You Lie To Me

You Lie To Me
Selingkuh



Chea memarkirkan mobilnya di garasi mobil rumah utama keluargannya. Ada dua mobil Chea yang masih terparkir rapi di dalam garasi. Jarang Chea pakai karena Chea jarang di rumah utama.


Chea melihat banyak mobil berjejer rapi di depan rumahnya. Tamu sepenting apa sehingga membuatnya harus pulang.


Chea melihat banyak orang di ruang tamunya. Tapi sepertinya dia familiar dengan seseorang. Cowok itu melihat ke arah Chea dengan tersenyum manis. Chea yang melihat itu tanpa ekspresi. Chea lalu menghampiri gerombolan itu.


"Mi."


Sang mami menoleh saat mendengar suara anak gadisnya yang jarang pulang. Sang mami menghampiri Chea dan memeluknya.


"Anak mami udah pulang. Ini ada keluarga Fahmi. Sapa sana."


Chea rasanya menyesal telah pulang ke rumah kalau tau akan begini jadinya.


"Halo om tante dan semuanya, Saya Chea."


Chea memperkenalkan diri dengan senyum manis dan membuat mama Fahmi tersenyum manis. Calon mantu.


"Chea , tante kangen Chea."


Mama Fahmi langsung memeluk Chea.


"Kamu kok jarang kelihatan sih Che? Tante mau ajak belanja loh."


Chea tersenyum dan melirik Fahmi yang juga tersenyum.


"Maafin Chea tan. Tapi Chea lagi sibuk. Bahkan acara WO seminggu kedepan sangat full dan bikin Chea bakal susah punya waktu luang."


Mama Chea hanya bisa menghembuskan nafasnya setelah mendengar penjelasan Chea.


"Kamu kok sibuk sih Che. Kan kamu bosnya."


"Bos belum tentu bisa enak-enak tan. Chea tetep harus pantau semuanya kalau mau acara yang pakek jasa WO Chea sukses. Hari ini ada acara tapi mami maksa buat balik. Jadinya Chea terpaksa balik ini."


Mami Chea melotot ke arah Chea. Jawaban anaknya sungguh diluar kehendaknya. Jujur banget punya anak gadis satu.


"Lah terus acaranya? siapa yang awasin?."


"Sementara wakil Chea tan. Tapi kalau ada apa-apa ntar Chea dikabarin kok."


Setelah mengatakan itu Chea mendapat telepon dari Ipul.


"Maaf. Saya permisi angkat telepon."


Chea berjalan keluar dari area ruang tamu dan menuju dapur. Chea langsung mengangkat telpon dari Ipul.


"Halo Pul. Kenapa?."


"Gawat Che. Ini.. ini..".


"Ini apaan pul. Yang jelas."


"Ada yang lagi berantem antara si Susan sama pemilik acara. Gawat sumpah. Lo kesini cepetan."


"Gue kesana sekarang. Lo hadapin mereka dulu. Pisahin kalau bisa. "


Chea segera mematikan sambungan teleponnya dan segera keluar.


"Mi. Chea pergi ya. Ada keributan diacara tadi."


"Ha? kenapa?."


"Ntar Chea ceritain. tapi nanti. Sekarang urgent. Abang cepetan."


Fajar yang sedang meminum jusnya seketika tersedak.


"Kenapa?."


"Anter."


"Iya."


Segera Chea dan Fajar pergi setelah berpamitan. Fahmi yang melihat itu agak aneh. Chea tak mau memandang ke arahnya. Bahkan bicarapun Tidak.


Oke lupakan mereka. Sekarang fokus ke Chea.


Fajar mengemudi dengan ugal-ugalan. Jarak antara rumah dan hotel acara berlangsung butuh waktu 20 menit kalau tidak macet. Sesampainnya di hotel, Chea segera masuk ke dalam ballroom dan melihat banyak orang mengerubungi sesuatu.


Chea masuk ke dalam kerubungan orang-orang itu dan melihat Susan dan Dinda (yang mengadakan acara tasyakuran) sedang dalam mode jambak-jambakan. Chea yang tersulut emosi langsung memisahkan mereka.


"Berhenti! AKU BILANG BERHENTI!.".


Sekali sentakan Chea berhasil memisahkan mereka. Susan dan Dinda dalam keadaan acak-acakan dan langsung ditenangkan pasangan masing-masing.


"Ada apa? kenapa kalian berantem? gak malu ha? mbak Dinda, Ini acara mbak loh. Kok mbak bisa kayak gini. Dan lo! Gak punya malu apa berbuat kayak gini diacara orang ha? Udah putus urat malu lo. Udah lama kalau itu."


Susan yang emosi dengan perkataan Chea langsung menghampiri Chea. Tangan Susan sudah terangkat untuk menampar Chea tapi tangannya dicekal Chea.


"Mau nampar gue? yakin? Gak bakal nangis? setidaknya kalau gue yang mukul lo ada kemungkinan rahang lo bakal geser. Ngerti gak lo."


Chea langsung menghempaskan tangan Susan. Chea lalu menatap Dinda meminta penjelasan.


"Dia! Udah goda suami aku. Dia dengan tidak taunya menempel pada suamiku. Pakek acara peluk-pelukan lagi. Dasar gak tau malu!."


"Tenangkan dirimu. Mbak Dinda lagi hamil. Gak baik bagi anakmu. Tenang."


Fajar hanya terdiam melihat itu lalu melihat Hasan yang hanya terdiam melihat istrinya yang anarkis.


"Gak bisa! Aku harus memberi pelajaran buat dia."


