Adelina

Adelina
Dapat T-Shirt Dari Big Mom



Lalu mereka pergi ke dapur bersama untuk membantu Ibu Adel. Sesampainya di dapur mereka tinggal menata makanannya di meja makan.


"Haaalloo Big Mom", sapa Tita.


"Hallo sayang", jawab Big Mom.


"Lama bener enggak nyusul nyusul ke dapur, dah selesai ni", saut Finna.


"Ya maaf, ini tadi habis beresin baju trus bantuin Adel menata kamar dan kasur". Jawab Tita.


"Aaah kau ini banyak alesan", jawab Finna dengan nada ejekan.


"Hahahahahaha, Ibuk saja enggak pa pa kok kamu sewot banget", jawab Adel dengan tertawa dan di ikuti Tita.


"Sudah sudah jangan bertengkar saja, nih Del dan Tita tolong ini dibawa ke meja makan dan ditata disana".


"Siap Buk", jawab Adel.


"Siap Big Mom", jawab Tita.


Lalu mereka membawa makanan ke meja makan dan menatanya, tak lama kemudian, terdengar salam dari Mela yang baru saja pulang kerja.


"Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam kak, kak Mela sudah pulang", jawab Adel.


"Iya Del, kakak sudah pulang, di dapur kok rame banget, ada siapa Del?", tanya Mela.


"Biasalah kak, si biang kerok, siapa lagi kalau bukan Finna dan Tita, hahahaha".


"Aah bisa saja kamu, Ibuk mana?".


"Ada itu di dapur sama mereka".


"Ooooh ya udah kakak mandi dulu".


"Oke kak".


Sebelum mandi, Mela ke dapur dulu menghampiri Ibunya.


"Sore Buk, Mela pulang, hey anak2 centil bagaimana kabar kalian?". Sapa Mela sambil salim ke Ibunya, dan tak lupa menggoda Finna dan Tita sambil mencubit pipi mereka.


"Sore sayang, sana mandi dulu".


"Heeey Kak Mela, kabar baik Kak", jawab mereka berdua dengan nada centilnya. Sedangkan Adel hanya menggelengkan kepalanya melihat centilnya mereka beraksi.


"Oke Buk siap, dada anak anak centil hahahaha.


"Daaadaaa Kak Meelaa".


Setelah selesai masak dan menyiapkan makanan, mereka duduk ngobrol ngobrol sambil nonton TV bersama, hanya Rangga yang belum ada, karena Rangga masih belum pulang dari kerja. Dan mereka berdua Finna dan Tita menagih oleh olehnya dari Big Mom.


"Mom, katanya bawa oleh oleh untuk kita, mana Mom? hehehehe". tanya Finna duluan.


"Iya mom, mana?", Saut Tita. Adel dan Mela hanya tersenyum dan geleng geleng kepala melihat tingkah mereka.


"Tenang saja, Mom sudah siapkan kok, Del tolong ambilin 2 bungkusan yang ada di meja kamar Ibuk ya!".


"Ayo dong Del, tolong ambilin hahahaha", kata mereka sambil manja dan tertawa.


"Iya Buk. Waaaah dasar ya kalian, cari kesempatan mau nyuruh nyuruh aku kan", jawab adel sambil memayunkan mulutnya ke depan mereka berdua. Mereka semua tertawa terbahak bahak.


"Kapan lagi bisa ngerjain kamu hahahaha", jawab mereka berdua.


"Awas saja kalian nanti", jawab Adel sambil nyungir mulutnya.


"Sudah sudah jangan bertengkar, cepat sana ambilin Del", Ibunya menengahi mereka.


"Iya iya Buk".


Akhirnya Adel berjalan menuju kamar Ibunya, dan mengambil bingkisan yang ada diatas meja kamar Ibunya. Setelah mengambilnya Adel kembali lagi ke ruang TV tempat mereka duduk bercanda tawa.


"Hey... hey... teng... teng... teng", suara Adel yang keras sambil menunjukkan barang di tangan kanan, kiri dan mengangkatnya.


"Sana kasihkan sama mereka Del", kata Ibu.


"Iya Buk, nih untuk kalian, silahkan di bukak ya".


"Iiiiyeee, makasih My Big Mom, makasih Adel sayang", sorak mereka berdua dengan riyang, dan tak lupa mengucapkan terimakasih sambil memeluk Big Mom dan Adel.


"Laaah Kak Mela kok gak di peluk, kok cuma Big Mom dan Adel doang sih", protes Mela.


"Oooh iya lupa kalau ada kak Mela di sini, makasih kakak", jawab mereka berdua dan menuju dimana Mela duduk lalu memeluknya. Lalu mereka membuka bingkisannya.


