
" apa kau juga pelamar disini? " tanya Rose yang menoleh kearah Jimin
Jimin yang mengetahui kalau Rose yang tidak tau kalau dirinyalah presedir disini hanya mampu menghela napas berat dan menggelengkan kepalanya " aku mikir apaan sih "
Ting...
Pintu lift terbuka dan keluarlah Jimin beserta Rose yang mengangkut kardus itu, dan Rose mengikuti langkah Jimin yang memasuki ruangannya. Ditaruhnya kardus itu di meja asisten pribadinya lalu menyuruh Rose melihat jam berapa sekarang, niatnya ingin membuat Rose kaget.
" jam berapa sekarang ? " tanya Jimin yang melangkah pergi meninggalkan ruangannya yang di ikuti oleh Rose dibelakangnya
sembari melihat jam tangan putih miliknya " jam 10 : 33 a.m " ujar Rose yang masih belum konek
Dan detik berikutnya dengan teringat waktu interview ia buru-buru pergi dari ruangan Jimin dan segera menuju lift yang berada di pojok ruangan.
Dengan cepat menekan tombol lift berharap masih ada kesempatan untuknya.
Di dalam lift ia terus berdoa kalau ia bisa melakukan interview, namun belum juga pintu lift tertutup sempurna ia teringat Jimin yang ia tinggal sendirian didalam sana.
Dengan cepat ia keluar dan berlari keruangan Jimin, dan terlihat Jimin yang dengan santainya duduk di kursi presedir nya.
" hey . Jimin! apakah kamu tidak ingin turun bersama ku? " tanya Rose yang melihat Jimin
" tidak mau "
" Jimin walau aku mau aku ingin lulus dari interview ini..sesama orang yang butuh pekerjaan kita harus terus bersama...walau nantinya aku atau kamu yang lolos..tapi setidaknya kita sudah berusaha kan? " ujar Rose yang penuh semangat
melihat Rose seperti ini membuat Jimin tersenyum tipis..sangaaaaaat tipis hingga kita tak tau apakah dia itu tersenyum apa tidak.
Lalu dengan berjalan sembari menarik tangan Rose untuk mengikutinya
Setibanya dilantai bawah, dan pintu lift terbuka yang memperlihatkan kalau para pegawai di sana seperti sudah menunggu orang.
" kami sudah menunggu presedir! " ujar para pegawai disana
Rose yang mendengar itu kaget dan langsung berkata " a..anu ka..kalian salah, aku sama Jimin adalah orang yang ingin interview sebagai....pegawai disini juga..ha..jadi kalian salah kalau menyebut kami presedir " ujarnya yang ditatap oleh semua pegawai dikantor itu
" apa yang salah? itu kenyataannya " ujar Rose yang masih bingung dengan tatapan para pegawai itu
" maaf nona...tapi yang berada disamping nona itu adalah presedir Jimin " jawab Kris yang berusaha menjelaskan
" presedir? presedir Jimin " ujar Rose yang terkejut dan langsung menoleh kearah Jimin yang sendari tadi tetap memasang wajah datarnya
dengan gugup melanda Rose berusaha menjelaskan " a..anu pre.. presedir...presedir Jimin, yang tadi i..itu a..aku tidak tau kalau kamu a.. adalah seorang presedir " ujar Rose yang menunduk dan gemetaran
mengabaikan ucapan Rose " Kris. Antar dia keruangan ku. Sekarang dia adalah bawahanku " ujar Jimin yang berlalu meninggalkan Rose
" baik "
setelah kejadian itu, semua pegawai melakukan pekerjaan mereka masing-masing dan melupakan kejadian tadi seakan-akan tidak pernah terjadi
Dan sementara itu ditempat Jimin
.....
" *kenapa aku sama sekali tidak alergi terhadap gadis itu ? apa yang salah ? "
" keluar sebentar mungkin bisa meredakan pusingku* "
Setelah itu, Jimin keluar dari ruangannya dan memasuki lift yang menuju kelantai bawah, hingga deringan telepon dari Kris membuatnya harus pergi kelantai rahasia kantor yaitu lantai 4 yang juga biasa disebut lantai kematian.
Karena menurut rumor yang beredar, jika ada seseorang yang masuk lantai itu kemungkinan paling besar adalah dia tidak akan kembali lagi dan keluarganya juga akan menghilang bersamanya dengan keadaan yang tidak diketahui.
Jadi....para pegawai disana tidak akan pernah coba-coba untuk menekan lantai 4 karena menurut keyakinan disana, angka 4 adalah angka kematian atau kesialan yang tak berujung.
Namun dilantai ini adalah markas tersembunyi dari geng mafia De4d oR De4d yang diketuai oleh .....
Ting....
Bunyi lift berbunyi menandakan kalau ia sudah tiba di lantai 4, pintu lift terbuka yang menampakan hawa dingin yang menyerang kulit, disetiap dinding lorong masuk itu kita sudah disambut senapan api
mulai dari sana....Jimin melangkah masuk lagi hingga terdapat satu ruangan pertemuan yang memperlihatkan kalau Kris, Zhehan, Jin dan Fang Leng sudah duduk dengan penuh khawatir disana, hingga ketika Jimin masuk dan duduk di kursinya.
