Adelina

Adelina
Menyusun Rencana



Tak lama kemudian Adel kembali ke depan sambil membawa minuman.


"Ini minumnya silahkan".


"Makasih Del", jawab Nathan dan Tita.


"Oke sama sama, ayok kita lanjut".


"Menurutmu gimana Tit", tanya Nathan.


"Eeee gimana ya?", jawab Tita sambil berfikir.


"Nah gimana kalau besok pulang sekolah kita ajak tita di taman samping parkiran, trus kamu Nath, kamu bawa Tio juga ke taman".


"Oh iya Del bener kamu, kita besok pura pura mengajak dia ke taman samping sekolah, trus kamu Nath sama Tio pura pura menyusulnya, setelah agak lama kita bercanda, kita semua pergi dengan alasan apa gitu, trus biarkan mereka berdua ngobrol sendiri", jawab Tita.


"Wah bagus itu oke besok kita tinggal melaksanakan ide kita ya, jadi besok pagi aku akan kasih tahu Tio, biar Tio bisa menyiapkan kata kata yang ingin di ucapkan ke Finna". Jawab Nathan.


"Oke siap, semoga sukses ya rencana kita".


"Amiin". Jawab Tita dan Nathan.


"Ya sudah aku pulang dulu ya sudah sore nih". Pamit Nathan.


"Aku juga pulang dulu Del takut ketahuan Finna hehehehe". Saut Tita.


"Oke Oke hati hati ya".


"Oke sayang", jawab Nathan.


"Haaaalllaaah biasa aja kali, ada aku di sini, jangan bikin aku ngiri tauk", saut Tita sambil nyungirin mereka berdua.


"Wakakakak". Adel dan Nathan tertawa bersama.


"Makanya cepetan cari pacar", ledek Nathan.


"Ntar dulu sabar".


"Wakakakak", tawa mereka pecah saat Tita memulai tertawa.


Setelah itu mereka pulang bersama sama tapi dengan arah yang beda.


Disisi lain Tio pulang sekolah sampek rumah cuci tangan, cuci kaki dan ganti baju, dia ingin istirahat sejenak karena merasa capek, tapi dia hanya mondar mandir saja di rumah karena dia bingung untuk menghadapi hari esok, dia berfikir bagaima cara menyusun kata kata untuk Finna besok. Malam pun dia tidak bisa tidur karena masih memikirkan hari esok, dia takut kalau Finna menolak cintanya.


Disisi lain pulang sekolah Finna istirahat di kamarnya, tetapi dia senyam senyum sendiri, dia membanyangkan betapa malunya saat mendengar perkataan Tio waktu di kantin sekolah tadi. Dia hanya berharap saja kalau yang dikatan Tio akan menjadi kenyataan, dia cuma bisa berangan angan saja, tapi dia menepis pikirannya sendiri, "mana mungkin Tio mau sama aku, aku kan emosian, kalau ketemu saja kita selalu bertengkar, mana mungkin kita bisa berjodoh. Enggak mungkin rasanya, hiiiiiisstt Finna Finna kamu harus membuang fikiran kamu tentang Tio, mana mungkin Tio suka sama kamu, masih banyak cewek cantik dan lemah lembut di sekolah", Kata Finna sendiri dalam hatinya. Sampai dia ketiduran dengan sendirinya.


***


Hari sudah mulai malam semua sudah pada tidur, hanya Tio dan Finna yang belum bisa tidur, mereka hanya gelibukan saja di kamarnya masing masing, sampai sampai besok paginya dia bangun kesiangan. Yang biasanya Finna dan Tita yang menjemput Adel, Sekarang Adel yang jemput mereka, karena Adel sudah menunggu dari tadi kok lama enggak muncul muncul, akhirnya Adel nyamberin ke rumah Finna, karena yang lebih dekat rumah Finna.


"Assalamualaikum, lah Tit ternyata kamu sudah disini". Salam dan tanya Adel.


"Waalaikumsalam, iya nih aku sudah nunggu disini dari tadi, eeeeh dianya baru mandi". Jawab Tita.


"Makanya aku tunggu di rumah kok enggak datang datang".


"Tauk tuh jam segini baru mandi, awas saja ntar kalau telat masuk sekolahnya", gerutu Tita.


"Mama ada gak di rumah". Tanya Adel ke Tita. Mereka memanggil Ibunya Finna dengan sebutan Mama.


"Mama ada di dapur lagi masak, kata mama tadi Finna bangun kesiangan, pagi pagi mama sudah membangunkan Finna, waktu mama ke dapur eeeeh dianya malah ketiduran lagi". Celoteh Tita.


