Adelina

Adelina
Finna Mengenalkan Pacarnya Ke Dino



Keesokan harinya di sekolah mereka ke kantin di jam Istirahat, mereka mengajak Nathan dan Tio. Mereka ke kantin bertujuh, Rifa dan Dina sudah mengetahui cerita tentang Dino yang menembak Finna, karena pagi sebelum jam masuk sekolah mereka menceritakan ke Dina dan Rifa. Dina dan Riffa sangat kaget ketika mengetahuinya, sedangkan Nathan dan Tio tidak mengetahuinya karena mereka tidak menceritakannya kepada kedua cowok itu. Kemarin Finna dan Dino janjian ketemu di kantin, makanya Finna mengajak Tio. Setelah mereka bertujuh sampai di kantin, seperti biasa mereka memesan makanan selera masing masing. Tak lama kemudian Dino datang bersama Revan dan Ferdi.


"Heey semua boleh gabung?", tanya Ferdi.


"Eh iya silahkan kak". Jawab Tita.


"Hey Del", sapa Revan.


"Hey". Jawab Adel dengan singkat sambil senyum sedikit.


"Sudah lama ya kalian di sini". Tanya Dino.


"Enggak barusan kok, makanan saja belum datang". Jawab Finna.


"Tumben nih Nathan sama Tio ikut gabung biasanya jarang gabung, rame dong jadinya nih hehehehe", celetuk Ferdi.


"Iya nih Kak, mereka mengajak kita kita, katanya lama enggak bareng bareng ke kantin". Jawab Nathan.


"Iya Kak hehehe, mungkin ini hari mereka ingin di manja wakakakak", jawab Tio dengan bercanda dan tertawa di ikuti semua yang ada di bangku mereka.


"Temen temen aku sengaja mengumpulkan kalian disini, karena aku ada janji dengan Kak Dino, Kakak baruku wakakakakak". Finna berkata dengan nada bercanda, Tio, Nathan, Revan dan Ferdi kelihatan bingung karena mereka belum tahu ceritanya, sedangkan para sahabat Finna hanya berpura pura ikut bingung, pada hal mereka sudah tahu yang sebenarnya.


"Kamu itu ngomong apa sih Fin?", Adel bergaya tanya kepada Finna.


"Iiiih kalian ini diam dulu aku mo ngomong, jadi gini aku kan di rumah tidak mempunyai kakak laki laki, jadi aku menganggap Kak Dino itu sebagai Kakak laki laki aku, ya kan Kak?". Wajah Tio sudah berubah merah menahan amarahnya ingin sekali memukul Dino, karena dia cemburu sama Dino, Finna menjelaskannya dengan senang tentang dio, Tio tidak tahu kalau Finna akan mengenalkannya kepada Dino sebagai pacarnya. Makanya dia keliatan marah dan sangat cemburu.


"Iyap betul sekali".


"Nah jadi gini, aku mengajak Kak Dino kesini itu, aku ingin mengenalkan seseorang kepada kakakku".


"Iyap betul sekali, sekarang mana anaknya, belum datang ya?". Dino belum menyadari kalau anak yag ingin di kenalkannya duduk disamping Finna.


"Tenang Kak, sabar dulu hahahaha".


"Apa apaan sih ini, apa maksudnya lebih baik aku pergi saja dari sini". Saut Tio, karena semakin panas dada Tio akhirnya dia berdiri dan ingin pergi. Setelah dia berdiri dan ingin pergi dari tempat duduknya, Finna menyaut tangan Tio.


"Tunggu sebentar Tio, aku mengajak kamu ke sini, karena aku ingin mengenalkanmu sama Kakak baruku. Kak Dino ini Tio, pasti Kakak sudah mengenalnya kan, dia ini adalah pacar aku Kak, dan kami sudah lama berpacaran. Iya kan sayang?", tanya Finna ke Tio.


"I...I...Iya Kak, aku pacarnya Finna", jawab Tio dengan senang sambil terbata bata karena dia kaget, dan dia juga merasa malu dengan dirinya sendiri karena Tio salah telah cemburu sama Finna, Tio sangat senang karena Finna telah berani jujur kalau dia memang benar benar sudah punya pacar, bahkan dia juga senang kalau Finna tidak malu mengakuinya sebagai pacarnya.


"Kamu beruntung sekali Tio bisa mendapatkan hati Finna". Kata Dino.


"Benarkah kak?". Jawab Tio sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, karena bingung, karena dia tidak tahu apa yang terjadi.


