
Lalu Zhehan pergi, Dan terhenti karena melihat Jae Nie yang kesakitan membuatnya merasa iba dan memutuskan untuk membawa Jae Nie kerumah sakit, Jae Nie kaget karena tiba-tiba ia dibopong oleh orang yang tidak ia kenal.
Membelalakkan matanya dan memberontak untuk dilepaskan membuat Zhehan harus mengeratkan tangannya.
Kemudian Zhehan berlari menuju apotek terdekat untuk membawa Jae Nie, sesampainya disana ia menurunkan Jae Nie dan langsung berteriak memanggil " Sehuuuuuuuuuuun!!! " teriaknya kencang yang mampu membuat gendang telinga Jae Nie sakit
Dan tidak berapa lama dengan tergesa-gesa seseorang muncul dihadapan Zhehan dengan keadaan yang berantakan " kenapaaaaa?? Apa kau tidak bisa membuatku tidur huh?! " kesal orang yang diteriaki itu dengan menghentak-hentakkan kakinya kelantai
" ada pasien " ujar Zhehan santai tanpa fosa setelah meneriaki Sehun " dan urus dia, dia sedikit kasar " lanjutnya dan menepuk bahu Suho lalu meninggalkannya
Lalu sekilas Sehun menoleh kearah Jae Nie dan menanyainya seperti pasien, " ada apa denganmu? " tanyannya lembut
Dan dengan ragu-ragu bercampur malu ia menjawab dengan sedikit pelan " aku..... Telat " ujar Jae Nie dengan tundukkan kepala
" telat....." Pikr Sehun dan kemudian " Aaaah! " lanjutnya dengan acungan jari telunjuk keatas seakan mengatakan aku tau, " kamu tunggu disini ya " " akan kubelikan " bisiknya kemudian yang membuat Jae Nie mengangguk dan tersenyum senang.
Kemudian Sehun keluar dan mendapati Zhehan yang memainkan game dengan kakinya diatas leptop kesayangannya, karena ia melihat itu membuat Sehun kaget dan berlari kearah Zhehan dan langsung menjaukan kaki Zhehan dari leptopnya yang dimana membuat Zhehan terjatuh kebelakang.
Dengan memegangi kepalanya ia bangkit dan memarahi Sehun " Yaaak!!! Bisakah kau bersikap lembut huh?! " kesal Zhehan
Karena sudah terlanjur emosi dengan kelakuan Zhehan, Sehun dengan membuang napas dan berteriak kepada Zhehan " SEKARANG KAU KELUAR DAN BELIKAN BARANG YANG BIASA DIGUNAKAN WANITA SAAT TELAT DSTANG BULAAAANN!!!! " marahnya yang sampai membuatnya ngos-ngosan
Zhehan langsung berlari keluar dan pergi ke supermarket terdekat untuk membeli barang yang diminta Sehun walau ia sendiri tak tau apa benda itu, sesampainya disana ia malah ketempat tisu lalu berkata dengan sedikit gugup " anu.. Aku membeli pembalut ini " ujarnya sembari menunjuk kearah tisu itu yang membuat pelayan itu terkekeh pelan laku membalas " itu tisu anak muda, yang sebelah sini pembalut " ujar prlayan itu yang membuat Zhehan malu setengah mati
Dan saat ia sedang memilih karena ia tak tau mana yang akan pas, para gadis-gadis malah mrmbicarakannya bahwa ia adalah pria mesum dan ada juga yang merekam atau memfotonya, " sudah cukup! " batinnya dan langsung memanggil pelayan tadi dan memberitahukannya bahwa ia akan membeli semua pembalut yang berada di rak yang ia tunjuk.
Ucapan Zhehan langsung diikuti oleh pelayan itu dan langsung membungkuskan belanjaaan Zhehan, setelah membayar Zhehan mengangkat lima kantong plastik besar itu kedalam bagasi mobilnya dan ketika ia selesai ia membawanya ketempat Sehun dan melemparkannya ke depan wajah Sehun yang dengan santainya meneguk secangkir teh beraroma lavender yang menenangkan itu.
" sudah kubeli! " kesal Zhehan dan langsung duduk disofa panjang itu dan mengambil secangkir teh milik Sehun
" akan lebih baik kau membawakannya satu untuk gadis manis yang terduduk disana " ujar Sehun yang melirik Jae Nie menggunakan ekor matanya
Mendengar itu langsung membuat Zhehan menyemprotkan tehnya kewajah tampan tak bersalah milik Sehun itu, dengan segenap kesabaran yang ia miliki Sehun mengambil beberapa tissue dan mengelap teh yang berada diwajahnya.
