
Satu tahun sudah lamanya mereka bersama sama melewati pelajaran, bermain, bercanda tawa bersuka duka sekarang meraka naik ke kelas 8, Revan naik di kelas 9, sedangkan Aldi sudah lulus SMP, dia meneruskan ke jenjang SMK XXX. Mereka sangat senang sekali, karena mereka sudah duduk di bangku kelas 8, beruntungnya lagi semua kelas 8 muridnya tidak diacak ataupun dipindah kelas, jadi Adel masih satu kelas dengan teman temannya yang dulu waktu di kelas 7. Mereka sangat bahagia karena masih bisa satu kelas lagi sama teman temannya.
"Selamat pagi girls selamat pagi teman teman semua", Sapa Dina dan Rifa dengan gembira, baru sampe sekolah mereka sudah membuat heboh.
"Selamat pagi Dina, Rifa", sapa teman sekelasnya yang sudah sampai kelas duluan.
"Loooh tuan putri kita dan rombongannya belum datang ya?". Tanya Dina ke salah satu temannya.
"Belum kelihatan tuh dari tadi", jawab salah satu temannya yang ditanyai Dina tadi. Baru saja dia menjawab pertanyaan Dina, terdengarlah suara yang menghebohkan kelas.
"Heeeeeyy girl hey temen temen semua, apa kabar, aku kangen sama kalian dua minggu enggak ketemu", Sapa Finna sambil lari ke arah Dina dan Rifa lalu mereka berpelukan, mulailah si Finna yang cerewet itu, jika dia sudah datang ramelah kelas Adel. Maklumlah si Finna mulai cerewet karena mereka tidak bertemu selama dua minggu karena libur kenaikan kelas.
"Heeeey Finna baweeel". Jawab teman teman sekelas Adel dengan riang. Adel dan Tita pun juga gembira sekali dia juga menyapa para sahabat dan teman teman sekelasnya. Tak lama kemudian Nathan dan Tio datang.
"Pagi teman teman semua, pagi sayang", sapa Tio kepada teman sekelasnya dan menyapa Finna pacarnya. Teman sekelasnya semua tahu kalau Finna pacaran sama Tio. Lain halnya dengan hubungan Adel dengan Nathan yang disembunyikan, kecuali sahabat sahabatnya yang tau.
"Pagi Tio". Jawab salah satu teman sekelasnya.
"Ciiiiee Romeo and juliet kita mulai beraksi wkwkwkwkwkk", canda Rifa sambil tertawa dan diikuti teman teman semua.
"Pagi sayang, tumben kok baru datang". Jawab Finna.
"Iya sayang tadi masih nunggui Nathan". jawab Tio
"Emang Nathan kenapa?".
"Itu sepedanya kempes tadi, jadi masih harus mompa dulu".
"Ooooh gitu".
"iya sayang, udah yuk tasnya ditaruh bangku dulu, trus kita ngobrol di taman rame rame yuk, kan lama kita nggak ngobrol di taman", ajak Tio ke Finna dan teman teman lainnya.
"Oke", jawab Finna dan teman teman lainnya. Lalu mereka semua menuju taman depan kelas. Mereka saling mengobrol tentang liburannya masing masing.
"Hey Del, gimana kabarmu", tanya Nathan.
"Baik baik saja kamu gimana?".
"Aku juga baik baik saja".
"Del kemarin kamu liburan di rumah nenekmu berapa hari?", tanya Rifa.
"Aku di rumah nenek sepuluh hari, di sana enak banget pemandangannya masih alami dan sejuk sekali".
"Rumah nenekmu di daerah pegunungan ya?", tanya Dina.
"Iya sejuk sekali disana".
"Wah seru banget kelihatannya", saut Tio.
"Iyalah sayang, seru banget disana, aku sama Tita dah pernah kesana, ya kan Tit?". Kata Finna sambil menanyai Tita.
"Iya betul sekali, disana itu sejuk, pemandangannya indah sekali, enggak kecewalah disana".
"Kapan kapan kita diajak kesana dong Del", saut Nathan.
"Hey Del, bagaimana kabarmu". Tanya Revan.
