Young Marriage

Young Marriage
End



...Happy ReadingšŸ¤—...


Setelah merenung cukup lama didalam kamar, akhirnya Aletta memutuskan untuk mengungkapkan segala rasa yang ia pendam, Tak bisa lagi di elak, Arvin berhasil menembus pertahanan yang sudah ia bangun, laki-laki itu berhasil menduduki singgasana yang ada dalam hati kecilnya.


Gadis itu meremas kedua tangannya, dengan jantung yang berdetak hebat, tanpa sadar ia menggigit gigi bagian dalamnya guna menyembunyikan rasa itu.


"Ngapain Al?"


Suara itu berhasil mengagetkan Aletta yang tengah kehilangan titik fokusnya, reflek gadis itu menoleh, menatap Arvin yang baru saja keluar dari kamar mandi. Dan kini rambut Arvin yang masih basah karena air, berhasil merebut semua atensi gadis itu, menyadari hal itu Arvin pun menyerngit heran. Dengan langkah pasti, laki-laki itu berjalan mendekat dan duduk di samping sang istri.


Entah sejak kapan, tapi melihat wajah Arvin sedekat ini adalah hal yang paling indah dan mampu membuat jantungnya berdisko tak karuan.


"Aletta, lo kenapa sih?"


Aletta dengan segera menggelengkan kepalanya, berusaha mengembalikan kesadarannya yang telah hilang entah kemana. Kemudian gadis itu menunduk menatap kedua tangan yang masih saling meremas satu sama lain.


Arvin yang merasa heran, dengan perlahan ia mengangkat dagu Aletta, agar bisa dilihat dengan sepenuhnya.


Tak ada suara, Arvin hanya mengangkat satu alisnya sebagai tanda bertanya.


Dengan gugup, Aletta menjawab. "A-aku, eh nggak. Maksudnya gue."


Arvin terkekeh singkat, entah apa yang terjadi tapi ia bisa menangkap rasa gugup yang mendominasi wajah Aletta.


"Sini-sini, lo kenapa? Mau cerita apa sama gue hmmm."


Sial! Arvin berhasil membuat nafas Aletta tercekat begitu saja. Gadis itu memejam, mengumpulakn keberanian sebelum akhirnya berkata. "Gue suka sama lo, Vin. Gue siap kalau lo mau milikin gue seutuhnya."


Setelah selesai berucap, dengan cepat Aletta menutup wajahnya menggunakan kedua tangan. Arvin sendiri masih diam, otaknya terasa lambat untuk mencerna itu semua.


Arvin semakin mendekatkan wajah keduanya, setelah berhasil menarik tangan Aletta untuk tidak menghalangi wajahnya.


"Lo beneran siap, Al?" gumam Arvin, dengan menhingkap rambut gadis itu agar ia bisa lebih leluasa menikmati keindahan wajah Aletta.


Aletta menggangguk perlahan. Ini sudah menjadi keputusannya dan Arvin berhak atas itu semua.


"Gue boleh ambil, first kiss lo?" tanpa ragu Arvin bertanya demikian, membuat Aletta melotot takjub, tak menyangka bahwa akan mendapat pertanyaan seperti itu.


Namun, gadis itu tetap mengaguk menyetujui, Arvin sendiri membiarkan jarinya menari-nari di wajah cantik Aletta dan berhenti tepat pada bibir ranum gadisnya. Bohong jika selama ini ia tidak tergoda oleh kencantikan istrinya itu. Bohong jika setiap hari tidak ada hawa nafsu yang terus menyerangnya. Tetapi nyatanya Arvin berhasil menahan itu semua.


Hingga tepat malam ini, ia akan melakukan semuanya. Dengan perlahan ia menempelakn wajahnya dengan wajah Aletta. Hingga kedua bibir itu saling menempel, Arvin lebih dulu mengecup bibir pink milik Aletta dan melumattnya dengan perlahan. Aletta sendiri langsung menutup mata, dan turut membalas ciuman Arvin.


"Tuhan, Alletta ikhlas."


Arvin yang dapat merasakan, bahwa istrinya itu tengah kekurangan oksigen, segera menghentikan aktivitasnya, membiarkan Aletta kembali menghirup udara segar. Lantas ia menatap lekat wajah dihadapannya itu.


"Kamu cantik banget, Al" ucapnya setelah mengecup pipi kening hingga hidung Aletta. Dan berhasil membuat wajah gadis itu merah merona bak udang rebus.


Dengan cepat Arvin memeluk tubuh Aletta, dan langsung dibalas oleh gadis itu.


Malam ini akan menjadi malam yang bersejarah bagi keduanya. Arvin askarava wijaya dan Aletta Queensa Efendy telah resmi menjadi sepasang suami istri secara lahir dan batin.


Terimakasih yang udah mau baca:)


Mohon maaf yang sebesar-besarnya:)


Karena cerita ini harus berakhir:)