
Dengan rencana yang sudah dibuat, Ji Soo meminta sahabatnya untuk membantunya, tidak mungkin dia akan berdiam diri disini hanya melihat sandiwara yang dikeluarkan bibinya itu.
Ji Soo dengan langkah cepat, mengambil tempat didekat sahabatnya dan juga bibinya yang sedang bersandiwara itu, melihat bibinya itu dia hanya membuang muka dan memutarkan bola matanya, Ji Soo sudah muak dengan apa yang dilakukan bibinya kali ini.
Dengan menyapu air matanya, bibi Li An memegang kedua tangan Ji Soo dan bilang " Ji Soo, pamanmu ini pasti dibunuh oleh Rose, karena dia yang terakhir tinggal dirumah "
" kau masih bisa memfitnah Rose? kau memang jahat bib Li An " batin Ji Soo tak percaya kalau bibinya akan memfitnah Rose seperti ini
Dengan sekuat tenaga agar tak menonjok wajah bibi Li An, Jae Nie meramas botol air mineral dengan kuat, melihat Jae Nie seperti itu Ji Soo memegang tangan Jae Nie yang meramas botol itu dan menggelengkan kepalanya seakan mengerti dengan apa uang dimaksud Ji Soo, dia mengangguk sebagai jawabannya.
Ji Soo menghela napas berat dan mulai berbicara pada bibinya dengan lembut " bibi, apa bibi tidak malu dengan apa yang bibi katakan saat ini "
Dengan tatapan terkejut bibi Li An masih saja mengelak, " a-ah, kau kenapa sih Ji Soo, bibi tidak mengerti apa yang kau katakan" ujarnya tanpa berniat melihat Ji Soo dan degan tangan yang dikibas-kibaskan didepan wajahnya
Dengan tersenyum miring Ji Soo berkata " ah~~ bio tak mengerti rupanya, jadi biar Ji Soo yang menjelaskannya~ "
Dengan memegang tangan bibi Li An " boleh kan bibi? " lanjut Ji Soo dengan kata terakhir yang sedikit ditekan
karena takut, bibi Li An mengangguk " bo-boleh lah..ha.haha " dengan tawa canggung
Melihat keadaan itu, Jae Nie bangun dan menyalakan sebuah monitor dan muncullah video yang menunjukkan kalau bibi Li An selalu memperlakukan Rose sangat tidak baik, dari menyuruhnya bekerja, memberinya uang dan menyuruh Rose untuk membayarkan hutangnya.
Dan terdengar bisikan-bisikan dari tetangga yang mengatakan kalau bibi Li An itu orang yang tidak berperi kemanusiaan.
" *ternyata Li An tidak sebaik yang kita lihat ya? "
" iya..makanya jangan menilai orang hanya dari sampulnya saja "
" kasian ya Rose, "
" dasar wanita tidak tau berterima kasih "
"jadi kejadian yang tadi pagi itu bukan karena rose terlambat pulang melainkan tidak memberinya uang ? "
" sungguh tidak punya malu ya,, "
" benar yang dikatakan Ji soo, apa dia tidak malu mengatakan hal yang menjelekannya Rose"
" dia seperti serigala berbulu domba* "
Bisikan-bisikan itu membuat kepala BII Li An sakit dan gendang telinganya sangat panas lalu ia bangkit dan menghancurkan monitor yang menghancurkan nama baiknya itu.
Lalu ia berteriak " AKU TIDAK SEPERTI ITU! " marahnya lalu melihat para tetangganya yang sudah memandang jijik padanya.
Hanya akibat video yang berdurasikan 3 menit itu, reputasinya hancur berkeping-keping. Dengan marah ia menatap Ji Soo dan jae Nie yang duduk manis melihatnya seperti ini.
" KALIAN BERDUA!!!!!!!" teriaknya dan berjalan menuju kearah mereka
Namun segera sebelum itu tangan bibi Li An sudah diborgol polisi. Ji Soo yang perlahan-lahan membuka matanya kaget karena melihat bibinya berteriak-teriak untuk dilepaskan dan seketika sebuah suara membuatnya berbalik kearah sumber dan melihat Jae Nie dengan entengnya berkata " aku yang menelpon, apa kau mau bio menyakiti kita " dengan menunjukan layar handphonenya yang bertuliskan memanggil polisi.
