
"Oooooh jadi kamu mau ngejomblangin aku nih, oke kita lihat saja nanti, seperti apa anaknya, wakakakak".
"Kalau dilihat dari tampang sih ganteng kok hahahaha".
"Ganteng sih ganteng tapi suka mainin cewek hahahaha, ngomong ngomong kapan dia kesini?".
"Katanya sih ntar sore dia datang".
"Oooh okelah, trus dia sendiri apa sama ceweknya?".
"Katanya sih sama ceweknya lagi, yang di bawa tahun kemarin, tapi aku enggak suka sama ceweknya itu, dia itu bawel dan resek".
"Masak sih kok penasaran aku sama mereka hehehe".
"Nanti malam aku tidur di rumah saja ya Del, ntar kalau dia datang aku ndak di rumah pasti dia bawel, hahaha".
"Iya iya gak pa pa".
"Besok aku kenalin ya Del".
"Oke".
Hari sudah mulai siang sebelum mereka pulang ke rumah nenek, mereka pulang lebih dulu ke rumah orang tua Nira.
"Selamat siang Bu Siti", Sapa Adel.
"Selamat siang Buk", Sapa Nira.
"Selamat siang anak anak cantik".
"Pak Dadangnya kemana Bu?".
"Iya Buk, Bapak kemana?, Kok enggak ada di rumah".
"Oh itu Bapak lagi di kebun sayur, Bapak lagi metik sayur mau buat masak entar sore, katanya nanti si ganteng sampai sininya sore".
"Ooh iya Buk, katanya sih gitu".
"Oh iya Nir, Besok Adel kenalin tuh sama saudaramu yang ganteng itu, biar dia berhenti mainin cewek".
"Iya Buk siap, nah bener kan Del apa kataku hehehe, mungkin kalau dia kenal sama kamu, kamu pasti bisa mengatasi si Play boy itu wakakakak".
"Oh ya kalian dari mana tadi, sudah makan siang belum?".
"Kita tadi habis dari kebun teh nenek Bu, Adel lama sekali enggak ke kebun, akhirnya Adel ngajak Nira kesana".
"Wah kebetulan perut kita juga sudah lapar ya kan Del?".
"Hehehehe Iya Bu kita sudah lapar".
"Ya sudah sana makan dulu, Ibu sudah masak tadi".
"Oke Bu", jawab mereka berdua sambil lari ke meja makan. Mereka makan dengan lahap sekali, Bu Siti senang sekali melihat mereka berdua bisa rukun dan saling menyanyangi, pada hal mereka bukan saudara sedarah, melainkan orang lain. Setelah selesai makan mereka bermain di kamar Nira. Lalu Bu Siti pamit kepada mereka berdua untuk menyusul Pak Dadang ke kebun. Lalu mereka ikut Bu Siti.
"Nak, Ibu mau ke kebun dulu ya, menyusul Bapak, mau bantu Bapak memetik sayur".
"Kita ikut ya buk", jawab Nira sambil melirik ke Adel. Adel mangangguk nganggukkan kepalanya dengan tersenyum sambil melihat Bu Siti.
"Enggak kok Bu, malah Adel senang sekali bisa jalan jalan ke kebun, soalnya di surabaya enggak seindah disini, di surabaya itu panas Bu".
"Ya sudah ayok kalau mau ikut".
"Yeeeee". Teriak mereka berdua dengan gembira. Lalu mereka berdua mengikuti Bu Siti ke kebun sayur. Setelah sampai kebun, mereka membantu Pak Dadang dan Bu Siti memetik sayur. Setelah selesai Bu Siti dan Pak Dadang pulang ke rumah, sedangkan Nira mengantar Adel pulang ke rumah Nenek, setelah mengantar Adel, Nira langsung pulang karena hari sudah mulai sore. Hari sudah mulai menjelang petang, Revan dan Sisil sudah sampai di rumah pamannya. Lalu mereka makan malam, setelah makan malam, mereka ngobrol ngobrol sebentar, karena Sisil kecapekan Sisil pun pergi tidur duludan, sedangkan Revan dan keluarga Nira masih ngobrol, Lalu Nira bilang ke Revan, kalau besok mau dikenalin sama temennya yang baru sampai sini kemarin sore. Lalu Revan mengiyai ajakan Nira, setelah itu Revan pamit istirahat dulu, Revan tidur di kamar tamu sedangkan Sisil tidur sama Nira. Keesokan paginya setelah sarapan Revan dan Sisil jalan jalan ke kebuh teh, mereka duduk di salah satu gubuk yang ada di kebun teh. Sedangkan Nira ke rumah nenek untuk menjemput Adel, mau diajak ke kebun untuk dikenalkan ke Revan dan Sisil. Nira sudah janjian sama revan kalau mereka akan bertemu di kebun teh. Revan dan Sisil disuruh berangkat duluan ke kebun, nanti Nira nyusul sama temannya. Setelah sampai di rumah nenek, Nira langsung mengajak Adel ke kebun, sesampainya di kebun Adel belum melihat wajah mereka berdua karena mereka saling berciuman berhadapan. Lalu Nira berteriak, dan mereka kaget, lalu mereka melihat ke arah Nira dan Adel. Mereka berdua tercengang melihat Adel, sebaliknya Adel pun kaget melihat mereka.