"Ooooh emang dasar tuh Finna, aku ke dapur dulu nemuin mama".


"Maaaa mama". Panggil Adel.


"Iya sayang mama lagi buat sarapan, sudah sarapan belum sini sarapan dulu, Tita tadi juga sarapan disini sambil nungguin Finna".


"Udah mah, tadi Adel sudah sarapan di rumah, Finna kok bisa bangun kesiangan sih mah?".


"Mana mama tau, mungkin tidur larut malam".


"Heeey girls maaf aku kesiangan, ayok berangkat, Buk Finna berangkat dulu ya". Sapa Finna dengan tergesa gesa.


"Enggak sarapan dulu sayang?". Tanya Ibunya Finna sambil teriak.


"Enggak buk". Jawab Finna sambil teriak.


"Maaa kita berangkat dulu". Pamit Adel dan Tita.


"Iya sayang hati hati".


"Iya mah, Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam". Jawab Ibu Finna.


Mereka mengayun sepeda dengan cepat karena mereka takut terlambat. Mereka mengayun sepeda sambil ngobrol.


"Awas saja kamu Fin, kalau saja kita terlambat nanti", gerutu Tita.


"Maaf maaf girls, kemarin malam aku enggak bisa tidur, gara gara aku memikirkan Tio". Bela Finna sambil malu.


"Wakakakak", tawa mereka pecah saat mendengar perkataan Finna.


"Makanya jangan sok jual mahal sama Tio, akui saja perasaanmu, biar tidak mengganggu pikiran mu, Wakakaka". Jawab Adel disertai tertawa.


"Iya iya girls". Jawab Finna. Tak lama kemudian mereka sampai sekolahan, dan mereka menuju parkiran sekolah, disana mereka ketemu dengan Tio, karena Tio juga berangkat kesiangan.


"Untung saja kita belum telat". Celoteh Tita. sambil ngos ngosan.


"Iya ya, kenapa juga aku mikirin Tio, jadinya gini nih, serba kesiangan huuuuft". Saut Finna.


"Eeeeh Tio, kamu juga baru datang ya". Sapa Adel.


"Iya, tumben kamu juga siang berangkatnya". Jawab Tio.


"Iya itu tuh gara gara Finna bangunnya kesiangan". Jawab Tita.


"Wah wah wah, kok bisa ya hari ini pada kesiangan, jangan jangan kalian tadi malam sama sama tidak bisa tidur ya", canda Adel.


"Aaaah sudah sudah ayok masuk kelas", ajak Finna. Sampai di kelas Nathan menghampiri Adel dan menanyakan kenapa kok datangnya kesiangan. Lalu Adel menceritakan semuanya ke Nathan. Singkat cerita di sekolah. Waktu pulang sekolahpun tiba, mereka segera menjalankan rencananya. Dina dan Rifa pun ikut melaksanakan rencana itu, mereka di beritahu Nathan tadi pagi. Setelah mereka berlima sampai taman, mereka mengobrol sedikit, tak lama kemudian Nathan dan Tio menyusulnya. Tio sudah mengetahui rencananya, karena waktu istirahat Nathan sudah memberitahunya, setelah mereka berkumpul, tak lama lagi, Adel dan teman teman pamit sama Finna dan Tio dengan alasan mau beli makanan dulu di kantin.


"Fin aku sama Nathan ke kantin dulu ya mau beli cemilan dulu sebentar saja habis tu aku kesini lagi", pamit Adel.


"Aku juga".


"Aku juga ikut, aku mau beli es". Lanjut mereka satau persatu, akhirnya Finna dan Tio di taman berduaan saja, mereka berdua terasa canggung.


"Loooh aku kok di tinggal sendiri sih tega banget kalian, aku ikut juga dong". Rengek Finna sambil berdiri mau ikut jalan mereka, tapi mereka tidak menanggapi rengekan Finna, dan Tio segera memegang tangan Finna, dan menyuruhnya duduk.


"Fin, sudah biarkan saja mereka, duduk saja sini, kan masih ada aku". Kata Tio.


"Tapi Tio, mereka pasti ngerjain kita". Jawab Finna. Akhirnya mereka hanya berdua di taman, Sedangkan Adel dan teman temannya mereka berjalan menuju kantin, setelah melihat ke belakang, Finna sudah tidak memperhatikan mereka lagi, mereka putar arah menuju parkiran yang dekat dengan taman tadi, dan mereka menguping Finna dan Tio.