Dengan tersenyum Ji Soo mengacak-acak rambut panjang milik Jae Nie " kau memang hebat " ujarnya yang membuat Jae Nie tersenyum.
Lalu setelah pemakaman paman selesai, mereka berdua pergi kerumah sakit untuk menjenguk Rose.
Lalu Ji Soo duduk di sofa rumah sakit dan berkata " apa kau baik-baik saja Rose? " tanya Ji Soo penuh khawatir
Dan dengan anggukan kepala Rose mereka mengerti dan duduk dengan tenang.
Seminggu berlalu dari kejadian itu, melihat keadaan Rose yang sudah membaik, Rose boleh pulang hari ini yang membuat ketiga sahabatnya ini sibuk membereskan barang-barang milik Rose.
Setelah selesai mereka semua membantingkan tubuh mereka ke kasur rumah sakit rose yang luasnya minta ampun, melihat ketiga sahabatnya seperti ini membuat Rose kepikiran " hmm, belikan mereka minum tak apakan? tapi mereka tak mengijinkanku, ah, iya! aku keluar diam-diam aja deh " .
Lalu dengan mengendap-endap Rose berhasil keluar dari ruangan kamarnya, dengan melihat kanan dan kirinya ia berjalan dengan riang kemimimarket dibawah.
Setelah membelikan beberapa minuman dan makanan kesukaan para sahabatnya, ia berjalan dengan meminum jus mangga kesukaannya dan menyusuri koridor untuk sampai ke rumah sakit. Namun di tengah jalan ada pembangunan dan tidak sengaja kayu balok yang terdapat di tempat itu jatuh yang bertepatan dengan saat Rose berjalan, karena tak tau apa-apa ia berjalan dengan santai hingga suara tukang diatas bangunan itu berteriak " NONA!!! AWAS! "
Jalan rose terhenti dan ia melihat balok yang sama persis dengan balok yang di gunakan oleh bibinya untuk memukul punggungnya. Sekilas Rose teringat itu dan membuatnya berjongkok sambil menutupi telinganya ketakutan.
Hingga seorang pria berjas hitam itu berlari melindungi Rose tanpa tau kalau dia yang akan terkena balok itu.
BUKH!!!!
Bunyi balok yang terbelah dua karena mengenai punggung pria itu, setelah merasa kalau itu aman pria itu melepaskan pelukannya dan membersihkan badannya yang tidak merasakan sakit sama sekali bahkan ia merenggangkan otot tubuhnya yang membuat orang-orang bengong melihatnya. Tapi ketika pia ini hendak pergi dari situ ia malah berbalik melihat keadaan Rose yang sedang berjongkok dengan gemetar ketakutan, ketika pria itu hendak memarahi Rose ia malah tak tega dan malah ingin memeluk Rose.
Namun belum juga sampai, perkataan Rose membuatnya berhenti " hey, kau tak apa? " ujar pria ini lembut
" i-iya bi.... Ro-rose akan memberikan u-uang kepada bi-bibi, ja-jadi bibi ti-tidak usah memukul ro-rose " ujar rose yang masih gemetaran.
Terlihat rasa khawatir di benak pria itu namun dengan cepat ia menggelengkan kepalanya dan membantu Rose berdiri.
" kau siapa? " tanya rose yang segera menjauhkan diri dari pria itu
" Jimin " ujar Jimin sambil mengulurkan tangannya yang disambut ragu-ragu oleh rose " a-aku Rose " jawab Rose
Dan ketika Rose melihat kearah depan, jas hitam milik Jimin ternyata terkena Jus mangga yang ia minum tadi, dengan panik " anu..anu..tuan Jimin, jas..jas anda terkena minuman saya, jadi sa-saya minta maaf " ujar rose yang membungkuk meminta maaf
" tak perlu " ujar Jimin dingin
" ta-tapi " balas rose
" tak perlu " ujarnya tanpa memperdulikan Rose yang mengikutinya
Hingga tiba di penyebrangan jalan, Jimin tetap tidak memperdulikan Rose, Rose yang terus saja mengikuti Jimin tidak tau kalau ada mobil yang dengan laju mengarah kearahnya.
" Tuan Jimin " teriakan Rose kali ini membuat Jimin berbalik dan dibalas senyum oleh Rose " akhirnya tuan berbalik "
PIIP!!
PIIP!!
PIIP!!
Apa yang terjadi ?????