"Astaga Vanoooooo, ini tu tempat umum". Teriak Nira, Vano itu panggilan Revan di keluarga Nira. Revan dan Sisil langsung kaget.
"Kak Revan, Kak Sisil". Sapa Adel dengan bengong dengan nada kaget.
"Adeeeel". Jawab Revan dan Sisil. Mereka juga kaget, kok Adel ada disini. Lalu Adel mencoba bersikap biasa, dan berjabat kepada mereka.
"Hay Kak Revan, Kak Sisil".
"Hey Adel". Jawab mereka berdua.
"Del kamu kok bisa disini?". Tanya Revan.
"Iya kak, ini kebun teh nenek aku".
"Berarti rumah nenek kamu sekitar sini ya Del?". Tanya Sisil.
"Iya kak benar, setiap liburan aku selalu main kesini, ke rumah nenek".
"Oooh, tapi kita kok enggak pernah ketemu ya?". Tanya Revan.
"Mungkin kesininya enggak barengan".
"Looooh kalian rupanya sudah kenal ya?". Tanya Nira.
"Iya Nir ini Kak Revan Kakak kelas aku, dan ini Kak Sisil dulu juga kakak kelas aku, sekarang dia sudah SMA"
"Oooh bagus lah kalau kalian sudah saling kenal, aku enggak perlu mengenalkan kalian lagi hehehe". Jawab Nira.
"Nir aku pamit pulang dulu ya, nenek bilang tadi, aku disuruh cepat pulang karena nenek mau mengajak aku jalan jalan".
"Laaaah Del, kok cepet banget, tapi tadi aku sudah bilang ke nenek katanya enggak pa pa". Jawab Nira.
"Enggak ah Nir kalau kesiangan nanti panas, kamu disini saja temani mereka dulu, kaliankan lama enggak ketemu". Sebenarnya Adel mau menghindari mereka.
"Ya udah kalau gitu, hati hati ya, sampaikan maaf aku ke nenek, gak bisa nganterin kamu".
"Oke, mari kak aku duluan ya".
"Iya Del hati hati", jawab mereka. Lalu Adel berjalan pulang, Revan mengejarnya.
"Aduh hampir saja lupa aku, aku mo ngomong sama Adel tentang acara di sekolah, maaf Nir tolong temenin Sisil dulu ya bentar, aku tak ngejar Adel dulu". Alasan Revan agar Sisil tidak mencurigainya kalau Revan ada hubungan dengan Adel.
"Deeeel, tunggu dulu sebentar, aku bisa jelasin ini semua ke kamu, ini semua salah faham". Teriak Revan. Tapi Adel tidak menanggapinya, Adel tetap berjalan dan tidak berhenti. Akhirnya Revan dapat menghentikan Adel dengan meraih tangan Adel.
"Del maafin aku".
"Kita PUTUS". Jawab Adel dengan singkat. Lalu Adel berjalan lagi, dan Revan mengejar Adel terus menerus kalau Revan enggak mau putus dari Adel. Setelah Revan putus asa, karena Adel tidak menanggapinya. Akhirnya Revan kembali ke gubuk lagi. Setelah pulang dari kebun teh, Nira langsung ke rumah nenek dia ingin main sama Adel. Lalu Adel menceritakan semua tentang hubungan Adel dan Revan. Nira pun kaget mendengar cerita Adel. Nira sangat kecewa dengan saudaranya.
*Flash back off*