Adelina

Adelina
Nathan Main Ke Rumah Adel



Saat mereka sampai di taman, mereka menyapa dan gabung bersama dengan Adel dan Tio.


"Heey Tio nih es dan makanan ringan buat kamu dan Nathan", kata Adel sambil senyum dan melirik Nathan.


"Oohh thingkyu Del", jawab Tio


"Makasih Del", jawab Nathan sambil tersenyum dan mengedipkan salah satu matanya ke Adel.


"Sama sama", jawab Adel.


"Eeeh ngomong ngomong kalian ngomongin apa sih kok serius amat sih", tanya Finna.


"Heeeem heeeemm enggak kok, enggak ngomong apa apa", jawab Tio sambil gelagapan.


"Aaah yang beneeer", jawab Tita sambil bercanda.


"Eeeh sudah sudah ayo masuk kelas, bel sudah berbunyi tuh", potong Nathan.


Mendengar bel bunyi masuk kelas, mereka pada bubar dan berjalan menuju kelas. Saat mereka bubar dan berjalan menuju kelas, Nathan mengedipkan mata untuk Adel, dia memberi kode ke Adel anggar berjalan belakangan, dia mau ngomong sama Adel sebentar.


"Del, nanti siang pulang sekolah atau sore aku mau main ke rumahmu, boleh?", tanya Nathan.


"Emang ada apa, kangen ya sama aku hehehehe", canda Adel.


"Iya hehehehe, selain kangen ada sedikit yang ingin aku bicarakan sama kamu tentang Tio".


"Ups".


"Heey jangan keras keras".


"Oke oke datang saja ke rumahku, sekalian aku kenalin Ibuk aku, dia baru pulang dari rumah nenekku".


"Oke siap, ya udah aku ke bangku dulu ya, sampai ketemu nanti".


Akhirnya mereka duduk di bangku masing masing, dan jam pelajaran setelah istirahat pun dimulai mereka mengikuti pelajaran dengan semangat. Singkat cerita.


Bel pulang sekolah telah berbunyi mereka siap siap untuk pulang, Dina dan Rifa pulang naik angkot, sedangkan Adel, Tita, Finna, Nathan dan Tio naik sepeda. Mereka semua pulang bersama naik sepeda, kecuali Dina dan Rifa.


"Del nanti kita tidur di rumahmu ya", kata Finna.


"Iya, kita kangen sama Big Mom, lama gak bercanda sama Big Mom", saut Tita.


"Oke oke siap", jawab Adel.


"Waah kelihatannya menyenangkan tuh", jawab Tio.


"Iya tuh, ntar kita nyusul ya Tio", canda Nathan.


"Wkwkwkwkwk", Tio dan Nathan tertawa bersama.


"Jelas dong ini sangat menyenangkan, nyusul aja, tapi tidak boleh tidur sana tauk", jawab Finna.


"Iiiiddiiiih cantik cantik galak amat sih", jawab Tio.


"Wakakkakkak", mereka semua tertawa bersama mendengar jawaban Tio. Sedangkan Finna memanyunkan mulutnya. Lalu mereka pisah di jalan menuju arah rumah masing masing kecuali Adel, Finna dan Tita yang rumahnya searah. Setelah mereka sampai rumah masing masing, mereka beristirahat sejenak.


"Ibuk Adel pulang". Sapa Adel sambil salim dan mencium Ibunya.


"Eh anak Ibuk sudah pulang, sana ganti baju, cuci tangan kaki, lalu makan terus istirahat".


"Siap buk".


Lalu Adel ganti baju, cuci tangan, cuci kaki, lalu makan. Selesai makan Adel istirahat sambil duduk lihat TV di temani Ibunya.


"Del katanya si Tita sama Finna mau main kesini?".


"Iya buk nanti sore sekalian sambil belajar dan katanya mau tidur sini juga, katanya sangat kangen sama Big Momnya, hehehehe", jawab Adel sambil tertawa.


"Hehehehehe, ada ada saja tingkah mereka ya Del, mereka itu sangat lucu".


"Iya buk, mereka tuh lucu banget buk, mereka tuh sahabat sekaligus sudah ku anggap sebagai saudara buk".


"Iya Del, kita semua sudah menganggap mereka sebagai keluarga, jangan sampai ada permusuhan kelak".


"Iya buk Adel mengerti kok".


