Adelina

Adelina
mencari sesuatu untuk Pak Johan



Mereka sudah tidak sabar menunggu hari minggu besok, karena mereka akan merayakan kemenangannya di rumah Pak Johan. Nathan, Adel dan teman teman sekelas sedang merencanakan sesuatau untuk memberi kejutan kepada Pak Johan. Karena beliaulah yang berjasa untuk kelas mereka.


"Teman teman bagaimana kalau besok kita kasih kejutan ke Pak johan?". Tanya Adel kepada Nathan dan teman teman sekelasnya.


"Iya betul aku setuju, karena Pak Johan lah yang berjasa dalam hal ini, karena beliau sudah membantu kita", jawab Nathan.


"Iya aku juga setuju karena beliau sudah membantu memberi dana kepada kita, tanpa beliau mungkin kita akan kekurangan dana, karena dana kas kita tidak mencukupi". jawab Tio.


" Iya aku juga setuju", seru teman sekelas Adel bersamaan.


"Ok, kalau begitu biar nanti aku sama Nathan, Fanni, Tita, Dina dan Rifa yang akan mencari hadiah untuk Pak Johan", Kata Adel.


"Iya biar kami saja nanti pulang sekolah yang cari hadiah buat Pak Johan, kemarin masih ada sisa kan dana dari Pak johan", jawab Nathan.


"Iya masih ada sisa sedikit ini, mungkin cukup kalau nanti tidak cukup, biar nanti kami yang urus", jawab Adel selaku bendahara di kelas.


" Ok, kalian urus saja yang terbaik, jika kalian butuh bantu bisa minta bantuan kita kita semua", jawab Tio.


"Siiiaaap", jawab Fanni.


Tak lama kemudian bel pun berbunyi tanda sudah waktunya pulang. Sebelum pulang mereka berdoa bersama dulu, setelah itu mereka keluar kelas dengan senang dan riang gembira. Kali ini Nathan pulang sekolahnya ikut gabung sama Adel dan keempat sahabatnya itu, Karena mereka harus pergi ke toko untuk mencari hadiah buat Pak Johan.Mereka berjalan bersamaan dari kelas menuju parkiran sekolah. Setelah sampai di parkiran mereka bertemu dengan Revan dan teman teman.


"Heeey kak Revan", Sapa mereka bersamaan.


"Heey juga Nathan, Adel dan kawan kawan hehehehehe", jawab Revan.


" Eeeh iya kak, selamat ya kelas kakak dapat juara 2", Adel, Nathan dan keempat sahabatnya mengucapkan selamat kepada Revan dan teman temannya secara bergantian.


"oh iya trimakasih, kami juga mengucapkan selamat ke kalian yang telah mendapatkan juara 1", jawab Revan.


"Hebat ya kalian bisa meraih juara 1, soalnya tahun tahun kemarin tuh waktu kita kita masih kelas 7 tu ya, enggak ada satupun kelas 7 yang dapat juara lo, eeeh sekarang malah menonjol, apalagi kelas kalian, mantap betul pokok". Kata Dino.


"Hehehee kakak bisa saja, ini berkat kerja keras kami dan teman teman sekelas kak, makanya kita bisa meraih juara 1", jawab Adel.


"Iya Del, tapi beneran hebat lo bisa kompak sekelasmu itu", jawab Ferdi.


"Alhamdulillah kak, teman sekelas kita bisa diajak kerja sama dengan baik", jawab Adel.


Setelah mereka ngobrol banyak, Adel dan teman teman berpamitan kepada Revan, untuk pulang dulu, karena mereka harus mencari sesuatu untuk Pak Johan. Sebenarnya Revan ingin sekali ikut gabung bersama mereka, tapi Adel melarangnya karena Adel tidak mau nanti Revan di cari orang tuanya karena sudah waktunya pulang sekolah belum sampai rumah.


"Maaf kak kita pamit pulang dulu ya", pamit Adel sambil memandang Revan dengan seyum.