"Udahlah ma. Itu cuma kesalah pahaman mama saja."


Suami Dinda menenangkan Dinda yang mulai emosi lagi.


"Mbak tenang dulu. Beritahu kronologi kejadian sama Chea. Bakal Chea bantu nyelesain."


Chea menuntun Dinda untuk duduk di salah satu kursi dan suami Dinda memberikan minuman.


"Tadi, waktu mbak ijin ke toilet, gak sengaja mbak lihat mas Adi (Suami Dinda) berbincang sama Susan Lalu si Susan itu meluk mas Adi. Mas Adi malah bales peluk pakek senyum lagi. Aku sakit hati melihat itu. Aku sedang hamil tapi malah disuguhi adegan selingkuh suami. Apa gak sakit ini hati."


Chea memeluk Dinda yang menangis. Chea menatap dingin ke arah Adi yang terdiam. Tak ada pembelaan dari Adi yang artinya itu kebenaran.


"Mbak tenang ya. Mbak mau aku balesin sakit hatinya?."


Dinda mengangguk sebagai persetujuan.


"Mbak mau suami mbak dulu atau Susan dulu."


"Suami ku dulu."


Chea langsung berdiri dan menghampiri Adi. Chea menatap Adi dengan pandangan dingin. Fajar ketar ketir melihat ini. Fajar langsung menghampiri Chea ingin memisahkan dia dari Adi. Fajar takut jika Chea ngamuk beneran.


"Che. Jangan emosi Che. Kasihan klien lo. Tenang ya."


"Gak bisa!."


Chea menepis tangan Fajar di pundaknya dan langsung melayangkan pukulan ke Adi. Sedangkan Adi yang tak siap menerima pukulan langsung tersungkur dan mengelap sudut bibirnya yang berdarah.


"Br*****k lo! harusnya lo tau diri! Udah punya istri, hamil lagi masih aja ganjen!."


Adi hanya terdiam dan meringis merasakan pukulan Chea di pipinya. Pukulan yang penuh hasrat membunuh.


"Kenapa diam? Gak bisa ngomong? Gagu? Harusnya lo tadi nyangkal pernyataan istri lo dan yakinin ke dia kalau lo gak selingkuh sama jalang itu!."


Chea memaki Adi di depan banyak orang.


"Maaf."


Adi menjawab dengan lirih dan mendapat tangisan dari ibu Adi yang menyaksikan dari tadi. Ibu Adi tak menyangka jika anaknya bisa seperti ini saat istrinya hamil.


"Pengecut. Untung lo masih hidup. Kalau gue mukul paling tidak harus ada yang patah."


Chea langsung berbalik dan menuju Susan. Merasa ada yang mendekat Susan bersembunyi dibelakang Hasan. Chea geram dengan tingkah laku Susan yang seperti wanita murahan itu.


Lihatlah pakaian yang ia pakai ke acara pejabat. Sebuah dress selutut dan memperlihatkan pundaknya tak lupa dengan tato yang terpatri indah di bahunya. Tak tau malu.


"Kucing cilik ini lagi sembunyi. Harus Chea apakan mbak?."


Dinda senang saat melihat Chea memukul Adi. Dinda tak bisa memukul Adi makanya dia senang saat Chea mewakilinnya tadi. Sekarang Dinda ingin Susan juga merasakan sakit hatinya.


"Terserah kamu Che. Mbak sakit hati banget sama wanita murahan itu."


Chea tersenyum sinis ke arah Susan dan Hasan. Fajar maju menghampiri Chea dan memegang tangan kirinya.


"Che, udah. Jangan lagi ya. Kontrol emosi mu."


Fajar berusaha membujuk Chea agar berhenti untuk melukai orang.


"Che kita bisa dituntut Che. Dengerin abang Che."


Fajar masih berusaha membujuk Chea tapi yang dibujuk sudah menatap Fajar dengan tajam.


"Kasihan mbak Dinda bang. Dia lagi hamil dan suaminya malah selingkuh sama Susan. Kalau seumpama apa yang dilihat mbak Dinda gak sesuai dengan apa yang dia lakukan, harusnya mereka menyangkal bukan malah diam. Ini namanya ketidakadilan untuk mbak Dinda dan calon anaknya. Gue harus hajar Susan dan suami mbak Dinda. Gue ngelakuin ini karena tau gimana rasa sakitnya dikhianati."


Chea menghempaskan tangan Fajar dan maju untuk menyeret Susan. Hasan yang melihat itu langsung melindungi Susan istrinya.


"Kalau kamu mau mukul istri ku. Langkahi dulu mayat ku."


Hasan menjadi tameng untuk Susan. Chea geram dan langsung memukul Hasan. Semua orang shock dengan adegan itu. Bagaimana brutalnya Chea menghajar Hasan dan tentu saja sudah ditangisi Susan dan dilerai Fajar tapi tak ada hasil untuk menghentikan usaha Chea.


"Bangs*t lo! harusnya lo sadar jika istri lo baru saja selingkuh dari lo! bukannya lo sadar malah tambah gak malu melindungi isitri murahan lo itu!."


Chea berdiri tegak setelah mematahkan tangan kiri Hasan. Chea lalu menghampiri Susan dan menyeretnya ke arah Dinda. Fajar langsung menelpon ambulans dan pengacaranya.


Lagi.


Sekarang Fajar takut Chea melakukan sesuatu ke Susan. Sesuatu yang berbahaya dan membuat skandal yang akan mencemarkan nama baik Chea.


🏵


TBC


🏵