kedua sahabatnya menaiki sepedanya sedangkan Aldi menaiki motornya, Aldi berjalan disamping Adel dengan posisi di belakang Finna dan Tita. Sesampainya di taman mereka duduk di tempat duduk yang ada di taman. Sebelum mulai mengobrol Adel bertanya kepada Aldi, "Kak ngobrolnya tentang apa ya kalau boleh tahu?".
"Tentang mantan aku dan Revan". Hati Adel langsun deg kaget.
"Kalau begitu, biarkan Finna dan Tita ikut disini mendengar cerita Kak Aldi ya, Kakak enggak keberatankan, karena mereka tahu semua tentang aku".
"Oke gak pa pa kalau kamu enggak keberatan".
"Enggak Kak, aku enggak keberatan, aku malah senang, makasih kak".