
Hari ini hari minggu hari yang ditunggu anak anak untuk pergi ke rumah Pak Johan untuk merayakan kemenangan kecil kecilan, jam menunjukkan pukul 05.00, Adel sudah bangun dan membantu kak Mela memasak di dapur. Wajah Adel terlihat ceria sekali, Kak Mela bertanya kepada Adel, "Del kenapa pagi ini kamu terlihat ceria sekali?".
"Ah masak sih kak, biasa aja tuh hehehehee".
"Heeeem itu tu wajah kamu terlihat ceria banget".
"Hehehehehe itu kak kemarin kelas Adel dapat juara 1 Lomba kebersihan dan keindahan kelas, trus hari ini Pak Johan mengundang teman teman sekelas Adel, untuk syukuran kecil kecilan, gitu kak, hehehehe".
"Wah hebat dong Del, pasti membutuhkan kerja sama yang extra tu".
"Jelas dong kak, apalagi teman teman sekelas Adel pada hebat semua kak, enak diajak kerja sama".
"Ya bagus dong Del".
Sambil mengobrol, Adel membantu kakaknya memasak hingga membereskan dapur, kak Rangga pun datang dan menyapa mereka.
"Heeyyyy adik adik ku yang cantik, ada apa ini, kok asyik sekali ngobrolnya tak dengerin dari tadi", sapa kak Rangga.
"Eeeh kak Rangga dah bangun ya heheheee, biasalah obrolan cewek ya kan kak Mel kelkelkelkel", jawab Adel sambil tertawa.
"Haaalllaaah kak jangan dengerin Adel yang suka bercanda, emang tu anak sukanya bercanda aja", jawab Kak Mela sambil tersenyum.
"Hiiiiiih Kak Melaa", jawab Adel sambil manyun.
"Wakakakak sudah sudah", Kak Rangga tertawa sambil mengusap kepala Adel.
"Kakak sudah mandi?" tanya Mela
"Ini mau mandi, tapi setelah mendengar kalian asyik ngobrol, jadi aku ke dapur dulu nyamperin kalian". Jawab kak Rangga.
"Oooh begitu, ya sudah cepetan mandi kak, nanti kita sarapan bareng bareng".
"Iya kak cepetan mandi sana jangan lama lama, aku mau mandi tauk". Saut Adel sambil bercanda.
"Memang kenapa kalau aku mandinya lama weeeeek", jawab Kak Rangga sambil menjulurkan lidahnya ke Amel, lalu lari, sebelum dikejar Adel.
"Uuuhhh awas saja kalau kakak mandinya lama".
"Sudah sudah jangan bercanda melulu, ayo kita tata dulu sarapannya, setelah itu kamu siapkan apa yang mau kamu bawa ke Pak Johan," kata Kak Mela.
"Siap kak".
Setelah beres semua Adel pergi ke kamarnya dan menyiapkan atau membungkus hadiah untuk pak Johan, dan tidak lupa Adel memasukkan surat kedalam bungkusan hadihnya, yang berisi tentang ucapan terimakasih kepada Pak Johan. Mela pun masih ada di dapur karena masih ada sedikit yang harus dibereskan. Tak lama kemudian Rangga selesai mandi melewati dapur.
"Sudah selesai kak mandinya?".
"Sudah Mel, mana si bawel cantik tadi?" tanya Rangga sambil bercanda.
"Dia lagi di kamar kak, lagi mempersiapkan hadiah untuk wali kelas katanya".
"Oooh, emang ada acara ya dia".
"Iya kak, nanti jam 10.00 dia mau ke rumah Pak Johan, katanya ada syukuran kecil kecilan atas kejuaran kelasnya yang dilombakan kemarin".
"Wah hebat dong, emang dapat juara berapa?", tanya Rangga, karena Rangga memang benar benar belum mengerti, karena kemarin dia pulang kerjanya malam, jadi Adel belum sempet cerita ke Rangga.
"Kelas Adel dapat juara 1 kak, kata Adel teman teman sekelasnya itu juga hebat hebat kak diajak kerja sama".
"Ya bagus dong Mel, makanya kita bangga sama punya adik si bawel itu hehehehehe", jawab Rangga sambil tertawa kecil.
"Iya kak aku bangga punya Adik seperti dia, sudah cantik, rajin, pinter baik pula".
"Iya bener kamu Mel, ya udah sana cepet mandi habis itu kita sarapan, aku mau ganti baju dulu, lalu nyamperin si bawel".
"Oke Kak".
"Tok...tok...tok Del kakak boleh masuk?".
"Masuk saja kak, pintunya tidak di kunci".
"Kamu lagi ngapain Del, serius amat", tanya Kak Rangga sambil membuka pintu dan masuk kedalam.
"Ini kak, lagi bungkus hadiah untuk Pak Johan, ooh iya kak kemarin aku belum sempet cerita sama kakak, karena kakak pulangnya malam jadi Adel dah tidur".
