
Sewaktu Adel dan keempat sahabatnya lagi asyik duduk di kantin, sambil menunggu pesanannya datang mereka bercerita-cerita, bercanda sambil tertawa-tertawa, tiba-tiba Revan dan kedua temannya datang menghampiri mereka.
"Hai Adel, hai semua, boleh saya gabung?" tanya Revan.
"Eh hai juga kak Revan, kak Dino dan kak Ferdi, boleh-boleh silahkan duduk kak." jawab Rifa dan Tita, sambil memberi tempat duduk kepada mereka.
Adel, Finna dan Dina hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabatnya yang heboh sendiri, karena kedatangan Revan dan teman-temannya.
"oh ya ngomong-ngomong kalau aku ikut gabung kalian ada yang cemburu gak ya??" kata Revan.
"Jelas tidak lah kak, siapa yang cemburu kita-kita inikan CANBLO (cantik-cantik jomblo)" jawab ke empat temannya Adel sambil tertawa terbahak bahak.
Adel hanya terseyum saja melihat tingkah teman-temannya.
"oooh begitu ya, trus kalau Adel gimana ada yang cemburu ndak??" tanya Revan.
Sewaktu Revan bertanya kepada Adel, waktu itu adel lagi minum es jeruk favoritnya, lalu Adel tersedak karena kaget dengan pertanyaan Revan.
"Uhuk, aaaa aaaku ya kak", jawab Adel sambil gelagapan.
" Aduh Del pelan-pelan dong minumnya" kata Dina, sambil mengelus punggung Adel.
"Aduh Del maafin aku ya, gara-gara aku kamu jadi tersedak". Kata Revan.
" iya Din maaf aku gak pa pa kok".
"sudahlah kak gak pa pa, ini bukan salah kakak kok, aku kurang hati-hati saja kak".
" Gini kak, cowok yang dekat sama aku mah bebas, aku menganggap semua cowok yang pengen dekat sama aku itu, aku anggap sebagai teman saja kak".
" La terus bagaimana dengan Nathan satu kelas kamu itu, kamu kan lagi pacaran sama dia?".
"Ah kak Revan bisa saja, kata siapa aku pacaran, aku sama Nathan itu cuma temenan saja, karena dia itu seru kalau diajak temenan kak, dia itu satu-satunya cowok yang jadi sahabat aku."
"oh gitu ya, aku kira kemarin jalan berdua itu kalian lagi pacaran hehehehehe".
"wuakakakakakak" ke empat sahabat Adel tertawa terbahak bahak mendengar percakapan Adel dan Revan.
Adel berbicara sambil melirik ke empat sahabatnya itu dan memberi tanda atau isyarat kepada mereka, agar tutup mulut tentang hubungan Adel dan Nathan, dan ke empat sahabatnya itu langsung mengerti maksud Adel, dan pada akhirnya mereka tertawa bersama saat mendengar obrolan Adel dan Revan, agar tidak di curigai Revan dan teman-temannya. Tak lama kemudian Nathan menghampiri mereka semua di kantin.
"Hay ladies, eeh ada kak Revan, maaf kak, lg ganggu ya".
" Hay Nath, Wah wah panjang umur kamu Nath baru saja diomongin kamu datang, hehehehe", jawab Fanni
"Eh iya Nathan, enggak kok enggak ganggu, malah kita lagi ngomongin kamu ini, biasanya kamu kan mesti ikutan nongkrong di kantin sama mereka kok ini tadi enggak ada, jadi aku saja yang temenin mereka heheheheee". Jawab Revan
"Ooh kalian lagi ngomongin aku ya heheheheee, kangen ya sama aku, gak ikut gabung sebentar saja udah di cari in wkwkwkwkwk". Kata Nathan sambil tertawa.
Adel berkata sambil tertawa," iiidddiiiihh PD amat kamu bilang kangen".
Semua pada tertawa, begitu juga dengan Nathan ikut tertawa, akhirnya mereka bercanda tawa dan mengobrol bersama di kantin, sampai jam istirahat selesai baru masuk kelas masing-masing.
Sebenarnya sih Nathan ada rasa cemburu ketika melihat Adel dan Revan duduk sebangku, tapi Nathan harus sportif dengan janjinya ke Adel, kalau Nathan ingin jadi pacarnya Adel Nathan harus janji sama Adel, kalau mereka berpacaran Nathan harus janji jangan bilang kesiapa siapa, dan jika di sekolah atau ketemu teman-teman harus bersikap biasa saja seperti kita bersahabatan, karena Adel tidak mau ada yang tahu kalau Adel berpacaran, karena Adel takut dimarahi sama kedua kakaknya kalau ketahuan pacaran. Adel membuat alasan seperti itu agar dia bisa bebas untuk dekat sama cowok-cowok yang dia suka. Nathan pun tidak keberatan dengan syarat Adel, Nathan menyetujui syarat dari Adel. Makanya Nathan bisa berpura pura bersikap biasa waktu melihat Revan duduk di dekat Adel. Jadi semua siswa di sekolah tidak ada yang tahu kalau Adel dan Nathan pacaran, kecuali keempat sahabat Adel yang tahu.
Jam pulang sekolah pun tiba, Nathan bertanya kepada Adel,"Pulang sama siapa Del, dijemput kak Rangga ya?".
"Nggak, Aku pulang sama Fanni, minta bonceng Fanni". jawab Adel
"Aku antar pulang saja mau, kasihan Fanni ntar".
" ndak usah Nath, aku bareng Fanni saja, ntar kalau ketahuan kakak aku gimana?".
"Ya sudah kalau gitu, hati-hati di jalan ya".
