You + Me = Love

You + Me = Love
13.The langend of night



Sandra sekarang berada diambang pintu masuk, ia sepertinya menelpon seseorang dan berbicara beberapa kata dengan wajah yang memancarkan kemarahan.


Kemudian ia beranjak dari sana dengan mobil miliknya, ternyata mobil Sandra berhenti di salah satu restoran ternama dan terlihat ia duduk dengan seseorang yang sangat familiar, namun pria yang ia temui ini duduk membelakangi penonton dan menghadap kearahnya.


Sembari menaruh tasnya di atas meja Sandra menarik kursi dan mendudukinya sembari berkata " maaf aku terlambat" ujarnya dan mulai memesan makanan.


" kenapa? " terdengar kalau suara Sandra sedikit menggeram


" mereka bilang ada seseorang yang membantunya " ujar pria itu


" apa?!? ada orang uang membantunya?!! siapa dia?! " tanya Sandra dengan menahan amarahnya


Dan muncullah orang yang ingin di sebutkan.


Dengan santainya ia berdiri di antara mereka dan langsung berkata " aku " ujarnya Singkat


Lalu secara kompak kedua orang yang lagi membahas kejahatan itu menoleh ke arah sumber suara membuat kedua orang ini kaget dengan membolakan matanya.


" kau yang menyakitinya ?! " pertanyaan Fang Leng membuat suasana tiba-tiba


saja mencekam dan sangat dingin.


" pre..presedir Fang?!!! " kaget Sandra


Fang Leng tidak menggubrisnya dan langsung berbalik menghadap lawan bicara Sandra sembari berkata " caramu menunjukan kalau ka seorang pengecut "


Perkataan Fang Leng membuat geram Sandra, sembari berteriak " EMANG !! APA HEBATNYA ROSE!! KENAPA KALIAN BEGITU MELINDUNGINNYA?!! " yang membuat mata para pengunjung menatap kearah mereka.


" itu karena ia pantas dilindungi "


Ujar Jimin yang berjalan mendekat kearah meja Sandra.


Dengan panik karena ketahuan " Ji..Jimin ka..kamu kenapa bisa a..ada disini?! " ujar Sandra berlagak seperti tidak ada apa-apa


Dengan berjalan kearah Jimin dan mulai megelanyut manja di lengan kekar Jimin " apa kamu datang untuk menjemput ku ? aa~~~~ kamu sungguh romantis " ujar Sandra dengan nada manjanya yang membuat semua orang jijik mendengarnya terlebih lagi dengan Jimin


Jimin memutar matanya pertanda bosan akan tingkah laku Sandra yang membuatnya semakin jijik jika bertemu makhluk astral seperti Sandra ini.


Dengan sekali hempasan tangannya Sandra jatuh terduduk di lantai, melihat itu membuat orang yang di temui Sandra membantunya berdiri, bahkan Fang Leng yang jelas-jelas berada tepat di sampingnya saja tidak membantunya berdiri apalagi Jimin yang menghempaskannya di lantai restoran itu.


Sembari berdiri dan membersihkan debu yang menempel pada pakaiannya, ia berjalan sedikit berlari kearah Jimin dan tanpa harga diri seorang wanita, Sandra datang lagi dengan bergelayut manja lagi di lengan Jimin.


Tingkah Sandra memang membuat Jimin tidak habis pikir..."Sandra ini wanita apa ****** ?! karena mengapa ia harus dengan sengaja menyentuh dan menggesekkan dadanya di lengan ku?!"


Dengan menatap kearah Sandra yang menatapnya juga berbinar-binar itu membuat Jimin semakin jijik dengannya, dengan tatapan mata membunuh Jimin melihat kearah Sandra " lepaskan. atau nyawamu yang melayang " ujar Jimin dengan nada dingin dan ingin membunuh Sandra saat itu juga


Dan untungnya Sandra masih sayang akan nyawanya jadi , oleh karena itu ia melepaskan tangannya dari lengan Jimin dan membiarkan Jimin pergi begitu saja. Dan tepat saat Jimin berbalik dan berjalan menjauhinya ia terjatuh karena kedua kakinya mendadak lemas tidak tau karena apa.


Seketika ia mengingat tadi bagaimana Jimin memandangnya dengan penuh aura pembunuh, ia merasa ia sangat ketakutan karena ucapan dingin dari Jimin.


Baralih ke Jimin dan Fang Leng yang keluar dari restoran itu dengan wajah yang datar dan memasuki mobil, kali ini tidak ada Kris karena Jimin membawa mobilnya sendiri. Dan membawa ikut serta Fang Leng bersamanya, karena watak Fang Leng dan juga Jimin sangatlah mirip maka dalam perjalanan tidak akan ada pembicaraan dan pasti sudah tau akan kemana mereka pergi.


Dan tibalah mereka di depan pintu masuk bar yang bertuliskan J2 & ZF di atasnya.


Masuklah mereka dengan gaya yang membuat orang harus tunduk untuk memberi hormat pada mereka, entah apa yang mereka lakukan begitu banyak memanggil perhatian orang.


Karena keduanya orang yang sangat sudah biasa ditatap seperti menganggap hal semacam ini sudahlah biasa.


Mereka pun duduk di meja bartander untuk memesan beberapa botol Soju dan juga vodca untuk mereka minum.


Segelas....


Dua gelas...


tiga gelas...


Lima gelas...


sepuluh gelas...


Dan ketika mereka hendak mengambil botol Soju yang terakhir tiba-tiba saja datang seorang gadis cantik berambut hitam panjang dengan memakai gaun malam yang sangat pendek dengan belahan dada yang hendak ingin keluar itu berjalan mendekati Jimin yang sudah sedikit terpengaruh oleh alkohol.