"Iya gak apa apa, tadi kakak mu Mela sudah cerita ke kakak kok, dia ceritakan semuanya, kakak bangga punya adik seperti kamu Del", jawab Rangga sambil mencubit hidung adiknya itu.
"Iiiih kakak", bela adel sambil manyun karena di cubit hidungnya.
"Ya sudah kalau sudah selesai nanti cepetan mandi, lalu sarapan".
"Iya kak ini tinggal sedikit lagi, habis ini Adel mandi".
Lalu Rangga keluar dari kamar Adel dan menuju ke ruang tamu, dia duduk di ruang tamu menunggu kedua adiknya sambil membaca koran. Setelah Adel selesai dia cepat cepat pergi mandi, karena sudah di tunggu kedua kakaknya, setelah Adel selesai mandi dan ganti baju mereka bertiga berkumpul di ruang makan, mereka sarapan bertiga sambil ngobrol ngobrol dengan asyik. Sebenarnya hari minggu ini Rangga ingin mengajak adik adiknya untuk jalan jalan, tapi karena Adel ada acara maka Rangga membatalkannya. Setelah mereka selesai makan, mereka beraktifitas seperti biasanya yang di lakukan setiap hari minggu.
Jam pun menunjukkan pukul 09.00, Finna dan Tita sudah ke rumah Adel, mereka menjemput Adel untuk pergi ke rumah Pak Johan bersama sama. Setelah Mereka bertiga berpamitan dengan kakaknya, mereka segera berangkat ke rumah Pak Johan naik sepeda kebanggaannya, jarak rumah mereka menuju rumah Pak Johan memerlukan waktu setengah jam perjalanan. Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Pak Johan, lalu Nathan dan Tio pun menyusul dari belakang dan menyapa mereka bertiga.
"heeeyy girls, baru datang ya?", sapa Nathan.
"Iya kita baru saja sampai sini", jawab Adel.
"Ayok kita masuk bareng, kelihatannya sudah banyak yang datang tu temen temen kita", ajak Nathan.
"Ayook"
"Eeeh iya Del kamu lupa ndak hadiahnya Pak Johan?", tanya Tio
"Tenang saja udah aku bawa nih".
Lalu mereka masuk bersama, dan benar di dalam sudah banyak teman teman yang datang.
"Selamat pagi Pak Johan, selamat pagi teman teman, maaf kami telat ya?", sapa Adel.
"Pagi Adel", jawab teman teman.
"Pagi Adel, silahkan masuk semua sini ayo duduk dulu, tidak kalian tidak terlambat kok". Jawab Pak Johan.
"Iya Pak terimakasih", jawab mereka semua yang baru datang bersama Adel, dan mereka bersalaman bergantian dengan Pak Johan.
Setelah semua sudah datang, Pak Johan pun memulai acaranya, sebelum makan makan, Pak Johan mengajak mereka doa bersama, habis itu baru makan makan. Meraka terlihat senang sekali, bisa berkumpul seperti ini apalagi di rumah Pak Johan dan bisa berkenalan dengan keluarga Pak Johan, ini sangat menyenangkan buat mereka. Setelah mereka selesai makan makan, mereka semua bersiap siap untuk memberikan hadiah ke Pak Johan.
"Mohon maaf Pak Johan saya dan teman teman minta waktunya Bapak sebentar". Kata Nathan yang mewakili teman temannya untuk bicara.
"Iya silahkan Nathan", jawab Pak Johan.
"Disini saya sebagai perwakilan teman teman untuk menyampaikan sesuatu kepada Bapak, kami semua sangat berterimakasih kepada Bapak untuk semuanya, semua apa yang bapak lakukan demi kebaikan kita dan kelas kita, kami bangga kepada Bapak, maka terimalah hadiah ini dari kami Pak".
"Terimakasih anak anak Bapak bangga sekali mempunyai murid murid seperti kalian, semoga kalian tetap mempunyai semangat yang luar biasa, dan menjadi anak anak hebat, Aamin".
"Aamiin", jawab anak anak bersamaan dengan kompak.
"Seharusnya kalian semua tidak usah repot repot seperti ini, kalian jadi anak anak hebat saja Bapak sudah sangat senang dan bangga".
"Tidak Pak kami tidak repot, itu hanya ucapan terimakasih kami karena Bapak sudah menjadi guru hebat bagi kami".
"Sekali lagi Bapak ucapkan terimakasih".
"Sama sama Pak Johan", jawab mereka semua dengan kompak.
Setelah itu mereka satu satu bersalaman dan berpamitan pulang kepada Pak Johan dan keluarganya. Pak Johan sangat terharu dan bangga dengan mereka semua. Mereka pun tidak lupa mengambil dokumentasi di momen momen seperti ini.