"Faaaan titip Adel ya", ucap Nathan sambil berteriak ke Fanni.
" Siiiaaap booos", jawab Fanni.
Mereka bertiga pulang bersamaan, Adel minta bonceng Fanni dan Tita naik sepeda sendiri, sedangkan Dina dan Rifa pulangnya naik angkot, karena beda arah sama mereka. Saat di pertengahan jalan Tita baru sadar kalau ada yang mengikuti mereka lagi, seperti kemarin.
"Del, fan sepertinya ada yang mengikuti kita lagi nih, kayaknya anak yang sama seperti kemarin tu, cobak kamu lihat ke belakang".
Karena Fanni yang menyetir sepeda dan membonceng Adel, Fanni susah untuk menoleh ke belakang, Akhirnya Adel yang menoleh ke belakang untuk memastikannya.
" Iya Ta, Fan betul sekali itu anak yang kemarin, udah ah biarin aja, yang penting kita pulang dulu heheheheee".
"uuuh dasar kau Del". kata kedua sahabatnya sambil tertawa. tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah masing.
Sore harinya sekitar pukul 16.00 Adel, Tita, Revan dan Dino, pergi ke rumah Adel.
" Tok... tok... tok"
"Assalamualaikum"
"Tok... tok... tok, Del Adeel
"Eh kak Rangga, Adelnya ada Kak?
" Oooh kalian, ada Fan silahkan masuk duduk dulu ya, Adel lagi mandi".
"Iya kak makasih". Mereka semua pada masuk ke rumah Adel, sambil menunggu Adel selesai mandi mereka berbincang bincang sama kak Rangga, sambil bercanda tawa.
" Ngomong-ngomong ada apa Fan kok rame-rame datangnya, biasanya cuma berdua sama Tita"
"Hehehehe iya kak, sebelumnya kenalin dulu kak, ini namanya kak Revan dan ini kak Dino, mereka kelas 8 kak"
"Sore kak, saya Revan"
"Saya Dino kak"
(sambil berjabat tangan dengan kak Rangga)
"iya sore juga, senang berkenalan dengan kalian"
"Gini kak saya yang meminta kak Revan dan kak Dino kesini, karena kita ada tugas dari sekolah kak, kita belum faham, akhirnya aku minta tolong ke mereka untuk membantu kita mengajarinya" kata fanni.
"Boleh kan kak kita belajar disini". Rengek Tita sambil manja ke kak Rangga. Fanni dan Tita selain jadi sahabat Adel mereka juga sudah dianggap adik sendiri sama kedua kakaknya Adel, maka tidak heran kalau Tita dan Fanni sedekat itu sama kak Rangga.
" oh begitu, iya gak pa pa kok, kapan pun kalau kalian ingin belajar di sini oke oke saja, kakak senang punya adik yang cantik cantik seperti ini punya semangat belajar".
"Makasih kakak ganteng" teriak mereka berdua sambil memeluk kak Rangga.
"Kak, Adel lama banget sih mandinya, keburu petang nih, kasihan kak Revan dan kak Dino nanti pulangnya kepetangan" kata Tita
"Iya Adel itu kalau mandi memang lama banget, bentar ya kakak panggilkan dulu"
"Iya kak makasih kak"
Kak Rangga pergi menuju kamar mandi dan mengetuk ngetuk pintu kamar mandi, "Del adel, itu di cari Fanni dan teman-temanmu di depan"
"Iya kak sebentar lagi selesai, suruh nunggu dulu ya kak"
"iya, dasar kamu mandi aja lama banget"
"Iya iya kak, habis ini selesai"
Adel mengira kalau yang datang itu hanya Fani dan Tita, seperti biasa kalau sore mereka selalu datang ke rumah Adel.
Saat Adel selesai mandi dan sudah ganti baju, Adel menghampiri mereka, saat sampai di depan Adel terkejut karena ada Revan dan Dino di situ.
"eeeh ada kak Revan dan kak Dino juga ya di sini, maaf sudah nunggu lama ya"
"Iya Del, ini aku dan Dino, ndak lama kok" Kata Revan
"Fan, Ta ada apa ini kok rame-rame datang ke sini ini, kak Revan kak Dino juga, bingung aku"
Mereka berempat tertawa semua melihat Adel kebingungan.
Gini lo Del, "tadi waktu aku baru saja selesai mandi, kak Revan dan kak Dino datang ke rumahku dia minta di antar ke rumahmu, akhirnya sebelum aku mengantar ke rumahmu, aku mampir dulu ke rumah Tita, aku mengajak Tita biar rame hehehehee".
" Ooh begitu hehehehehe"
"Iya, cepet buruan ambil bukumu, tadi saya ngomong ke kak Rangga kita belajar bersama heheheheee".
" Aaah dasar kau fan, memang pintar cari alasan", Sambil tertawa bersama sama.
*Flash back*
Sore hari Revan dan Dino datang ke rumah fanny.
"Assalamualailum"
"Waalaikumsalam, eh kak Revan dan kak Dino, masuk kak, ada apa ya, tumben kesini ndak bilang-bilang pula".
" hehehehe iya Fan maaf gak bilang bilang, aku kesini mau minta tolong Fan"
"Minta tolong apa ya kak"
"Aku pengen sekali ke rumah Adel, bisa kan antar aku kesana, aku pengen banget ketemu Adel",
" Uwallaaaah kaaak, jauh jauh kesini hanya pengen ketemu adel, hehehee"
"iya Fan tolong ya"
"Iya iya kak, sebelum ke rumah adel kita ke rumah Tita dulu ya, sekalian ajak Tita juga"
"Oke enggak masalah fan".
" ya udah ayo kita berangkat".