You Lie To Me

You Lie To Me
Spesial Chapter



Hai semuanya ...


Author comeback membawa 💖 Spesial Chapter 💖 sebagai hadiah 🎁 karena hari ini adalah Ultah Author 🎉🎉🎉


Author gak berharap diucapin kok


cuma mau bagi hari spesial aja ke readers tersayang 😉


Tanpa basa basi lagi mari kita mulai 💖


🏵


Pernahkah di benak kalian..


Bagaimana rumah tangga Chea dan Fahmi ketika Chea yang selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan Fahmi yang selalu menyelesaikan masalah dengan kata-kata manis?


Fahmi dong yang ngalah terus


Siapa tau malah Fahmi yang menang dan tahan menghadapi Chea.


😈 Karena Nonton Drama Korea 😈


Kalian pasti tau lah ya Drama Korea (Drakor) yang lagi booming di Korea Selatan sekarang ini?


Iya, betul


Drakor yang membahas mengenai Dunia orang menikah atau dikenal dengan judul "Sensor" :'b


Disensor karena takut dimarahi orang


kalau penasaran ntar cari aja di Goog*e aja ya


Chea menonton drama ini ketika hari sudah menjelang malam karena ada rate 18+ dan pastinya takut anak-anaknya nonton juga.


Chea memakan cemilan yang sudah ia siapkan sejak kemarin untuk menemaninya menonton drama ini. Fahmi sedang asik dengan dunia kerjanya.


Untuk episode awal Chea sudah panas dingin karena karakter para pemainnya. Chea tambah panas dingin ketika menonton part dimana adegan rate 18+ nya keluar.


Saat itu ia sedang menonton bersama mertuanya dan suasana langsung hening seketika. Hanya terdengar suara dari tv yang masih memutar adegan itu dengan volume yang lumayan keras.


Karena malu seketika Chea mematikan tv dan menahan nafas sejenak. Citranya sebagai menantu yang baik dan sopan seketika hilang.


Mertua Chea maklum karena itu murni di dalam drama dan tak membahas mengenai adegan itu. Setelah kejadian itu, Chea menontonnya lagi tapi sendirian dan tak mengajak Fahmi maupun keluarga lainnya.


Takut kena karma lagi.


Chea masih saja panas dingin ketika menonton adegan di dalam drama dimana ketika si pelakor dan suami orang lain sedang bermesraan dan tak ketahuan.


Chea sampai membanting meja saking gregetnya. Fahmi yang mendengar suara benda jatuh segera keluar dari ruang kerjanya dan memeriksa sumber suara.


Takutnya ada maling. Tapi sepertinya si maling akan berfikir dua kali untuk mencuri di rumahnya karena ada Chea. Kalian semua pasti tau sebabnya.


Fahmi melihat meja terbalik dan piring pecah berserakan di sekitar ruang tamu. Pelakunya tentu saja Chea.


"Kenapa Che?."


Chea yang masih emosi dengan drama seketika langsung melemparkan bantal yang dipegangnya ke arah Fahmi.


Fahmi seketika menghindar dan mengelus dadanya. Untung bukan pisau seperti kemarin.


Kemarin Fahmi nyaris kena lemparan pisau karena Chea jadi korban drakor tentang pelakor dan sekarang dia juga jadi korban lagi.


"Kenapa lagi?"


"Aku benci DIA!."


Chea menunjuk ke arah TV. Fahmi hanya bisa menghela nafas berat. Korban Drakor mulai lagi.


Fahmi menyingkirkan serpihan piring dan menaruhnya di sudut ruangan.


Fahmi menenangkan Chea dengan cara memeluknya dan mengelus punggung Chea.


"Tenang ya. Itu semua cuma drama."


"Aku tau. Tapi.. tetep aja bikin emosi."


"Tahan emosimu. Kasihan anak-anak entar bangun."


Chea mulai tenang dan melepaskan pelukan Fahmi.


"Tapi.. pelakor itu bikin emosi."


"Cuma drama Chea."


"Ya iya cuma drama. Tapi.. siapa tau itu kisah nyata. Sampai ada pelakor gak tau diri kayak dia.. bakal aku bunuh."


Chea menunjukkan kepalan tangannya dan menunjukkan ekspresi ingin membunuh seseorang.


Fahmi menggenggam tangan Chea dan menaruhnya di dadanya.


"Sayang.. dengarkan aku. Itu cuma drama. Jangan kebawa perasaan nontonnya ya. Udah berapa banyak coba piring yang kamu banting? Jangan mudah kepancing dong."


"Iya maaf."


Chea dengan maksud tertentu mengelus dada Fahmi. Kini giliran Fahmi yang panas dingin akibat tingkah Chea.


"Chea.."


Fahmi melepaskan tangan Chea dari dadanya. Fahmi masih ada kerjaan untuk meeting besok pagi bersama klien baru. Jadi tak bisa melakukan itu malam ini.


"Ck.."


"Ayo tidur. Kekacauan ini nanti biar aku aja yang urus."


😈 End 😈


Masih karena efek drakor itu, Chea melihat akun sosmed si pelakor itu dan menemukan banyak sekali hujatan.


