You Lie To Me

You Lie To Me
Ekstra Part



"Mami!."



Dua anak kembar berlari memegang buku ditangan masing-masing anak. Chea menoleh saat melihat kedua buah hatinya datang menghampirinya di kantor.



"Oh anak mami dateng."



Chea segera menghampiri kedua anaknya dan memeluknya dengan erat.



"Mami.. kakak gak bisa nafas."



"Ah maafin mami."



Chea melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi anak pertamanya.


Fadil Adinata. Anak keduanya yang lahir 4 menit setelah Fadil ialah putri kesayangannya.



Arsha Dwi Adinata. Mereka sekarang berusia 6 tahun. Kalian tau lah ya siapa ayah dari si kembar jika dilihat dari marga keduanya.



"Kalian kesini dengan siapa?."



"Sama ayah dong mi."



Arsha menyombongkan sang ayah ke maminya.



"Ohhh.. dimana ayah kalian?."



Fadil menunjuk ke arah pintu.



"Tadi ayah disana tapi entah sekarang kemana mi."



"Ck.. kebiasaan ayah kalian itu."



"Mami juga."



Chea mengerucutkan bibirnya saat mendengar anaknya menyamakan dirinya dengan suaminya.



"Kalian lapar? ayo kita makan di bawah."



"Ayo mi."



Si kembar meletakkan tas dan buku yang mereka bawa ke sofa tanpa perintah Chea. Mereka sudah dapat mengurusi diri mereka sendiri tanpa harus Chea perintah.



"Ayo mi."



Si kembar mengapit kedua tangan Chea kanan dan kiri. Mereka berjalan turun ke lantai satu gedung kantornya. Dapat dilihat di hari senin yang panas ini, usaha WO nya begitu padat orang dan mereka sibuk masing-masing.



Chea dan si kembar berjalan ke arah kafe kantor ini. Disana ternyata ada ayah si kembar yang sedang menelepon. Dengan gesit si kembar langsung berlari mebghampiri si ayah mereka.



"Wow.."



Fahmi kaget dan hampir saja menjatuhkan ponselnya. Dilihat ada sepasang anak kembar yang menempel di kakinya seperti lintah.



"Twins.."



"ayah.."



Fahmi tertawa melihat kelakuan anaknya dan segera menyudahi acara meneleponnya.



Fahmi mengusap kedua kepala anaknya. Mungkin jika dulu ia menyerah, ia tak akan pernah memiliki anak kembar yang manis seperti ini.



"Kalian mau makan atau mau gangguin ayah kalian?."



Chea berdiri di belakang mereka dengan gaya boss. Fahmi tersenyum dan segera menggendong kedua anaknya.



"Kami mau makan mami. Ayah sama si kembar lapar banget."



Chea tersenyum dan menghampiri mereka. Si kembar begitu mirip dengan Fahmi. Tak ada bagian dirinya pada si kembar.



Fahmi begitu serakah. Ia tak membiarkan dirinya memiliki satu bagian yang mirip pada si kembar. Kecuali satu hal, Sifat nakal kedua anaknya dan sifat keras kepala anaknya dari dirinya.



Apalagi Arsha yang seperti dirinya. Suka bela diri. Anak perempuannya akan mewarisi sifat dan perilakunya. Chea bangga akan hal itu. Wanita tak boleh lemah bukan?



"ayo."



Chea menggiring mereka ke arah stand makanan khas padang. Mereka semua suka makanan pedas.



"Kalian mau makan apa?."



Chea menunggu dengan sabar saat mereka bertiga bingung memilih lauk. Setelah perdebatan panjang mereka akhirnya memutuskan makanan apa yang mereka pilih.



Mereka duduk di pojok tempat favorit mereka. Sambil menunggu makanan datang, mereka bercanda ria.



Tak lama makanan datang, si kembar kembali berbuat ulah dengan berebut lauk. Chea greget dan akhirnya mengeluarkan aumannya.




Si kembar akhirnya makan dalam diam walaupun sesekali mereka berbicara. Fahmi memegang tangan Chea yang ada di bawah meja.



"Jangan terlalu keras dengan mereka sayang. Mereka masih kecil. Biarkan saja."



"Ck.. selalu saja kau memanjakan si kembar Fahmi."



"Aku tak ingin si kembar sedih hanya karena hal kecil. Mereka harus bahagia."



"Lupakan."



Chea melepaskan tangan Fahmi dengan kasar. Fahmi tak marah justru ia bahagia. Chea yang dulu sulit ia raih sekarang bisa berada di sisinya selamanya.



"Jangan marah. Aku sayang kalian, terutama dirimu. Aku bahagia kau disini bersama ku. Memberikan ku si kembar yang nakal. Aku sangat mencintaimu."



Oke fix Chea hamlir muntah dengan semua rayuan Fahmi yang menurutnya basi untuk ukuran seorang suami.



"Ada anak-anak Fahmi."



Chea menyikut Fahmi yang sedang tertawa bahagia. Chea merasakan jika kedua pipinya terasa panas.



"Mami.. pipi mami kok jadi merah."



Chea kembali merasa sangat malu saat kedua anaknya menegur dirinya yang sedang blushing dengan rayuan basi suaminya.



"La lanjutkan makan kalian. Abaikan mami."



Fahmi masih setia tertawa melihat sikap konyol istri tercintanya. Fahmi begitu bahagia dengan melihat keluarganya begitu ceria.



"Chea.."



Fahmi tersenyum melihat kedua pipi bersemu Chea.



"Hmmm."



"Look at me."



Chea memandang Fahmi dan mengangkat satu alisnya dengan keadaan masih mengunyah makanannya.



"Why?."



Fahmi tersenyum nakal.



"I want you tonight."



Chea berhenti mengunyah makanannya dan memandang datar Fahmi. Tanpa diduga Chea memukul Fahmi.



"Gak usah kumat deh."



Fahmi tertawa pelan dan mengelus lengannya yang baru saja kena bogem dari Chea. Fahmi pernah berfikir tentang keadaan mereka.



Bagaimana jika dulu dia menyerah untuk mendapatkan Chea? apakah akan sama dengan yang sekarang ia lihat? tentu saja beda akhirnya.



Fahmi melirik ponselnya yang menampilkan sebuah wallpaper keluargannya.



Chea yang tersenyum bahagia bersama kedua anaknya. Fahmi terkadang ingin menangis kalau ingat bagaimana perjuangan Chea melahirkan anak-anaknya.



Intinya Fahmi bahagia.





Aku bahagia.


Aku sangat bahagia.


Akhirnya aku bisa bersama mu.


Awalnya sulit mendapatkan kepercayaan mu lagi..


Tapi usaha tak akan mengkhianati hasil bukan?


Kita bersama.


Itu sudah cukup untuk ku.



^Fahmi



🌼



Hai semuannya


Author agak benahi sedikit nih ending nya



Kurang greget yang lama


He he