
"kalau emang jodoh ya gak pa pa, ya kan Fin". Finna langsung menghadap ke Tio tapi Finna hanya diam tidak menjawabnya karena dia malu sama teman temannya.
"Ciiiee ciiiee", sorak mereka ke Finna dan Tio.
"Apaan sih kalian, sudah ayok masuk kelas, keburu bunyi tuh belnya", jawab Finna sambil mengelak dan berdiri dari tempat duduknya. Lalu Finna berjalan duluan, dan mereka menyusul di belakangnya sambil mengejar, karena Finna berjalan dengan cepat saking malunya dengan teman teman. Sedangkan Nathan danTio kebagian bayar di kantin.
"Oooooeeeekk tunggu dulu Fiin", teriak Dina sambil lari mengejar bersama teman temannya. Finna tidak menanggapi teriakan mereka, Finna terus berjalan menuju taman sekolah. Sedangkan Nathan dan Tio masih berjalan di belakang. Setelah sampai taman Finna duduk di taman, di susul mereka dengan ngos ngosan karena mengejar Finna.
"Hey girl cepat sekali kau jalannya, kita kita sampek ngos ngosan nih", kata Rifa dengan mengatur nafasnya.
"Girls aku tu malu tauk". Jawab Finna.
"Hey Finna sayang, kenapa harus malu, seharusnya tadi kamu itu bersikap biasa saja, jadi nanti biar tahu bagaimana perasaan Tio yang sebenarnya", jawab Adel sambil merangkul Finna, dan berkata dengan nada merayu dan ngegombal, anggar Finna bisa PD.
"Iya bener kata Adel Fin", jawab Tita.
"Tapi girls aku ndak bisa nahan maluku, jantung berdetak keras sekali".
"Oke oke, sekarang tenangkan dulu jantung kamu", jawab Tita.
Sedangkan Nathan dan Tio masih berjalan menuju taman untuk menyusul mereka. Nathan dan Tio berjalan dengan santai sambil mengobrol.
"Nath menurutmu gimana, Finna punya perasaan enggak sama aku, kenapa tadi dia meninggalkan tempat begitu saja, apa dia marah ya dengan kata kataku tadi", tanya Tio.
"Hey Tio, apa kamu tidak sadar dengan tingkah Finna, lihatlah saat dia mendengar perkataanmu tadi dia itu tersipu malu tauk, jadi tandanya dia itu juga suka sama kamu". Jawab Nathan sambil menyakinkan Tio.
"Masak sih Nath".
"Iya Tio, kamu itu gimana sih kok gk merhatiin tadi".
"Habisnya, aku tadi juga agak agak malu dan canggung".
"Ya udah cepat buruan ditembak, keburu diambil anak lain hehehehehe".
"Laaaah laaah janganlah, oke oke, tapi kapan ya Nath enaknya aku ngungkapin perasaanku?".
"Gimana kalau besok, ntar aku tak minta bantuan ke para cewek cewek tadi".
"Ya udah besok ya Nath, aku tak nyiapkan mentalku hehehehe
"Dasar kau ini".
"Wakakakak", Nathan dan Tio tertawa bersama.
"Nah tu mereka, ayok kita susul mereka", ajak Nathan.
Lalu mereka berjalan menuju taman, ketika mereka sudah mendekati taman, dan mereka sudah melihat cewek cewek yang sedang duduk di taman. mereka menghampirinya. Dan cewek cewek tadi melihat mereka dari kejauhan.
"Hey girls lihat tuh mereka sudah datang", kata Tita.
"Iya, mereka menuju kesini tuh", saut Rifa.
"Ayo Fin tarik nafas tenangkan dirimu, cobalah untuk bersikap biasa oke", rayu Adel.
"Semangat Fin semangat", kata Dina sambil menyemangati Finna.
"Oke oke, aku akan mencobanya", jawab Finna.
Lalu Nathan dan Tio datang menghampiri mereka.
"Hey girls". Sapa Nathan.
"Ya lah kan antri bayarnya", jawab Tio.
"Uuuuuh gitu oke!" jawab Dina.
