You Lie To Me

You Lie To Me
Ending



Hari dimana Fahmi bangun dari tidur panjang yang melelahkan, ia melihat sinar mentari di dalam ruangannya.


Cheana


Fahmi tersenyum saat mengingat kembali apa yang sudah mereka lalui bersama. I mean, apa yang sudah Chea lakukan untuk merawat Fahmi yang sakit.


Chea datang pagi-pagi buta dan membantu Fahmi mandi (?). Setelah mandi, Chea membantu memaksa Fahmi untuk makan makanan rumah sakit lalu minum obat. Selalu seperti itu selama 1 bulan.


Ini adalah hari terakhir Fahmi berada di rumah sakit dan tentu saja akhir dari kebersamaan mereka seperti yang dijanjikan Chea ke mamanya Fahmi.


"Cheana.."


Chea merasa terpanggil akhirnya menoleh ke arah Fahmi.


"Apa?."


"Kita bagaimana?."


Chea tau apa arti dari perkataan Fahmi. Hanya saja, ia berat harus mengatakan hal ini.


"Kita berakhir. Kau tau itu bukan."


Fahmi tertawa garing.


"Yes, I know. But.. I don't  want to lose you.. again."


"Fahmi.."


"You should know, hanya ada dirimu... di hati ku."


Chea terpaku. Walaupun ia tau jika cinta Fahmi tulus padanya.


"You lie to me."


"Dibagian mana aku berbohong pada mu?."


Fahmi menatap Chea dengan tatapan terluka. Apa yang lebih sakit dibanding tak dipercaya oleh orang yang dicintai?


"I feel... I don't know... all of this.."


"Tell me why?."


"CUKUP!."


Chea berdiri dari kursi duduk dekat brangkar Fahmi dengan tangan terkepal.


"Chea..."


"Cukup! Kita berakhir. Itulah kenyataannya!."


Fahmi menatap sendu dan kecewa kearah Chea.


"Aku tau ini akan terjadi. Ha ha ha.. "


Fahmi memalingkan wajahnya, menghimdari tatapan tajam Chea.


"Fahmi.. look at me."


"No.."


Fahmi masih kekeh dengan enggan menatap Chea.


"Aku tak perduli kau akan mendengar ku atau tidak. Tapi.. aku harus pergi untuk memenuhi janji ku pada ibu mu. Aku akan pergi jauh. Pergi jauhhhh dari hidup mu dan tidak akan.."


"Kau pengecut."


"Apa maksud mu?."


Fahmi menatap Chea dengan tatapan kecewa.


"Kita berdua melakukan kesalahan. Aku mencoba memperbaikinya tapi kau... mau meninggalkan ku."


"Bukan begitu."


"Lalu harusnya bagaimana?."


Chea menatap Fahmi dengan tatapan terluka.


"Aku..  juga mencintaimu. Tapi entah kenapa hati ku tak mau mempercayai itu. Hati ku menolak untuk kembali bersama mu Fahmi."


Fahmi merasa segala hal yang mereka lewati selama 1 bulan tak ada artinya untuk Chea.


"Pergilah."


Fahmi kembali melihat jendela. Mencari titik pengalihan matanya dari Chea. Jika ia melihat Chea maka Fahmi akan menuntut agar Chea tetap memilihnya.


"Fahmi.."


"Pergilah. Aku sudah sembuh. Penuhi janji mu pada ibu ku dan jangan pernah kembali lagi."


Fahmi mrngatakan itu semua dengan nada dingin. Chea bahkan menitikkan air matanya.


"Maafkan aku."


Chea pergi meninggalkan Fahmi yang ternyata juga menangis.


Chea berlari keluar dari kamar inap Fahmi dan tak sengaja menabrak tubuh seseorang.


"Maafkan saya."


Chea membungkuk meminta maaf.


"Cheana.."


Chea merasa familiar dengan suara itupun akhirnya sadar jika yang ia tabrak itu adalah mama Fahmi.


"Tante.."


"Kau mau pergi?."


"Ya tante."


"Good girl. Tinggalkan Fahmi. Kau tak pantas untuk dia." Maafkan tante Chea.


Chea terluka atas kata-kata mama Fahmi tapi ia harusnya juga tau diri.


"Tante, saya.."


"TOLONG! ADA PASIEN YANG MAU BUNUH DIRI!."


Chea dan mama Fahmi melihat suster yang berteriak dan kaget saat suster itu ternyata berada di pintu kamar inap Fahmi. Segera Chea dan mama Fahmi berlari ke sana.


"Fahmi!."


Chea kaget saat melihat Fahmi yang berdiri di atas pembatas teras.


"FAHMI! ANAK BODOH! KALAU KAU BERANI LONCAT, MAYAT KAMU BAKAL MAMI PANGGANG!."


Fahmi yang mendengar ancaman mamanya merasa jika dirinya hanya dijadikan kambing hitam dari rencana mamanya sendiri.


Nasib nasib punya mama kok ya begini banget. Nyuruh anak loncat malah sekarang dimarahi. Belum lagi mayat ku bakal di panggang. Nasib. Batin Fahmi merana.


"Ma.. Fahmi sayang mama."


"Omong kosong apa itu ha!."