Tak lama kemudian ada suara yang mengetuk pintu.


"Tok...tok...tok, Assalamualaikum", ucapan salam dari Nathan.


"Waalaikumsalam, suara siapa ya Del itu?", jawab Ibunya sambil bertanya kepada Adel.


"Waalaikumsalam, suara temen Adel buk hehehehehehe", jawab Adel sambil berlari kedepan untuk menyapa Nathan. Adel sudah mengira kalau itu Nathan, karena mereka sudah janjian tadi di sekolah.


"Iya Del makasih".


"Sendirian ya, Tio enggak ikut?".


"Iya Del sendirian, enggaklah Tio enggak ikut, Tio enggak tau kalau aku mau kesini, Tio tidak mau ada yang tau tentang ini".


"Iiiiddiiih, bikin penasaran saja kamu ini".


"Sabar dong sayang hehehehe".


"Siapa Del, kok enggak dibuatkan minum tamunya", tanya Ibunya sambil berjalan kedepan sambil lihat tamunya yang katanya teman Adel itu.


"Eh iya buk sebentar, buk kenalin dulu ini Nathan teman sekelas Adel, bahkan dia juga ketua kelas Adel, Nath ini Ibukku", jawab Adel sambil mengenalkan Nathan dengan Ibuknya.


"Selamat siang tante, saya Nathan teman sekelas Adel", Nathan berjabat tangan sambil memperkenalkan diri dengan sopan kepada Ibunya Adel.


"Iya nak, saya Ibunya Adel, silahkan duduk".


"Iya tante trimakasih".


"Iya sama sama, tante tinggal istirahat dulu ya nak Nathan".


"Iya tante silahkan".


"Del jangan lupa buatkan minum ya untuk temanmu Nathan".


"Iya buk siap, Nath bentar ya tak buatin minum dulu".


"Enggak usah repot repot Del, bisa melihatmu saja aku sudah senang hehehehehe", canda Nathan.


"Hiiiiisst ngegombal kamu ini, udah tak buatin minum dulu".


"Iya sayang hehehehe".


Adel pun pergi ke dapur membuatkan minuman untuk Nathan. Lalu tak lama kemudian Tita dan Finna datang ke rumah Adel.


"As.... hehehehehe", mereka kaget Setelah melihat Nathan di ruang tamu, mau mengucap salam pun mereka enggak jadi dan tertawa.


"Eeeh ada Nathan, sorry kita enggak tahu kalau kamu kesini".


"Enggak pa pa kok, mari masuk Adel lagi di dapur".


"Ya udah kita ke dapur dulu nyusul Adel ya".


"Iya silahkan".


Lalu mereka berdua menyusul Adel ke dapur.


"Adel", teriak mereka berdua sambil berlari memeluk Adel.


"Eeeh, huuust kali jangan keras keras, Ibuk lagi di kamar istirahat tau".


"Uuups maaf", jawab fina.


"Eh ngapain kalian sudah kesini, katanya entar sore kesininya".


"Kita cuma pengen main saja disini, eeeh ternyata di depan ada Nathan hahahahaha", jawab Tita sambil tertawa Finna pun ikut tertawa.


"Iya Nathan kesini katanya kangen sama aku, wakakakakak, dia mau kesini juga gak bilang bilang, aku saja kaget". Alasan Adel agar tidak di curigai oleh merekan.


"Wakakakak, ternyata Nathan penuh kejutan ya, kalau begitu kita pulang dulu yuk Tit, ntar kita ganggu mereka yang lagi kangen kangenan wakakakak", kata Finna sambil menarik tangan Tita.


"Ya udah sana pulang dulu, kesini nanti saja wakakakak".


"Ya dah aku pulang dulu Del, selamat berkangen kangenan wakakakak". Goda mereka.


Mereka berjalan bersama dari dapur menuju ke ruang tamu.


"Nath, kita pulang dulu ya, takut ganggu nih wakakakak", pamit mereka kepada Nathan.


Nathan hanya tersenyum melihat tingkah mereka.


"Sudah enggak usah diladeni mereka tuh, mereka emang seperti itu".


"Iya aku ngerti kok".


"Nih silahkan di minum Nath, aku buatin minuman spesial buat kamu, es teh lemon kesukaanmu hehehehe".


"Makasih sayang". Setiap Nathan memanggil Adel dengan sebutan sayang, Adel tersenyum sambil malu malu.