You + Me = Love

You + Me = Love
20. Harus profesional



Dan benar apa kata Jimin, setelah Jimin menghilang begitu saja dari balik pintu, Jae Nie, Ji Soo dan Alice ( Lisa ) datang dengan wajah yang panik.


" kau tak apa? " tanya Ji Soo yang langsung memeluk Rose dengan begitu erat


Karena Jae Nie melihat kalau pelukan Ji Soo itu agak berlebihan, dirinya dengan langsung memukuli Ji Soo dan berkata dengan gayanya " kau akan membuatnya mati " ujar Jae Nie


" his..kau bisa memberitahu ku tanpa memukul kan? pukulan mu itu sakit tau " oceh Ji Soo yang kesal karena dipukuli tiba-tiba oleh Jae Nie


" eh?! aku bawakan apel kesukaan mu loh...nih " sodor Lisa yang memberikan sekeranjang apel segar


" wuaaah~~ " ujar Ji Soo dan Jae Nie bersamaan


" kalo gitu...mari makan apel " ujar Ketiga gadis ini


Dan ketika apel itu hendak masuk kedalam mulut mereka, tangan yang terpasang infus itu memukulinya satu-persatu yang membuat ketiganya kesal dan juga kaget.


" apa-apaan sih?! kan mau makan Rose?! Napa di pukul segala sih " ujar Jae Nie yang kesal


" iya ih..kan mau makan " sambung Ji Soo dan Lisa


" anu... maksud Rose bukan seperti itu " balas Rose yang menunduk karena merasa bersalah pada ketiganya


" huh...tak apa, memang ada apa hm " tanya Ji Soo yang bersikap dewasa dan menenangkan hati Lisa dan Jae Nie yang masih kesal


" itu....kata presedir Jimin, apel ini masih belum bersih kalau tidak dicuci dulu " ujar Rose yang sedang menjelaskan


" iya..iya ini mau dicuci " balas Lisa


Yang kemudian beranjak bangun untuk mencuci apelnya, disaat Lisa mencucinya menggunakan air dingin Rose yang berada dari tempat tidur seketika berteriak


" pake air panas Lisaaaaaaa, karena kata presedir Jimin apel itu masih ada zat lilinnya" teriakan Rose


Yang tepat di sebelah telinga Ji Soo, dan Ji Soo yang jadi korban ini hanya bisa mengelus dadanya karena dia tau Rose tidak bermaksud


Setelah itu, mereka memakan apel itu dengan nikmat dan sesekali bersenda gurau tanpa menyadari kalau hari mulai gelap


" astaga!! ini sudah larut, kita harus kembali karena tidak baik bagi para gadis yang jomblo sekaligus perawan ini berkeliaran sembarangan " omel Ji Soo


" iya " balas keduanya yang diomeli ini


" kalau gitu, kakak pergi dulu ya Rose ( cup ) jaga kesehatan mu " ujar Ji Soo yang mengecup kening Rose


" kami pulang dulu ya... " ujar ketiganya sembari melambaikan tangan mereka


Dan setelah itu ruangan yang besar itu kembali sunyi, Rose berniat kembali tertidur namun dirinya sama sekali tetap tidak bisa tidur walau dirinya sudah memejamkan matanya, jadi ia memutuskan untuk berjalan-jalan keluar untuk menghirup udara segar tidak apa-apa sepertinya


Jadi dirinya bangun dari kasurnya dan turun dengan memegangi infusnya berjalan keluar, sepi.... ya di lorong ruangannya sangatlah sepi namun masih ada beberapa suster dan dokter yang lewat


Dirinya berjalan keluar rumah sakit, walaupun ini adalah rumah sakit tapi di rumah sakit ini sama dengan hotel bintang lima yah....begitulah menurut Rose karena setelah ia keluar dari rumah sakit dirinya sudah berada di taman yang mempunyai kolam renang??


" hmmm..... kolam?? kenapa bisa ada di rumah sakit? " batin Rose yang bingung


Namun demikian dirinya berjalan kearah kolam renang itu, menyentuh air yang berada di dalamnya dan tersenyum bahagia


" wuaaah~~~ airnya sangat segar " ujar Rose yang terlihat antusias


Namun dengan cepat dirinya menggelengkan kepalanya, " huh...aku kan nggak bisa renang, renang?? mau mati " ujar Rose yang bermonolog


Dan segera bangkit dari tepian kolam itu, karena Rose yang tadi memainkan air kolam itu, airnya jadi menyiprat di bagian kakinya dan karena Rose yang tidak merasakan apa-apa tentang air itu, jadilah dirinya tergelincir ketika hendak melangkah menjauh


Rose membelalakkan matanya dan berusaha tidak terjatuh karena dirinya nggak pandai dalam hal ini, namun tuhan berkehendak lain jadi yah.... tetap aja si Rose jatuh dengan sangat tidak etis, oh iya!! btw kolam renang yang Rose datangi ini termasuk yang paling dalam, jadi..


Fixs


.....


