Adelina

Adelina
kebusukan Revan



*Flash Back ke cerita Aldi*


Pagi pagi waktu mau berangkat sekolah Aldi disuruh mamanya membeli mie ayam dan bakso di tempat langganan biasanya.


"Nak, nanti pulang sekolah tolong belikan Mie ayam dua, untuk Pak dhe dan Papamu, bakso dua untuk untuk mama dan bu dhe, lalu kamu minta apa terserah kamu".


"Iya mah siap, tapi Aldi enggak minta mah, Aldi belum pengen soalnya, mending Aldi minta uangnya saja buat tambah saku Aldi hehehehehe".


"Ya sudah nanti, aku tambahin uang sakumu, tapi ingat jangan boros boros, harus pandai menabung".


"Siap mama sayang, Aldi berangkat sekolah dulu mah ya", pamit Aldi sambil mencium tangan mamanya.


"Sudah pamit Papa, Pak dhe dan Bu dhe mu sayang?".


"Sudah mah, Oke Aldi berangkat". Lalu Aldi berangkat sekolah. singkat cerita di sekolah. Pulang sekolah Aldi menuju ke parkiran dia melihat Adel dan teman temannya mengobrol dengan Revan di parkiran sekolah, lalu Aldi membelokkan arah jalannya dan tidak jadi menuju parkiran sekolah. Sambil menunggu mereka pergi. Aldi membelokkan arah menuju taman belakang yang dekat dengan parkiran, dan dia duduk disana sendirian sambil melamun. Lalu sisil datang menghampiri Aldi.


"Hey sayang, ngapain kamu duduk sendirian disini, lagi nungguin aku ya?", kata sisil dengan centil sambil merangkul pundak Aldi, dan duduk di sebelah Aldi.


"Iiiih apaan sih kamu itu main rangkul rangkul aku saja".


"Laaah emang kenapa, aku kan merangkul cowok aku sendiri masak enggak boleh sih".


"Sisil harus berapa kali sih aku bilang ke kamu, kita ini sudah putus sejak 4 bulan yang lalu".


"Tapi aku enggak mau putus sama kamu Aldi sayang, aku sangat cinta dan sayang sekali sama kamu Aldi".


"Dulu aku sangat mencintaimu bahkan lebih, tapi rasa itu sudah hilang sejak kamu menghianatiku".


"Aldi tapi kan aku sudah minta maaf ke kamu".


"Aku sudah memaafkanmu, tapi maaf aku tidak bisa mencintaimu lagi seperti dulu, apalagi jadi pacar kamu seperti dulu, aku tidak bisa, aku sudah tidak mencintaimu lagi sisil, aku sudah mengatakan putus dari dulu".


"Tapi Aldi aku tetep tidak mau putus sama kamu, lihat saja aku akan mencelakai wanita yang ingin merebut kamu dari aku, lihat saja nanti aku tidak main main".


"Kenapa sih kamu seperti itu, kenapa kamu enggak balikkan saja dengan si Revan sialan itu".


"Aku sudah bilang ke kamu, aku tidak mencintai Revan, aku hanya main main saja sama dia, aku hanya mencintaimu".


"Maaf aku tidak bisa, aku pulang dulu, karena mama sedang menungguku di rumah". Lalu Aldi meninggalkan Sisil begitu saja. Dan Sisil merasa sangat kesal kepada Aldi. Sebenarnya dulu Sisil pacaran dengan Aldi hubungan mereka baik baik saja, tapi ketika dia melihat Revan yang ganteng dan sok kaya itu, maka Sisil mendekati Revan hingga dia berpacaran dengan Revan, Sedangkan Revan itu suka bergonta ganti cewek. Setelah lama berselingkuh dengan Revan, akhirnya Aldi mengetahui semuanya, dan memutuskan Sisil. Sisil hanya memanfaatkan kekayaan Aldi saja, dia selalu minta ditraktir dan minta barang barang ke Aldi. Aldi selalu menuruti permintaan Sisil karena Aldi mencintai Sisil jadi dia selalu menurutinya. Tapi setelah semua terbongkar. Aldi berubah seratus persen. Sebenarnya Revan itu pura pura baik ke Aldi agar Adel tidak mengetahui keburukan Revan.