"Iya benar sekali. Tapi ingat ya jangan kamu sekali kali menyakiti hati adikku yang paling cantik dan baik hati ini, jika sampai kamu menyakitinya, pertama kali yang kamu hadapi itu aku, kamu mengerti Tio?".


"Tenang saja Kak, aku sangat mencintai Finna, dan aku tidak mungkin menyakiti Finna".


"Iiiiiih serem banget sih Kak Dino ini, kalau gitu aku nggak mau deh jadi adik Kak Dino wakakakakak". Jawab Adel sambil tertawa dan di ikuti semuanya.


"Makanya kalau jadi Kakak itu jangan garang garang, entar adiknya kabur wakakakakak". Saut Ferdi sambil tertawa dan di ikuti semua yang ada.


Tak lama kemudian makanan mereka datang, lalu mereka makan dengan tenang. Tio melirik Finna, dan Fina juga melirik Tio, Tio menaikkan satu alisnya ke atas, batinnya ingin ngomong ke Finna, sebenarnya ada apa ini, tapi Finna hanya tersenyum manis. Jam Istirahat pun selesai mereka masuk ke kelasnya masing masing. Setelah sampai kelas mereka mengikuti jam pelajaran dengan tenang. Pulang sekolah Adel serta sahabat sahabatnya janjian dengan Nathan dan Tio, di taman dekat parkiran sekolah. Setelah sampai taman Tio langsung menanyakan perihal di kantin tadi.


"Heeey girl, langsung saja ya, sebenarnya apa sih yang terjadi tadi di kantin enggak da angin nggak da pa pa kok seperti itu tadi, aku bener bener kaget".


"Wadduuh waadduuh, kamu tanya aja sama cewekmu jangan ke kita". jawab Tita.


"Sayang jelasin dong ada apa?". Tio bertanya kepada Finna, tapi Finna hanya tersenyum.


"Kita nggak ikut lo ya, kalau ada apa apa kita gak tanggung ya". Jawab Adel sambil tersenyum.


"Emang ada apa sih sayang?". Tanya Nathan ke Adel.


"Udah sayang kamu diam saja, kamu dengerin saja penjelasan Finna ya hehehe". Jawab Adel.


"Fin cepetan jelasin sama mereka biar enggak tanya melulu". Kata Rifa.


"Iya iya aku jelasin. Tapi kamu enggak boleh marah ya sayang apa lagi cemburu hehehehe".


"Iya iya aku enggak akan marah asal kamu jujur sama aku".


"Oke deh, jadi gini sayang, Kak Dino itu suka sama aku dan kemarin dia nembak aku, tapi aku menolaknya dan aku menjelaskannya kalau aku sudah punya pacar". Lalu Finna menceritakan semuanya dengan detail ke Tio. Tio merasa senang dan beruntung telah memiliki pacar seperti Finna.


"Trimakasih sayang kamu memang benar benar is the best". Jawab Tio, Finna menganggukkan kepalanya di hadapan Tio. Setelah mendengar penjelasan Finna. Nathan melamun dan merasa iri dengan mereka, yang selalu terbuka tentang hubungannya, lalu Adel melihat muka Nathan seakan mengerti apa yang dirasakan Nathan, lalu Adel bertanya kepada Nathan.


"Sayang kamu iri ya sama mereka, karena hubungan kita harus tertutup". Tanya Adel ke Nathan.


"Eeeeh enggak kok sayang". Jawab Nathan yang tersadar dari lamunannya.


"Ciiieeee ada yang ngiri niih". Goda para sahabat sahabatnya Adel.


"Yaaa sebenarnya sih aku juga ingin hubungan kita terbuka seperti mereka, tapi jika hubungan kita seperti ini bisa membuat kamu senang it's oke, aku enggak masalah, yang penting kamu happy". Jawab Nathan.


"Trimakasih sayang kamu bisa mengerti aku, ada waktunya nanti hubungan kita akan terbuka, tapi tidak harus sekarang, tapi ingat jangan kamu kira aku menutupi hubungan kita agar aku bisa mendua, aku hanya mencintaimu sayang".


"Oooh tidak sayang tidak aku tidak berfikir seperti itu, aku percaya sama kamu". Sebenarnya Nathan juga berfikir seperti itu, tapi dia mengelak agar Adel tidak tersinggung.


"Ooooooh so sweet nya kalian". Goda mereka semua.


Setelah lama ngobrol di taman mereka pulang bersama sama dan berpisah di jalur menuju rumah masing masing.