Namanya juga peran, maka si aktris harus mendalami perannya sebaik mungkin. Itu namanya profesionalitas dan patut diacungi jempol karena perannya dapat membuat emosi penonton teraduk-aduk ketika menontonnya.


Chea gak merasa takut akan namanya pelakor karena dia tau jika Fahmi itu setia.


Ini sudah makan siang dan Chea berencana untuk makan siang bersama Fahmi. Hanya saja saat sampai di depan kantor Fahmi, Chea melihat Fahmi cipika cipiki dengan seorang wanita.


Chea mengepalkan tangannya dan hanya melihat adegan itu. Chea harus menahan emosinya karena Fahmi.


Chea turun dari mobilnya dan melihat mereka masih berbicara.


Chea menatap tajam si wanita itu dan mendekati Fahmi. Tatapan Chea begitu menusuk sampai si wanita merasa tidak nyaman.


Fahmi berdehem pelan dan menggenggam tangan Chea yang sudah mengepal sejak tadi. Fahmi menyalurkan kehangatan dan ketenangan melalui genggaman tangannya.


Chea mulai sedikit tenang tapi masih menatap tajam wanita di depannya ini.


"Sayang.. kenalin. Ini Reina. Temen aku waktu SMA."


Reina mengulurkan tangannya dengan canggung karena tatapan tajam Chea.


"Reina Anggoro."


"Cheana."


Chea membalas uluran tangan Reina dan sedikit meremasnya. Reina sedikit meringis dan segera menarik tangannya.


"Maaf sebelumnya, tapi apakah kita pernah bertemu sebelumnya? sepertinya mbak Chea gak asing."


"Kalian pernah ketemu?."


Fahmi memandang Chea dan Reina secara bergantian.


"Pernah. Sekali."


Chea membalasnya dengan jutek.


"Chea.."


Chea hanya melirik Fahmi.


"Kita pernah bertemu dimana ya mbak? Sepertinya mbak Chea gak suka banget sama saya."


Chea tersenyum mengerikan.


"Kita pernah ketemu di mall xx. Waktu itu mbak Reina lagi sama seorang cowok. Jalan berdua tersenyum bahagia. Terus gak lama kemudian ada ibu hamil tua dateng terus nampar mbak. Mbak Reina inget?."


Senyum ramah Reina seketika lenyap dan tergantikan wajah kagetnya.


"Apa.. apa maksud mbak Chea?."


"oh masih gak ngerti ya? Biar saya ingatkan lagi. Waktu itu anda membalas si ibu hamil itu dengan cara mendorongnya kan? Terus datang seorang wanita berambut pendek pakek kacamata dateng nolongin si ibu hamil? Itu saya."


Reina mulai agak panik karena ada yang mengenalinya karena kejadian memalukan itu.


Staff Fahmi yang memang sangat akrab dengan Chea seketika mulai berkerumunan disekitar mereka.


Chea melepaskan tangan Fahmi dan mulai mendekati Reina.


"Apakah saya perlu ingatkan lagi? waktu itu saya mukul cowok mbak sampe pingsan. Terus saya jambak rambut mbak."


Chea memainkan rambut terurai Reina dan seketika Reina ketakutan. Waktu itu kejadiannya begitu singkat sampai ingatannya rapuh untuk mengingat wajah Chea.


Chea ditarik mundur oleh Fahmi.


"Apa itu bener, Rei?."


Reina gemetaran dan seketika berbalik pergi karena malu.


Chea tersenyum tipis dan menatap Fahmi.


"Apa? Kenapa? Mau kena bogem juga karena mau selingkuh sama pelakor itu?."


"Chea.. dia klien sekaligus temen aku."


"Terus apa peduli ku? Dia buat ibu hamil itu sekarat dan harus dibales dong. Apalagi muka si cowok itu. Minta dihancurin itu muka. Kesel aku lihat mukanya."


"Gak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan, Che."


Chea menghela nafas.


"Aku tau. Tapi yang namanya orang lagi emosi ya pastinya pengen nonjok orang. Kebetulan aja ada orangnya. Kan sekalian tonjok selesai masalah dendamnya."


Che tersenyum jenaka dan Fahmi hanya menatap Chea dengan wajah memelas.


"Jangan lagi ya. Semuanya bisa dibicarain secara baik-baik. Kadang segalanya gak semudah yang terlihat, Chea."


"Iya sayang. Iya. Berhenti ceramahnya ya."


"Kalau kamu ingin aku berhenti ngomongin itu lagi, jangan lagi nyelesain masalah dengan kekerasan ya. Janji?."


Chea menatap datar Fahmi. Chea memandang jari kelingking Fahmi di depannya dan akhirnya Chea membuat janji pinky promise.


"Iya sayang."


Chea mengecup pipi Fahmi dan seketika para staff membubarkan diri. Mereka terlalu malas menonton adegan yang menyakiti mata mereka.


Fahmi tersenyum dan memeluk Chea.


🏵 Spesial Chapter End 🏵


Maafkan author kalau gak sesuai dengan ekspektasi kalian dan yang paling penting..


Stay safe dan patuhi anjuran dari pemerintah ya.


See you again all 😍