"Waaaaooo, kita dapat T-Shirt dari Big Mom, makasih Mom", kata Finna dengan senang.


"Waaah mom, trimakasih ya bagus banget mom, loooh ini sama juga dengan yang di pakek Adel ya", saut Tita.


"Lah iya ini sama yang di pakek sama Adel kenapa enggak nyadar ya kita, wakakakak", jawab Finna dan diiringi tertawa bersama.


"Iya ini Mom sengaja membelikannya 3 T-shirt yang sama, biar kalian bertiga tetap kompak selalu".


"Trimakasih Mom", jawab mereka berdua.


"Gimana keren nggak", tanya Adel.


"Iya keren banget, emang Big Mom itu tahu selera kita, hehehehehe". Jawab Tita.


"Pokoknya Big Mom itu is the best", jawab Finna. Tak lama kemudian Rangga pulang dari kerja.


"Asaalamualaikum".


"Waalaikumsalam", jawab Ibu.


Lalu Rangga masuk rumah dan salim sama Ibunya.


"Waaah waaah waah rame banget ada apa ini?". Tanya Rangga.


"Biasalah Kak, genk heboh lagi pada ngumpul wakakakak", jawab Mela sambil meledek mereka bertiga.


"Selamat malam Kak Rangga". Jawab mereka dengan kompak.


"Selamat malam cewek cewek cantik", goda Rangga sambil mencubit hidung mereka satu persatu.


"Wakakakakak", mereka tertawa bersama.


"Buk Rangga mandi dulu ya".


"Iya sana mandi dulu biar segar badannya".


"Kak Rangga mandi dulu ya".


"Iya Kak, jangan lama lama ya mandinya, aku sudah lapar nih kak", jawab Tita.


"Oke Oke".


Akhirnya Rangga berjalan ke kamar untuk menaruh tas, setelah itu Rangga pergi mandi, setelah selesai mandi, Rangga menyusul mereka dimana mereka sedang berkumpul. Lalu Ibunya mengajak mereka makan malam bersama, ditengah tengah makan bersama mereka ngobrol ngobrol dan cerita cerita. Setelah selesai makan mereka membantu Ibu membereskan meja makan. Setelah semua sudah beres dan rapi, mereka bertiga pergi ke kamar Adel untuk bercanda, sedangkan Ibu, Rangga dan Mela masih melihat Tv. Adel dan Tita mulai beraksi untuk memancing Finna.


"Tit Tita".


"Iya ada apa Del?".


"Kamu tau enggak, teeerrnyata Tio itu kalau dilihat lihat ganteng juga ya". Sambil melirik Finna, dan bagaimana reaksi Finna.


Finna masih belum buka suara, dia masih ingin mendengarkan mereka, tapi raut wajah Finna sudah mulai berubah memerah karena kesal, dan ingin berteriak, tapi Finna masih menahannya.


"Iya Del kamu bener, Tio emang kelihatan ganteng". Jawab Tita sambil melirik Finna juga.


"Kira kira dia sudah punya cewek belum ya Tit?".


"Mana ku tau Del, aku gak pernah tanya, wakakakakak", jawab Tita sambil tertawa dan di ikuti Adel tertawa.


"Heey Fin, kenapa kamu diam saja, kira kira Tio sudah punya pacar belum ya?", kata Adel sambil mencolek pundak Finna. Tanpa Finna sadari Finna langsung emosi terhadap Adel karena Finna mulai kesal dan cemburu, karena Finna berfikir kalau Adel menyukai Tio. Saat Finna di colek Adel, seketika Finna langsung reflek dan berkata keras sama Adel.


"Mana aku tau Del, emang aku Ibunya apa, trus kalau Tio belum punya pacar emang kenapa, mau kamu gebet juga, kamu kan sudah punya Nathan dan Revan, apa itu belum cukup untuk mu". Lalu Finna diam dan duduk membelakangi mereka berdua. Tita dan Adel saling memandang dan tersenyum.


"Fin, kamu itu ditanya kenapa marah marah sih sama Adel, biasanya kamu tidak seperti itu, ada yang salah ya?".


"Eeenggak kok enggak ada yang salah, aku kesel aja". Jawab Finna sambil gelagapan.


"Fin, maafin aku ya jika bicaraku menyakitimu, tapi aku tidak mengerti kenapa kamu marah marah sama aku". Kata Adel sambil bersandiwara.


"Fin, kita kan sahabat bahkan kita bertiga sudah seperti saudara sendiri, jadi jujur saja sama kita, kamu cemburu ya saat kita ngomongin Tio?". Tanya Tita dengan hati hati.


"Enggak kok siapa yang cemburu".


"Fin jujur saja sama kita, aku enggak akan marah kok kalau kamu mau jujur sama kita, pleas jujur Fin".