Chea menggigit kuku jarinya karena tak bisa berfikir. Apalagi ia melihat kaki Fahmi gemetaran yang kemarin patah.


Ia harus menyelamatkan Fahmi dengan cara apapun. Ya apapun. Tapi apa?


"Jika Chea milih ninggalin Fahmi, mending Fahmi pergi aja ma."


Fahmi membuat suara seperti orang yang putus asa.


"Chea disini."


"Chea?..."


Chea pun akhirnya perlahan mendekat ke Fahmi.


"STOP RIGHT THERE! ."


Chea berhenti karena kaget dengan bentakan Fahmi.


"Fahmi..."


"Aku mencintaimu Chea.. tapi kenapa kau malah pergi meninggalkan ku? kenapa!."


"Aku juga mencintai mu tapi.. keadaan memaksa kita untuk seperti ini."


Chea menangis. Fahmi tak tega tapi karena ia merasakan hawa membunuh jadi Fahmi melanjutkan sandiwara ini.


"Kenapa? Katakan padaku?."


"Aku mencintaimu."


"Kalau kau mencintai ku, kau akan tetap bersama ku tanpa mau melepaskankan ku."


"Maafkan aku. Tapi bisakah kau jangan loncat?."


"Aku mau turun asalkan kau mau memenuhi syarat ku?."


Chea menoleh ke belakang dan bertanya melalui tatapan mata ke arah mama Fahmi. Mama Fahmi mengangguk yang artinya Chea harus memenuhi keinginan Fahmi.


Ini lantai 5 teman-teman. Jika Fahmi loncat maka akan tinggal kenangan. Gak lucu loh.


"katakan."


"Janji kau akan menuruti syarat ku?."


"I promise."


Fahmi menatap langit dengan senyum merekah.


"Menikahlah dengan ku."


Senyap


Semua orang bungkam. Tak menyangka jika syarat yang diajukan Fahmi adalah pernikahan.


Chea kaget tapi juga agak shock. Fahmi melamarnya tapi seperti bukan lamaran.


"Kau melamar ku?."


Chea beetanya dengan ragu-ragu.


"Ah.. sepertinya kau tak setuju. Jadi selamat tinggal."


Fahmi sudah akan loncat tapi baju belakangnya ditarik Chea tapi tak membuatnya langsung jatuh ke belakang.


"Fahmi! Aku setuju. Aku mau menikah dengan mu. Jadi jangan loncat."


"Benarkah?."


"Ya.. Tolong turun. Aku tak tahan melihat mu seperti ini."


"Okay."


Fahmi turun dan langsung mendapatkan bogem mentah dari mamanya.


"ANAK SIAPA KAMU HAH! KENAPA GAK JADI TERJUN? BAGUS BANGET YA MAU BUNUH DIRI NINGGALIN MAMA SENDIRIAN! DASAR ANAK DURHAKA!."


Dengan Brutal mama Fahmi memukuli Fahmi tapi tak berlangsung lama karena Chea melindungi Fahmi.


"Tante..."


"Minggir kamu Chea..."


Chea menghadang tubuh mama Fahmi yang masih semangat untuk memukuli Fahmi.


"Ma.. ampun ma.. Fahmi khilaf ma. Fahmi minta maaf."


Mama Fahmi akhirnya tenang setelah perdebatan dan aksi jambak-jambakan antar ibu dan anak.


"Mama maafin."


Fahmi menatap dengan senyum bahagia ke arah Chea.


"Kamu mau nikah sama aku kan? kamu udah janji loh."


"Mama kamu bagaimana?."


Chea melirik mama Fahmi.


"Ma..."


"Kalau itu bisa membuat mu bahagia. Mama restuin."


Dengan jutek mama Fahmi menjawab. Tapi dalam hati senang.


"Mama restuin kita."


Dengan bahagia Fahmi memeluk Chea.


"Kalian bener-bener gak tau malu ya."


Dengan sinis mama Fahmi pergi meninggalkan mereka.


"Ehehehe..  terlalu bahagia ma.."


Chea menutup mukanya karena malu.


"Chea.."


"Hmmm."


"Aku sangat mencintaimu." 😆


Fahmi memeluk erat Chea.


"Aku juga."


Chea membalas pelukan Fahmi dengan erat. Mereka akhirnya bisa bersama.


😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇


END


😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇😇


🌓


Behind The Scene...


"Ma.. Chea akhirnya pergi."


Fahmi mengatakannya dengan lemas.


Sedangkan disebrang sana, mama Fahmi mendengus.


"Anak bodoh. Lakukan rencana B."


"Itu berbahaya ma.."


"Apanya yang berbahaya. Cuma akting mau lompat doang. Pura-pura bunuh diri bukan emang mau bunuh diri. Cepetan sana berdiri di atas pembatas balkon. Mama otw kesana ini."


"Ma..."


"Gak usah banyak bicara deh. Langsung naik. Cuma lantai lima gak akan bikin kau mati. Palingan cuma koma."


Fix mama Fahmi menyuruh Fahmi adu nasib. Sekali terpeleset maka nyawa taruhan.


"Iya ini Fahmi lakukan."


🌓


Maafkan Author kalau ending gak sesuai ekspektasi kalian