" aaaaaaaa..... Aku aa.... Akan kasih " ujar Zhehan yang mengambil semua kantung itu dan memberikannya ke Jae Nie yang melihatnya bingung dengsn memiringkan kepalanya " apa yang kau bawa? " tanya Jae Nie
" aaa... aaanu.. Itu... emmm.. ck, liahatlah sendiri! Aku pergi! Bye " ujar Zhehan yang menahan gugup setengah mati
Lalu disini, Jimin sudah berada di bawah gedung yang sudah tidak terpakai dirinya seperti menunggu orang.
Kemudian orang yang ditunggu-tunggu pun muncul dengan wajah polosnya menyambutnya dengan sebuah pisau lipat yang sudah ternodai oleh bercak darah " kau datang tepat waktu..JIMIN " ujar orang itu dengan mata tajam melihat kearah Jimin
" dimana dia " tanyanya dingin dengan menatap tajam kearah orang itu
" siapa? " ujarnya dengan berpose berpikir " aaa~~~~ dia tadi bermain denganku.. Khu~khu~khu~ " ujar pria itu sembari menjilati noda darah yang berada di pisau lipat miliknya " dan juga... darahnya sangat manis " sembari melirik kearah Jimin
Dan betapa terkejutnya Jimin ketika ia melihat Rose yang lemas karena ketakutan sangat terlihat dengan jelas kalau dress yang dikenakan Rose saat ini sama persis dengan dress yang Rose kenakan saat ia mengantarkannya pulang beberapa jam lalu.
" belum juga aku tinggalkan beberapa saat, dia sudah terluka separah itu, Ck! "
Jimin melangkan secara perlahan kedepan untuk menyelamatkan Rose yang lemas disana namun langkahnya ditahan oleh beberapa orang suruhan dia .
Menatap satu persatu orang suruhannya dan merenggangkan ototnya dan berkata dengan mata yang menusuk " minggir " ujarnya yang tidak dihiraukan oleh mereka
" 1.2.3.4... 7... 12.. 18.... 23... 25... 37... 45..... 55... 67... 73 " hitung Jimin dan langsung berlari menghantamkan kepala dua orang kearah dinding bangunan tua itu, menendang ketiga pria dengan sekali tendangan. Menggunakan keahliannya yakni tendangan mati yang dimana setiap pukulan, hantaman, tamparan dan juga tendangan yang dilakukan olehnya akan membuat korbannya tak akan bangun lagi melainkan mati.
Belum juga setengah jam, 15 menit saja sudah cukup bagi Jimin untuk menendang semuanya, ia terus berjalan hingga tiba didepan Rose, tiba-tiba kepalanya dipukul oleh besi dari brlakang yang dimana membuatnya terluka parah namun anehnya yang terjadi adalah Jimin sama sekali tidak bergerak malaikan menoleh kearah belakang dan menatap tajam orang itu, seraya berkata
" kau juga " ujar Jimin dengan iringan senyum devil miliknya
Dia tidak akan memberikan ampun pada siapa saja yang menyakiti wanitanya apalagi menyentuhnya, membuatnya menangis dan melukainya siap-siap saja besok kamu pulang tinggal nama.
Setelah itu, Rose terbangun dan menatap punggung Jimin dengan senyum lemahnya
" pre.. presedir Ji... Jimin "
lalu sedetik kemudian ia melihat seseorang menodongkan pistol kearah Jimin dan pada saat ia melesatkan peluru emas itu lagi, ia tak sanggup memanggil Jimin jadi namun lemah ia terus menuntun dirinya menjadi temeng untuk Jimin. Ketika Jimin membalikkan badan itu bertepatan dengan Rose yang melindungi Jimin dan tembakan itu terjadi sehingga membuat Rose terjatuh di pelukan hangat Jimin. Tangan Jimin bergetar hebat karena sebelum Rose tak sadarkan diri ia tersenyum lega.
Tak ada yang berani mendekat karena aura yang Jimin pancarkan sangatlah gelap yang membuat para suruhan itu malah gemetar ketakutan
Dan ketika Jimin melihat kearah mereka dia berkata dengan sangat berat, sangat tajam dan sangat dingin serta menusuk.
" kalian semua mati disini. "