Adelina

Adelina
kelas Adel jadi juara



Pagi pagi sekali mereka tiba di sekolah, belum ada satupun teman mereka yang datang, hanya mereka bertiga yang sudah datang, untung saja pintu gerbang dan pintu kelas sudah di buka sama Pak Nandar. Pak Nandar itu orang yang bekerja sebagai tukang kebun di sekolah, dan juga yang bertugas membuka pintu gerbang dan pintu kelas maupun kantor. Setelah dari parkiran mereka berjalan menuju kelas dan mereka melewati Pak Nandar, lalu mereka menyapanya, begitu sebaliknya Pak Nandar juga menyapa mereka bertiga.


"Selamat pagi Pak Nandar". Sapa mereka sambil ceria.


"Selamat pagi nona nona cantik", jawab Pak Nandar.


"Trimakasih Pak Nandar hehehehe".


"Non non ini, tumben berangkat pagi sekali ada apa ini? ceria amat mukanya," tanya Pak Nandar.


"Hehehehehe iya dong Pak, hari ini kan ada lomba kebersihan dan keindahan kelas, makanya kita semangat". Jawab Adel.


"Wah hebat dong kalian begitu semangat, ngomong ngomong kelas kalian yang sebelah mana, tadi kan Bapak buka pintu kelas satu per satu, Bapak melihat kelas paling ujung, kelasnya bersih dan indah sekali, ada berbagai macam hiasan". Kata Pak Nandar. Saat mereka mendengar cerita Pak Nandar mereka tertawa semua karena yang dimaksud Pak Nandar itu kelas mereka.


"Masak sih Pak, jangan bohong lo Pak", jawab Tita sambil ngerjain Pak Nandar.


" Laaah ngapain Bapak bohong, beneran non kelas paling ujung itu sangat bersih dan indah, Bapak punya firasat pasti kelas itu nanti yang dapat juara". Bela Pak Nandar, seketika itu setelah mendengar perkataan Pak Nandar, mereka bertiga mengucapkan, "AAMIIN", secara bersamaan. Pak Nandar pun kaget dan berkata, "Loooh memangnya itu kelas kalian ya?".


"Iya Pak Nandar itu kelas kami wkwkwkwk", jawab mereka bertiga dengan kompak sambil tertawa.


" Oooh pantesan dari tadi Bapak muji muji kelas paling ujung, kalian hanya senyam senyum saja, ternyata itu kelas kalian, hehehee".


"Hehehe trimakasih Pak Nandar sudah memuji kelas kami, kami ke kelas dulu Pak, mau merapikan kelas dulu sebelum dinilai, mari Pak Nandar", jawab Fanni.


" Iya non mari, semangat non, smoga mendapat juara terbaik". jawab Pak Nandar dengan suara lantang.


"Aamiin" jawab mereka bertiga, sambil berjalan menuju kelas. Setelah sampai kelas mereka segera membersihkan dan merapikan kelas, dan ada sedikit yang perlu di benahi. Setelah selesai mereka tampak senang melihat kelasnya yang indah dan nyaman, lalu mereka duduk duduk di depan kelas, sambil menunggu teman temannya datang. Tak lama kemudian Nathan datang bersama Tio, salah satu teman sekelas mereka.


"Heeeyy girls, loooh tumben jam segini kok sudah sampai sekolahan biasanya juga siang datangnya". Sapa Nathan. Tio hanya tersenyum dan ikut menyapa mereka.


"Aaah bawel kamu, sana masuk kelas saja dulu biar faham kelkelkelkel", jawab Tita.


"Oke... Oke... siap" ledek Nathan.


"Ayok Tio kita naruh tas dulu ke kelas", ajak Nathan.


"Ayook Nath", jawab Tio.


Saat mereka masuk kelas mereka terperangah melihat perubahan kelas mereka, karena kemarin belum seperti ini, satu per satu teman teman mereka datang dan mereka pun juga terheran heran.


"Pasti kalian kan ini yang menyulap kelas kita?", tanya Nathan.


"Ya iyalah kita masak setan, ngeri tauk wkwkwk", jawab Tita sambil bercanda.