Bel pun berbunyi mereka segera masuk kelas dan memulai pelajaran lagi setelah istirahat. Ditengah jam pelajaran, Nathan menulis surat di kertas yang isinya, "Del nanti sore aku ke rumahmu, dan jangan lupa Tita suruh ke rumahmu juga, tapi jangan bilang bilang ke Finna ya, aku mau minta bantuan ke kalian oke, Nathan". Lalu Nathan melipat kertasnya menjadi kecil dan di kasihkan keteman temannya secara estafet yang berakhir di tempat duduk Adel. Setelah sampai di tangan Adel, Adel membuka dan membaca suratnya, lalu Adel melirik ke arah Nathan dan mengangkat sedikit tangannya, dengan mengisyaratkan tanda oke.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00, dan bersamaan dengan bel berbunyi, waktunya pulang. Mereka berjalan bersama menuju parkiran sekolah, Lalu Nathan mengajak Adel pulang bersama sama, tapi Adel dan teman teman tidak bisa karena mereka sudah ada janji dengan Revan. Adel dan teman teman membuat alasan kalau mereka masih di suruh Ibunya beli sesuatu. Dan Nathan pun percaya akhirnya Nathan dan Tio pulang duluan. Sedangkan Revan sudah menunggu Adel di parkiran.
"Hey Kak, maaf lama menunggu ya?", sapa Adel.
"Enggak kok". Jawab Revan.
"Ooooh, ya udah kita berangkat sekarang apa nanti nih?", goda Adel.
"Berangkat sekarang saja, biar ntar pulangnya enggak kesorean", jawab Revan.
"Oke kak". Jawab Finna.
Lalu mereka berangkat bersama ke penjual Mie ayam, bakso di tempat laganan Adel yang tak jauh dari sekolahnya. Setelah sampai di tempatnya mereka memesan sesuai seleranya masing masing.
"Selamat siang non, tumben lama enggak ke sini?", tanya Bapak penjualnya.
"Iya Pak soalnya lagi banyak tugas sekolah jadi enggak sempet mampir kesini", jawab Adel.
"Oooh iya non, sekarang mau pesan apa non".
"Seperti biasa Pak favorit kita, Mie ayam bakso", saut Finna.
"Siap non, kalau masnya ini mau pesan apa ya?".
"Ooh saya bakso saja Pak", jawab Revan dan Dino.
"Kalau saya Mie ayam Pak", jawab Ferdi.
"Siap, trus minumnya apa ini?".
"Kita minumnya seperti biasa Pak", jawab Tita.
"Kalau begitu kita minumnya samakan saja sama mereka Pak", jawab Revan.
"Oke siap mas, di tunggu sebentar ya".
"Iya pak, trimakasih", jawab mereka dengan kompak. Lalu Bapak penjualnya kembali memasak dan menyiapkan pesanan mereka. Lalu mereka mengobrol dengan asyik. Adel duduk bersebelahan dengan Revan, dan Finna duduk bersebelahan dengan Dino, sedangkan Ferdi duduk bersebelahan dengan Tita tapi berhadapan dengan Finna dan Dino, sedangkan Adel dan Revan duduk di bangku sebelah mereka, sebenarnya juga mau gabung, tapi bangkunya tidak cukup akhirnya duduk disebelahnya.
"Del, aku senang sekali bisa jalan seperti ini sama kamu", kata Revan.
"Hehehehehe iya kak, aku juga senang kak".
"Boleh gak kapan kapan aku main ke rumah mu?".
"Ya boleh lah kak, masak main saja gak boleh, tapi jangan sampek keluargaku tahu kalau kita pacaran ya kak", Adel membuat alasan lagi agar tidak terbongkar kalau Adel itu mempunyai pacar lain. Dan kemungkinan besar jika ada cowok ganteng yang suka sama Adel mungkin akan di terima lagi sama Adel, kalau soal perilaku baik buruknya itu menurut Adel nomer 2, tapi yang pertama dilihat Adel itu kegantengannya, kalau ganteng sifatnya baik lanjut, kalau ganteng sifatnya jelek tinggalin saja, itu menurut Adel kalau masalah kaya miskin Adel tidak melihat dari situnya.
"Oke lah Del, aku tetep akan menutupi hubungan ini, demi kamu".
"Makasih kak".
Disisi lain Fina, Dino, Tita dan Ferdi ngobrol sendiri dengan asyik.