Dia bisa aja mati


Dari arah belakang seseorang tampak sangat terkejut hingga menjatuhkan sekeranjang apel merah itu di tanah dan segera berlari ke arah Rose dengan melompat kedalam kolam renang yang airnya sangat dingin itu


Setelah menyelamatkan Rose dirinya langsung membawa Rose kembali ke rumah sakit dengan keadaan yang basah kuyup, karena kesal di rumah sakit sebesar ini dokter maupun suster tidak menampakkan batang hidungnya, jadi dengan sekali teriakannya membuat dokter dan suster yang lagi sibuk mengurus pasien itu terdiam


" YAAAAAAK!!!!!!! SEHUN BRENGKSEK!!! SEDANG APA KAU HUH?!!!! MATI HAH?!! "


Marah orang ini yang membuat Sehun yang hendak menyantap makan malamnya ini harus ditunda, dan dengan segera Sehun berlari dari kantin rumah sakit kedepan pintu masuk tanpa menaiki lift karena sangking terkejut dan terburu-burunya ia yang tiba itu dengan keadaan yang harus bernapas teratur tanpa ngos-ngosan.


" iya...Jim, ada apa " tanya Sehun


Dengan tersenyum pada Jimin yang sebenarnya kesal namun harus tetap tersenyum kalau kepalanya tidak ingin hilang


" kau tidak melihat ada pasien yang hampir mati ini huh?! " marah Jimin


Yang selalu berkata datar itu, mampu membuat lawan bicaranya yaitu Sehun ini harus berusaha menelan ludahnya sembari mengeluarkan keringat dingin yang sebesar biji kurma itu...HAAHAHA maksudnya biji jagung guys


Sehun melihat keadaan Rose dan menghela napasnya lega lalu melihat Jimin dengan tatapan tak percayanya dengan mengomel dalam hatinya


" dia itu cuman pingsan Jimin sialan!!!! arghhhh.... kepalaku ingin pecah... "


" bawa dia ketempat hangat, keruanganku... disana ada penghangat ruangan karena sekarang sudah mau masuk musim dingin " ujar Sehun


Setibanya disana, Jimin meletakkan Rose di kasur milik Sehun, lalu Sehun memeriksa denyut nadi Rose, napas Rose hingga memeriksanya apa dia masih memiliki tanda-tanda kehidupan


" dia memang pingsan "


Sehun berniat melonggarkan pakaian Rose agar ia bisa bernapas, namun belum juga Sehun menyentuh ikat pinggang Rose


catatan..


( btw Rose make ikat pinggang itu karena celana dan baju rumah sakitnya kebesaran ditubuhnya )


tiba-tiba saja tangan seseorang menyentuh tangannya dan membanting dirinya, karena secara tiba-tiba jadi dirinya tidak sempat melawan, sembari memegangi pinggangnya yang nyeri


Namun ketika dirinya hendak memarahi orang yang membantingnya itu seketika dirinya merasakan ada aura yang sangat dingin mampu membuatnya merinding lalu disaat ia melihat Jimin melihat dirinya dengan lekat mampu membuatnya makin merinding


" ha..ha.. ini efek musim dingin yang segera tiba kan..bukan karena tatapannya yang seperti itu melihatku kan "


" kau.mau.apa. " ujar Jimin yang menatap Sehun seperti ingin membunuhnya


" a..aku?? tentu saja ingin mele–paskan.. " ujarnya yang seperti perkataannya ini salah


" bukan..bukan seperti yang kau duga... aku melakukannya untuk membuat saluean pernapasannya lancar..itu.. itu saja...tidak ada yang lain..tidak ada " lanjutnya yang sembari memperbaiki perkataan awalnya


" ... "


dan hanya ditatap sinis oleh Jimin


" kok aku merasa disini aku yang salah ... akukan melakukannya hanya sebagai dokter tidak ada niat lain... mengapa dirinya menatap kearah ku seperti mau membunuh ku saja..dan yang seharusnya yang paling berhak marah itukan aku!! udah gangguin makan malam ku, membuat ku malu, dan sekarang entah mengapa dirinya pasti memutuskan kalau aku ini dokter mesum , aku akan menegakkan keadilan, akan ku marahi dia "


Dan disaat dirinya hendak memarahi Jimin,Jimin menoleh kearahnya dengan tatapan yang sama yang membuat tangannya itu melayang-layang


" sudah ku.lakukan "


" benar! saat ini aku harus menjadi dokter yang profesional yang tidak melibatkan masalah pribadi dengan pekerjaanku "


Dan setelah itu,


" selimuti dia " ujar Sehun yang duduk di sofa ruangannya dan menyeduh secangkir kopi hangat


" kau.menyu.ruh.ku "


" oh! aku tidak menyuruh dirimu.. maafkan aku kalau kamu tersinggung~~ tapi pasti kau tak mau tanganku ini menyentuh sesenti tubuh gadis manis itu kan?? jadi lakukanlah " ujar Sehun yang berbicara dengan terus menyeduh kopinya tanpa melihat Jimin karena ia tau Jimin paling benci kalau diajak bicara terus nggak natap matanya


" huh?!!!! aku ini profesional tau "


TBC....