"Kita mau mencari sesuatu untuk Pak Johan kak, kita mau ngasih kejutan untuk beliau", jawabTita.


"Iya kak, karena Pak Johanlah orang yang berjasa atas kemenangan kelas kami, kami bangga punya wali kelas seperti Pak Johan", saut Dina.


"Oh begitu ya, boleh ndak aku ikut gabung kalian, aku ingin jalan bareng sama kalian juga biar rame", jawab Revan


"Jangan kak, ini sudah siang sudah waktunya pulang sekolah nanti kalau orang tua kakak kawatir bagaimana, soalnya sudah waktunya pulang tapi belum sampai rumah", jawab Adel.


"Enggak pa pa Del, nanti kan aku juga bisa bilang ke Ibu aku, pulang telat karena masih ada tugas kelompok", jawab Revan.


"Tapi kak, aku tidak mau kamu bohong sama Ibu kakak", jawab Adel sambil memandang Revan penuh arti.


"Ya sudah kalau begitu, tapi lain kali boleh kan kita jalan bersama sama biar rame", jawab Revan dengan pasrah. Akhirnya Revan mengalah, karena dia mengerti kalau tatapan mata Adel saat memandang itu penuh arti, makanya Revan mengalah saja, dari pada nanti Adel marah.


"Iya kak siap", jawab Nathan.


"Mari kak kita permisi dulu ya, sampai jumpa lagi besok di sekolah kak", pamit mereka semua kepada Revan dan teman temannya.


"Iya hati hati sampai jumpa lagi besok", jawab Revan.


Akhirnya mereka pergi duluan, sedangkan Revan dan teman temannya masih di parkiran duduk duduk santai, sebelum mereka pulang.


Setelah sampai toko, Nathan, Adel dan keempat sahabatnya itu bingung mau cari kado apa yang pas buat Pak Johan. Mereka mengelilingi semua barang barang yang ada di Toko, akhirnya mereka memilih jam tangan untuk Pak Johan. Mereka senang bisa membelikan jam tangan untuk Pak Johan, meskipun harganya tidak seberapa, tapi lihatlah ketulusan mereka yang ingin memberinya. Setelah itu mereka pulang, tapi sebelum mereka pulang mereka masih mengantar Dina dan Rifa ke tempat pemberhentian angkot, karena rumah Dina dan Rifa tidak sejalur dengan mereka, sambil menunggu angkot mereka duduk di warung sambil memesan es, karena terlalu lama mereka mengelilingi toko, sampai mereka kehausan. Setelah mereka puas minum es, mereka ngobrol dengan asyik, sambil menunggu angkot lewat.


"Uuuh capeknya, dari tadi keliling toko", kata Rifa.


"Iya capek sekali, haus pula hehehehehe", jawab Tita.


" Ya udah ayo kita istirahat di warung sana dulu yok, kita beli es sambil nunggu angkot lewat", Jawab Adel, Adel merasa kasihan melihat mereka kehausan, akhirnya Adel mengajak mereka untuk beli es.


"Ayok aku juga haus nih", Saut Nathan sambil menarik tangan Adel.


"eeeheeem, mentang mentang hanya ada kita doang, kamu narik narik tangan Adel", deheman dan celotehannya Tita.


"Hehehehehe iya maaf, habisnya aku seneng sekali bisa jalan sama Cewek ku", jawab Nathan sambil cengar cengir dan menggaruk kepala yang tidak gatal.


Tak lama kemudian angkot pun lewat dan berhenti, Dina dan Rifa pamitan kepada mereka dan segera naik angkot. lalu mereka balik arah menuju jalan pulang ke rumah masing masing, mereka pulang bersama sama lagi karena rumah mereka searah, mereka naik sepeda bersamaan sambil bercanda, bergurau dan tertawa tertawa mereka terlihat happy banget.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah masing masing.Mereka merasa capek, karena mereka harus berkeliling toko seharian. Setelah mereka sampai rumah mereka mandi dan tidur siang.