"Lebih dari baik kok kak, karena sudah terbebas dari cowok brengsek". Jawab Adel dengan sinis. Semua sahabat Adel belum ada yang tahu kalau ternyata Adel sudah putus sama Revan. Karena belum sempat menceritakannya. Kedua teman Revan pun juga belum ada yang tahu. Mereka semua bengong dan tidak mengerti apa yang dimaksud Adel, setelah mendengar jawaban Adel. Tetapi mereka lebih memilih diam dan tidak mengeluarkan pertanyaan apa pun, lebih baik tanya nanti saja.
"Del aku kesini mau minta maaf ke kamu, dan aku mau jelasin itu semua ke kamu". Mohon Revan ke Adel.
"Semuanya sudah jelas kan kak".
"Tapi Del itu semua tidak seperti yang kamu bayangkan".
"Ooooh ya benarkah, tapi sayang aku sudah tidak memikirkan kejadian waktu itu dan aku juga sudah memaafkan kakak".
"Tapi Del, aku sama Sisil tidak ada hubungan apa apa".
"What Sisil, mantannya Kak Aldi yang keras kepala itu?". Spontan Tita mengatakan seperti itu karena dia kaget, lalu Dina cepat cepat menutup mulutnya Tita agar tidak ikut campur urusan mereka.
"Iya bener sekali, semua anak tahu itu, kalau Sisil itu mantan Kak Aldi".
"Del tolong dengerin aku sebentar saja". Mohon Revan.
"Oke aku dengerin cepet ngomongnya".
"Aku itu tidak mencintai Sisil tapi Sisil yang ngejar ngejar aku, aku hanya mencintaimu Del".
"Heeeem, kalau Kakak tidak mencintai Sisil kenapa kakak berduaan di puncak, bahkan kakak berciuman dengan sangat mesra sama Sisil".
"What", seketika tangan Dina menutup mulut Tita yang mulai tidak bisa dikondisikan.
"Aku terpaksa Del melakukannya, karena Sisil mengancamku, dia ingin bunuh diri jika aku tidak mengajaknya ke puncak ke rumah pamanku".
"Oh ya, tapi sayang aku sudah tau semua tentang kebusukanmu, dan aku juga sudah tau tentang ceritamu, kamu itu mempunyai banyak cewek diluar sana". Adel sudah tau tentang Revan karena waktu Adel mengetahui kejadian itu, Adel bersama temannya, yang rumahnya dekat dengan neneknya, dan teman Adel itu masih bersaudara dengan Revan, yaitu anak dari pamannya Revan. Sebelumnya Revan tidak mengetahui kalau Adel itu berteman dengan sepupunya itu. Dia baru mengetahui waktu Adel jalan sama sepupunya Revan keliling kebun teh, dan memergokki dirinya berduaan dan berciuman mesra dengan sisil.
"Deeeel"
"Sudahlah kak, kakak enggak usah ngejar ngejar aku terus, kita sudah putus kak, tenang saja kak, aku sudah maafin kakak, aku iklas kakak pacaran dengan Sisil".
Lalu Adel mengajak sahabatnya pergi dari kantin setelah membayar makanannya. Dan meninggalkan Revan di kantin. Mereka pergi menuju ke taman depan kelas. Sedangkan Dino dan Ferdi mengintrogasi Revan di kantin, tapi Revan menjawabnya dengan santai, kalau dia memang sedang jalan sama Sisil, dan bahkan dia juga menjawab kalau dia memang benar benar pacaran sama Sisil. Lalu kedua temannya menasehatinya, tapi Revan dengan santai menjawab, kalau laki laki itu bebas milih cewek.
"Van kalau kamu pacaran sama Sisil kenapa juga kamu pacarin Adel juga?", tanya Dino.
"Emang kenapa cowok kan bebas milih cewek", jawab Revan gak mau kalah.
"Bebas sih bebas tapi kira kira dong, kamu kan tau Adel itu gimana anaknya". Jawab Ferdi.
"Iya aku tau kalau Adel itu anak baik, tapi aku juga suka sama Adel".
"Sudah sudah sekarang lebih baik kamu tinggalin Adel, dan lanjutkan hubunganmu dengan Sisil itu, dan jangan ganggu Adel lagi". Jawab Dino.
"Loooh kok kalian jadi bela Adel sih".
"Bukannya kami bela Adel van, ini demi kebaikan Adel dan kamu, sudah benar benar terlihat kalau kamu yang salah, jadi kamu jangan sakiti Adel lagi oke". Jelas Ferdi.
"Oke oke, akan aku coba".