Wajah Jimin memerah karena sudah sedikit mabuk, ia sesekali menggelengkan kepalanya agar membuatnya sadar. Lalu wanita asing itu dengan tidak tahu malunya langsung duduk di pangkuan Jimin begitu saja dan mengaitkan kedua tangannya dileher Jimin serta dengan sengaja menggesek-gesek kan bahanya di anu Jimin yang membuat Jimin sedikit terangsang namun karena ia sangat alergi terhadap wanita ia dengan segera mendorong wanita asing itu tanpa perasaan hingga kepala wanita itu mengenai ujung meja bartender.


Dan ketika wanita itu bangun dan hendak pergi, terlihat ia memasukan beberapa pil yang kita tidak tau pil apakah itu, dan pergi begitu saja.


Jimin yang melihat wanita itu langsung berbalik dan meminum minumannya yang ia tidak tau kalau sudah di campur oleh pil aneh.


~20 menit kemudian~


Setelah dua puluh menit berlalu ia merasa badannya sudah mulai sedikit gerah namun ia tidak memperdulikan nya dan kembali meminum vodca yang ia pesan.


Lalu selang beberapa saat kemudian, datanglah seorang gadis dengan keadaan yang berantakan masuk ke bar dan langsung duduk di sebelah Jimin dan meminta segelas bir.


Jimin yang awalnya tidak memperdulikan gadis ini namun perlahan matanya melihat gadis yang wajahnya juga berkeringat dan juga kepanasan.


" Rose? " ujar Jimin dengan menoleh ke arah Rose yang sedang meminum segelas bir


Rose melihat kesamping dan mendapatkan kalau ada Jimin disana " presedir Jimin!! " kaget Rose dan kemudian meminum segelas bir yang ia pesan dan sekali teguk ia malah langsung tertidur di meja bartender.


Dan tiba-tiba Rose terbangun dan menatap Sekilas Jimin lalu tersenyum misterius yang membuat sebelah alis Jimin naik keatas pertanda kalau ia bingung dan malah dibalas dengan senyuman misteri dari Rose dan seketika itu juga Rose merangkulkan tangannya di leher Jimin dan langsung mencium Jimin awalnya itu hanyalah bibir dan bibir yang saling bersentuhan. Dan juga awalnya Jimin membelalak matanya karena kaget namun matanya perlahan mulai sayu dan ******* bibir peach Rose dengan ganas.


Ciuman itu perlahan menjadi panas dan juga semakin bergairah, Jimin mengangkat Rose dan terus menciumnya hingga mereka tiba di salah satu kamar VIP, jimiim langsung menutup pintu itu dengan sala satu kaki miliknya dan kemudian berjalan kearah kasur yang berada di ruangan itu.


Dibantingnya Rose keatas kasur dan langsung Jimin menciumnya lagi dengan brutal, Jimin melepaskan tautan ciuman mereka dengan benang Saliva diantara keduannya dengan mengumpulkan nafas untuk bernapas.


Jimin merasa panas dan membuka bajunya dan sangat terlihat kalau ia sangat berkeringat padahal disana ruangan ber AC. Setelah melepaskan pakaian atasnya membuat Jimin memperlihatkan otot yang indah itu di atas Rose yang sudah memerah dibawah lingkungannya


Rose sangat malu dan akibatnya ia harus menutup wajahnya karena memerah yang membuat Jimin menyeringai nakal dan langsung mengangkat kedua tangan Rose keatas lalu ia ikatkan menggunakan dasinya, dan sangat terlihat kala Rose sangstlah menggoda saat ini.


Dan entah kenapa tiba-tiba saja junior Jimin mengeras dan Jimin menggeram keras Aaargh!! " kenapa dia sangat menggoda "


Bagaimana tidak! penampilan Rose saat ini sangatlah menggoda dengan rambut berantakan dan berkeringat, wajah yang memerah dengan mata yang sayu, bibir yang merah dengan benang Saliva yang masih ada, pakaian yang ayedik menyingkap keatas yang memperlihatkan paha mulusnya membuat Jimin makin tergoda sama Rose.


Jimin langsung mencium nya secara brutal, dan beralih ke leher jenjang milik Rose, dihisapnya kulit putih itu yang meninggalkan bekas kalau Rose adalah miliknya. Rose hanya bisa pasrah dengan kedua kaki yang lemas karena ini adalah pertama kalinya.


Jimin mengangkat wajahnya dan melihat wajah polos tak berdaya itu dibawah lingkungannya yang membuat hatinya bergetar lagi, ia memajukan wajahnya dan berbisik di telinga Rose yang sudah memerah " kau milikku sekarang " ujar Jimin dengan napas yang membuat Rose makin lemas dibuatnya dan kemudian ia menggigit telinga Rose yang membuat sang empu berteriak untuk kesekian kalinya " aaaaaahh~~ "


Desahan yang di hasilkan Rose malah membuat Jimin semakin liar dibuatnya dengan sekuat tenaga ia merobek dres milik Rose yang memperlihatkan barang indah yang membuat Jimin semakin terangsang dibuatnya. Dan...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...


...


.


.


.


.


.


.


.


.


Dan sesuatu terjadi~~~~🌝🌝🌝


**TBC.


nungguin ya..


hahahahahaa...


maaf ya, karena itu tidak boleh diperlihatkan, tapi aku kan udah memberikan petunjuk jadi kalian para readers harap diimajinasikan sendiri ok..


sampai sini dulu ya**.....