Adelina

Adelina
Kehebohan Adel Dan Tita



Dino mempunyai rasa kecewa karena ditolak sama Finna, tapi apa boleh buat karena kenyataannya Finna tidak mempunyai perasaan sama Dino. Tapi Dino juga senang karena Finna tidak marah dengannya bahkan Finna menganggapnya sebagai kakaknya. Dino sangat penasaran dengan cowok yang menjadi pacarnya Finna.


Sampainya di rumah, Finna istirahat di kamar dan dia tidak menyangka kalau Dino suka sama dia, padahal kedekatan dia hanya cuma sebagai teman atau dianggapnga sebagai kakaknya. Sore hari Adel dan Tita ke rumah Fanni, mereka penasaran dengan apa yang di lakukan Fanni dan Dino. Sesampainya di rumah Finna mereka langsung saja mengintrogasi Finna.


"Fin finaaa". Teriak Tita.


"Eeh anak anak mama datang, ada apa kok teriak teriak". Jawab Ibunya Finna.


"Eeeeh Mama, maaf mah, Tita memang suka berisik wakakakak". Jawab Adel.


"Enak saja hahaha, emang betul sih wakakakakak". Jawab Tita.


"Mah Finna ada?".


"Ada tuh dia lagi tidur".


"Ya ampun jam 16.00 sore gini masih tidur". Jawab Tita.


"Kecapekan mungkin sayang".


"Emang tadi sampai rumah jam berapa mah dia".


"Sekitar jam 15.00 an tadi, katanya tadi masih main sama temennya, dan dia juga bilang enggak pulang bareng sama kalian".


"Ooh iya mah, tadi kita di suruh pulang duluan sama Finna soalnya kalau nunggu Finna nanti kelamaan, akhirnya kita nurut aja hehehee".


"Iya mah tadi Finna enggak mau ditemenin, maafin kita kita mah ya, udah ninggalin Finna".


"Iya maafin kita ya mah".


"Iya iya sayang, enggak pa pa kok, ngapain minta maaf, itu kan kemauan Finna sendiri, udah mama enggak pa pa, yang penting persahabatan kalian tidak pecah".


"Siap mah", jawab Adel dan Tita bersamaan, sambil memeluk Ibunya Finna.


"Udah dulu mah ya kita ke kamar dulu mau bangunin Finna dulu".


"Iya sayang". Mereka menuju kamar Finna, dan siap siap membuat ricuh di kamar Finna. Mereka membuka pintu kamar Finna dengan pelan pelan dan mengintipnya, lalu masuk dengan pelan pelan agar Finna tidak terbangun. Setelah sudah dekat dengan tempat tidurnya mereka berterian dan melompat ke kasur sambil mengageti Finna.


"Satu, dua, tiga", suara lirih Tita, sambil menghitung dengan jarinya dan menghadap ke Adel.


"Banjiiiir banjiiiir baaanjiir". Teriak mereka berdua, sambil lonjak lonjak diatas kasur dan Adel menggelitiki Finna. Seketika Finna kaget dan terbangun, dan teriak memanggil Ibunya.


"Iiiibuuuuk". Teriak Finna karena kaget, seketika Ibunya masuk kamar.


"Ada apa sih sayang kok teriak teriak". Adel dan Tita tertawa seperti tak punya dosa.


"Wakakakakak", tawa Adel dan Tita.


"Udah mah enggak usah di dengerin Finna hahahaha". Jawab Tita.


"Iiiiih dasar kalian sukanya gangguin aku tidur saja".


"Lagian siapa suruh sore sore gini masih tidur".


"Aku kan capek Del, Tit".


"Udah udah mama ke dapur dulu ya".


"Siap mamahku sayang, masakin kita kita ya mah", celoteh Tita.


"Iya sayang". Ketika Ibunya Adel pergi ke dapur, seketika Adel dan Tita langsung duduk disamping Finna dan mulai mengintrogasinya.


"Eeeeh kalian kenapa sih kok tiba tiba kesini? ".


"Emang kenapa enggak boleh ya, ooh jadi kalau mau kesini harus minta ijin dulu ke kamu ya hah".


"Ooooh jadi kamu udah enggak mau kita disini lagi ya haaah".