"Ini tuh idenya dia tuh tuh", jawab Fanni sambil nunjuk ke Adel.


Tak lama kemudian bel pun berbunyi, mereka masuk kelas, dan di mulai pelajaran seperti biasa.


Tak lama kemudian ada dewan juri yang mengelilingi dan masuk kelas satu persatu untuk melihat dan memberi nilai, saat dewan juri memasuki kelas Adel, mereka kaget dan kagum, karena dari seluruh kelas yang di kelilingi, kelas Adel yang beda, terlihat indah dan nyaman.


"Anak anak ku sekalian, mohon minta perhatiannya sebentar, disini saya sebagai dewan juri akan mengumumkan kejuaraan kelas bersih dan indah, sebelumnya saya minta maaf atas tingkah laku atau bicara saya yang kurang pas, disini saya mewakili dari salah satu dewan juri yang akan mengumumkan hasil kejuaraannya".


Sambil mendengarkan panjang lebar yang dibicarakan salah satu juri itu, semua siswa merasa tegang. Mereka tidak sabar menunggu hasil pengumumannya.


"Anak anak ku semua, pasti kalian tidak sabar kan untuk, menunggu hasil pengumumannya?"


"Iya Pak betul sekali, kami tidak sabar menunggu hasilnya", jawab Tio salah satu siswa yang satu kelas dengan Adel.


" Iya iya sabar, kalian pasti sudah tahu kelas siapa yang akan jadi juara, karena semua pasti juga sudah berkeliling dan melihat kelas kelas mana yang rapi"


"Baiklah akan saya umumkan, Pertama dari juara 3, juara 3 jatuh pada kelas 9B, juara 2 jatuh pada kelas 8 A, daaaaan juara 1 jatuh pada kelaaaas........7",


"C", jawab Adel dan semua teman sekelasnya bersamaan, sambil berteriak kompak dan senang.


"Iya betul sekali kelas 7C, karena kelas 7C selain bersih dan indah mereka juga kreatif banget, selamat ya untuk kelas 7C, tingkatkan terus kreatif kalian, semangat". jawab juri yang mengumumkannya tadi.


"Sebelum saya tutup sekali lagi saya ucapkan selamat kepada kelas kelas yang dapat juara, jangan sombong dan jangan berbesar hati, dan yang belum dapat juara jangan berkecil hati, tetap semangat untuk di lomba yang akan datang tahun depan, trimakasih atas perhatiannya anak".


Akhirnya pengumuman pun selesai, yang mendapat juara:



Kelas 7C yaitu kelas Adel


Kelas 8A yaitu kelas Revan


Kelas 9B yaitu kelas Aldi (ketua osis)



Adel dan teman temannya sangat gembira sekali, setelah pengumuman selesai, Adel dan teman temannya segera masuk kelas, dan bersorak sorak gembira atas kemenangannya, tak lama kemudian Pak Johan masuk kelas mereka dan mengucapkan selamat kepada mereka, Pak Johan bangga dengan mereka semua.


"Heey anak anak senang sekali rasanya Bapak melihat kekompakan kalian, Bapak ucapkan selamat kepada kalian, yang telah mendapatkan juara 1, Selamat ya anak anak ku".


"Trimakasih Bapak, kami juga berterimakasih kepada Bapak yang telah menuntun kami seperti ini, dan juga biaya untuk kelas kami, Kami sangat berterimakasih Pak, Bapak memang wali kelas yang baik dan perhatian sama kami". Jawab Nathan.


"Sudah sudah jangan berlebihan, silahkan bersenang senang dulu, sebelum pelajaran di mulai".


"Iyaaa Pak", jawab mereka dengan kompak, satu kelas.


"Ooh iya anak anak, besok hari minggu pukul 10.00 kumpul di rumah Bapak ya, kita rayakan kecil kecilan saja atas kemenangan kelas kita, Bapak tunggu di rumah hari minggu ya".


"Iiiiiyeee, yes siaaap Pak", jawab mereka dengan kompak, sambil bergembira.


Mereka pun sangat senang telah mendapatkan juara 1, apalagi akan di rayakan di rumah Pak Johan.