Fang Leng langsung menceritakan kalau musuh lama mereka telah kembali " Jimin...mereka kembali " ujar keempat pria itu secara bersamaan
" aku sudah menduganya...karena beberapa hari yang lalu, aku dan Kris bertemu dengan dia " jawab Jimin yang membuat ketiga pria disana terkejut
" apa dia menyerang mu? " tanya Zhehan yang panik
" tidak " jawab Jimin
" jadi.... maksud mu adalah kita harus melawan dia ? " tanya Jin
yang dijawab singkat oleh Jimin " ya "
" tapi apa kau tidak mengingat kejadian 2 tahun silam?! yang membuatmu koma dan terbaring seperti ingin mati itu huh?!! " marah Zhehan karena tidak habis pikir dengan sahabatnya yang satu ini
" kurasa... dia tidak akan bergerak untuk waktu dekat ini,... karena ku pastikan menurut dari sifatnya, dia tidak akan bergerak tanpa rencana yang matang " jawab Fang Leng yang sendari tadi diam menyimak pembicaraan sahabat-sahabatnya itu.
" tapi dia tidak akan tinggal diam begitu saja..pasti dengan ada kesempatan ia akan terus memburu mu " ujar Zhehan yang mendadak serius
" hn...bukan Jimin namanya kalau tidak ada cara untuk menyelesaikan masalah ini " ujar Fang Leng yang di angguki semuanya
" aku sudah memesan beberapa senjata api untuk berjaga-jaga dan sudah ku kirimkan mata-mata untuk memata-matai kelompoknya " ujar Jimin yang terus memandang lurus
" sudah seperti dugaan ku " ujar Zhehan yang diiringi tepuk tangannya
Mendengar itu membuat Jin dan Fang Leng tersenyum cerah namun dalam diam
Dan detik selanjutnya Jimin menyuruh Kris untuk membawa barang yang di sembunyikan olehnya tadi.
Dengan langkah biasa Kris berbalik berjalan kearah belakang dan mengambil 5 buah koper yang masing-masing berisikan senapan api.
Kris kemudian menjelaskan karena Jimin yang menyuruhnya
" Oke, aku mulai dari ini
Sebuah
Desert Angel Mark XIX Pistol
****Jenis senjata api pistol buatan Israel bernama Desert Eagle ini memiliki kemampuan daya tembak yang luar biasa. Dimana jika pistol pada umumnya hanya bisa menembus sasaran, namun berbeda dengan pistol ini.
Desert Eagle mampu menembus target sekaligus membuat target hancur seketika, seperti dilansir dari avclub.com. Berat pistol ini bisa mencapai 2 kg dengan panjang sekitar 30 cm. Pistol ini memiliki daya tembak 2000 joule yang akan menghasilkan suara tembakan yang amat keras****.
Dan yang ini...." perkataan Kris dipotong Jimin
" punyaku " Jawab Jimin tanpa rasa bersalah karena memotong ucapan Kris
" yang kedua adalah..." lanjut Kris
dua buah
Revolver
****Ada dua jenis senjata api pistol Revolver. Pertama Single-action revolver atau senjata api dengan palu. Untuk Single-action revolver, palu yang memukul peluru sehingga meledak dan mendorong proyektil peluru keluar. Palu di pistol berada di atas pelatuk.
Kedua Double-Action Revolver. Senjata api ini menggunakan palu yang bergerak secara otomatis bersamaan dengan ditekannya pelatuk (dan silindernya bergerak ke arah peluru selanjutnya secara otomatis sesudah peluru keluar).
Revolver merupakan jenis senjata api, pelurunya dimasukkan ke tabung berputar. Pada revolver berkaliber 44 berisi 5-7 peluru. Kemudian revolver berkaliber 22 berisi 8-10 peluru.
Cara pengisian revolver dibagi menjadi 2 menurut design dan bentuk revolver. Pertama adalah pengisian satu per satu seperti revolver jenis lama seperti Colt Peacemaker, dan yang kedua adalah langsung, ketika silinder pengangkut peluru yang keluar****. " dan ini untuk Fang Leng " ujar Kris sembari melempar koper itu ke arah Fang Leng dan disambut tangkapan yang tepat oleh Fang Leng
" thanks " ujar Fang Leng singkat
dan kemudian Kris melanjutkan penjelasannya " yang ketiga " ujarnya sembari membuka koper selanjutnya
Glock Meyer 22 C
****Jenis senjata api pistol ini merupakan senjata buatan Austria. Pistol Glock digunakan oleh angkatan bersenjata dan lembaga penegak hukum di seluruh dunia, termasuk sebagian besar lembaga penegak hukum di Amerika Serikat.
Glock 22 memiliki panjang 204 mm/8,03 inci dan lebar 32 mm/1,26 inci. Glock 22 merupakan versi .40 S&W. Kapasitas tempat mesiu sebanyak 15 putaran. Glock 22 juga termasuk senapan semi otomatis dan senapan mesin****.
" dan ini untukmu Jin " ujar Kris dengan melemparnya kearah Jin
" yang keempat " ujar Kris
Raging Bull
454Jenis senjata api pistol berikutnya adalah Raging Bull 454. Pistol asli buatan perusahaan Taurus yang berlokasi di Brasil ini mampu melakukan tembakan sampai kecepatan 580 meter per detik. Energi yang dilontarkan pistol ini juga tak main-main, hingga 2700 joule.
" dan ini buat kamu..." ujar Kris " oh, iya dan nih! "
"
" bonus untuk kamu " lanjutnya sambil memberikan sekotak pisau lengkap kearah Zhehan
" waaaaa.....kau memang mengerti aku " ujar Zhehan senantiasa melihat pisau pemberian Jimin
" be carfull rigth now " ujar Jimin sembari bangkit dan meninggalkan mereka yang mulai mengikuti Jimin
.
..