"Emang kita sengaja mau ngagetin kamu hahahaha". Jawab Tita sambil tertawa di ikuti Adel.


"Eeeh ngomong ngomong tadi kamu kemana dan ngapain sama Kak Dino, kamu selingkuh dengan Kak Dino ya".


"Haaadduuh bisa enggak sih tanyanya satu satu, enak aja kamu bilang aku selingkuh, kamu tuh yang suka selingkuh, hahahaha".


"Kalau aku sudah jelas jelas memang selingkuh hahahaha".


"La terus tadi kamu ada urusan apa sama Kak Dino". Jawab Tita.


"Oooh jadi kalian kesini dan bangunin aku cuma mau tanya ini doang".


"Udah udah enggak usah banyak bawel, cepet cerita".


"Iya iya girl aku cerita, sebenernya aku mau cerita nanti malam di rumah kamu Del dan aku mau ajak Tita ke rumah kamu, tapi berhubung kamu dan Tita sudah kesini karena tidak sabar ya udah aku cerita sekarang saja hahahahaha".


"Udah jangan banyak bawel cepet cerita", jawab Tita dengan tak sabar.


"Iya iya, jadi gini, tadi saya ke taman dengan Kak Dino, kalian tau enggak apa yang dilakuin Kak Dino".


"Ya enggaklah orang kita enggak ikut sama kamu, dasar bawel". Jawab Adel sambil melihat Tita dan Finna.


"Bug", Tita memukul Finna menggunakan bantal. Sambil bilang, " Emang kita kita dukun apa".


"Adduuh, sorry sorry, iya iya maaf, jadi tadi itu Kak Dino nembak aku".


"What". Sontak mereka berdua kaget.


"Apa kamu bilang Kak Dino nembak kamu?". Tanya Tita enggak percaya, tapi Finna menganggukkan kepalanya.


"Trus trus kamu terima dia?". Tanya Adel. Dan Tita manggut manggut sambil melihata Finna.


"Ya enggak lah, aku kan setia sama Tio, lagian aku enggak suka sama Kak Dino, tadi aku jawab kalau Kak Dino itu sudah aku anggap sebagai kakak aku, akhirnya Kak Dino bisa menerima itu semua".


"Wah hebat kamu Fin, kamu emang bener bener hebat, bisa ngejawab seperti itu".


"Tapi bagaimana dengan Kak Dino, dia marah nggak?".


"Enggaklah dia mengerti apa yang aku jelasin, dia juga setuju kalau aku menganggapnya sebagai kakakku, dan dia juga menganggapku sebagai adiknya, dan kalian tau nggak, Kak Dino ingin sekali di kenalkan dengan pacar aku".


"Wakakakakak, nanti kalau Kak Dino mengerti kamu pacaran sama Tio pasti dia kaget". Jawab Tita.


"Aku salut banget sama kamu Fin, enggak salah aku punya sahabat seperti kamu, ya kan Tit".


"Iyap betul sekali".


"Yang pastinya dia kaget lah. Makasih girl aku senang bisa bersahabat dengan kalian". Jawab Finna sambil berpelukan.


"Ya udah sana cepet mandi, habis tu kita makan masakan mama".


"Oke siap. Ya udah aku mandi dulu". Lalu Finna pergi mandi, Adel dan Tita pergi ke dapur membantu Ibunya Finna untuk menyiapkan makanan. Setelah Finna selesai mandi dan ganti baju, mereka bertiga makan bersama dengan Ibunya Finna. Mereka terlihat senang. Setelah selesai makan Adel dan Tita berpamitan pulang.


"Mah, Fin kita pulang dulu ya dah malam".


"Iya kita pulang dulu ya mah, Fin".


"Kok enggak nginep sini sih".


"Enggak mah, tadi kita pamitnya enggak nginep".


"Nginep sini saja nanti biar mama izinkan ke Ibu Ibu kalian".


"Enggak usah mah, lain kali saja kita nginepnya".


"Udahlah Buk, biarin saja mereka pulang, ntar kalau tidur sini berisik, jadinya aku enggak bisa tidur, wakakakak". Jawab Finna dengan bercanda. Akhirnya mereka berdua pulang ke rumahnya masing masing.