Ketika Aldi melihat diparkiran sudah sepi, Aldi berjalan menuju parkiran dan mengambil sepedanya. Lalu dia menaiki sepedanya menuju tempat penjual Mie ayam, Bakso favoritnya. Dia tidak menyadari kalau di situ ada Adel, Revan dan teman temannya. Aldi pun kaget saat mereka menyapanya. Tapi Aldi merasa gugup saat melihat Adel di situ apalagi Adel menyapanya. Dan saat Aldi melihat Revan, Aldi rasanya ingin menghajar dia, karena dipikiran Aldi kenapa harus Adel yang deket sama dia. Aldi mengetahui semua kebusukkan Revan, tapi Aldi tidak mau mengatakan ke Adel, karena jika nanti Aldi mengatakannya ke Adel, dikira Adel, nanti Aldi hanya cuma menjelek jelekkan Revan. Jadi biarkan saja Adel mengetahuinya sendiri. Kedua teman Revan pun tidak mengetahui persoalan ataupun permusuhan Aldi dengan Revan. Aldi hanya bisa menahan amarahnya itu, agar Adel tidak menyadarinya jika diantara mereka berdua saling bermusuhan.


Setelah pesanannya sudah siap, Aldi berpamitan pulang duluan kepada mereka. Diperjalanan Aldi selalu melamun, dan selalu berfikir bagaimana agar Adel bisa menjauh dari Revan.


******


Saat Adel sampai di rumah, Adel ganti baju, cuci tangan, cuci kaki dan ganti baju, lalu istirahat sebentar, jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Tita sudah datang di rumah Adel, tadi siang tanpa sepengetahuan Finna, Adel dan Tita sudah janjian untuk datang kerumah Adel. Karena Nathan minta bantuan ke mereka.


"Assalamualaikum, Del Adel", panggil Tita.


"Waalaikumsalam, eeeeh Tita mana Finna, kok sendirian", jawab Ibu Adel.


"Eeeem eeeem itu mom eeeeem".


"Kok aaam eeeem aaam eeem saja dari tadi, ngomong yang jelas".


"Iiittt iiiittt itu Big Mom, tanya sama Adel saja Big mom", jawab Tita dengan gelagapan, pas kebetulan Adel muncul dari belakang Ibunya, lalu Tita menunjukkan telunjuknya kearah Adel.


"Del ada apa sih ini, Ibuk kok bingung Tita jawabnya gelagapan gitu, kalian bertengkar ya sama Finna".


"Enggak Buk kita enggak bertengkar suer deh buk". Jawab Adel.


"Trus lalu kenapa?".


"Sini Buk duduk dulu, Adel ceritakan, jadi gini Buk, kita mau ngasih kejutan sama Finna, temen sekelas kita ada yang naksir sama Finna namanya Tio, Finna pun juga punya perasaan sama dia, tapi mereka saling gengsi untuk mengakuinya".


"Bener Mom bener itu Adel, Mom jangan bilang bilang Finna ya kalau Tita kesini diam diam enggak ngomong Finna", kata Tita sambil memohon.


"Iya iya Mom gak akan cerita ke Finna, tapi lanjut dulu Del ceritanya".


"Siap bos, Nathan minta bantuan ke kita, katanya besok Tio sudah siap untuk nembak Finna, nanti sebentar lagi Nathan kesini buk gak pa pa kan?".


"Iya gak pa pa sayang, yang penting ingat, boleh pacaran tapi jangan lupa belajar sekolah tetep di nomer satukan dan yang paling penting harus bisa jaga diri".


"Siap buk, mom". Jawab Adel dan Tita bersamaan. Tak lama kemudian terdengar salam dari balik Pintu.


"Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam, eeh nak Nathan mari masuk, Adel dan Tita sudah menunggu di dalam".


"Ooooh iya Bu trimakasih". Lalu Nathan masuk dan menyusul Adel sama Tita yang sedang duduk di ruang tamu.


"Del, dibuatin minum dulu, baru nyusun strategi hehehehe". Canda Ibunya, sambil berjalan ke belakang masuk ke rumah belakang.


"Iya Buk, Ibuk ini kayak sepak bola aja pakek strategi". Lalu Adel ke dapur dan membuatkan minum mereka.