
Setelah itu, Rose notabennya sudah mengganti bajunya yang digantikan oleh para suster itu sedang terbaring dengan sedikit menggeliat
" dia tak akan mati kan? " tanya Jimin
" tidak, Nona Rose itu hanya terkejut ketika dirinya mengalami sesuatu yang pernah membuatnya trauma, sepertinya dirinya harus dikompres menggunakan air hangat karena dirinya terkena demam ringan, dia harus terus berada diruangan yang hangat untuk membuat imun daya tubuhnya menjadi normal, akibat luka tembakan itu termasuk dalam Nona Rose hampir terkena Anemia akut, jadi ku sarankan jangan membuatnya terlalu setres atau tertekan karena itu berdampak besar pada kesehatan nya yang akan memburuk " ujar Sehun panjang lebar setelah memeriksa suhu tubuh Rose
" karena kamu tak ingin gadis imut ini mati, kau harus menjaganya disini sampai ia bangun paham " ujar Sehun segan menepuk pundak Jimin yang kemudian keluar dengan membawa barang-barang miliknya
Dan diluar ruangan itu, terdapat seseorang yang sedang mengata-ngatai orang yang ada didalam tadi
" aargh!! Sialan!! Mengganggu orang yang sedang makan malam saja! Lihat sekarang (sembari melihat jam tangannya) sudah sift malamku aku tidak makan malam sekarang... Sialan!! Apakah dia tidak memikirkan diriku yang hampir mati juga karenanya " marah Sehun yang pada akhirnya pergi dari ruangannya sendiri
Didalam Jimin dengan sabar mengganti kompresan Rose agar Rose selalu merasa hangat, drinya bahkan terus mengecek pendingin ruangannya sudah mati atau belum, pemanas ruangannya menyala dengan baik ata tidak bahkan ual kevil seperti kaki Rose yang keluar dsri selimut dan tidak memakai kaos kaki itu pun dirinya perhatikan dengan memanggil suster untuk membawakan sepasang kaos kai berwarna hitam
Dan dirinya sendiri yang memakaikannya terhadap kaki putih Rose yang kedinginan, dirinya terus melakukan itu sampai tidak tidur, namun dirinya tertidur juga pada akhirnya dengan menggemnggam tangan Rose dan tidur disamping Rose
Rose yang terbangun pada dini hari karena pintu ruangan yang ia tempati itu seperti hebdak dimasuki oleh seseorang, suaranya terdengar seperti orang yang berusaha membuka kunci pintu menggunakan obeng
Rose mendadak tersadar sepenuhnya dengan gemetaran dingin, hingga tanpa sadar dirinya menggenggam erat tangan Jimin yang terbangun
Jimin seketika itu langsung tersadar ada suara aneh dari balik pintu, dilihatnya jam pada pergelangan tangannya itu, menunjukan pukul 2 dini hari yang berarti, itu adalah orang yang sisuruh
Menurut logika Jimin, dia adalah orang suruhan yang tidak begitu pandai sepertinya dirinya terpaksa melakukan tindakan ini karena suatu alasan yang kuat
Jimin memeluk Rose dengan erat hingga Rose bisa dibawanya berjalan menuju pintu itu,
" em.. Em.... Aku Dok... Sehun aku Sehun, bukalah pintunya aku lupa membawa kunci " ujar seseorang yang diyakini Jimin adalah seorang pria
Jimin tersenyum miring dan hendak tertawa,
" masih saja mrmakai tipuan kuno seperti ini, dia pasti adalah seorang pria paruh baya yang mungkin sekitar 40-50 tahunan, dia adalah seorang perawat yang bekerja disini.. Hmmm cukup lama dirinya disini "
" ***kalau dirinya adalah Sehun seharusnya dia tau kodenya kan.. Ini bukan pintu kunci melainkan pintu yang kuncinya dibuka oleh kode.. Ck.. Ck... Pak tua "
" kalau dilihat dari situasi sekarang minim kemungkinan kalau pria tua ini membawa senjata api, dia pasti membawa senjata tajam, misalnya pisau arau gunting untu bedah*** "
Dirinya kemudian melihat Rose yang gemetar dalam pelukannya, dirinya sih tidak apa2 kalau urusan sekecil inu, tapi... Rose pasti akan terkena syok berat
Sembari membuang napas berat dirinya mengelus pucuk kepala Rose sembari berkata
" Rose... Jangan membuka matamu sebelum kusuruh dan jangan bergerak dari tempatmu yang sekarang " ujar Jimin sembari menurunkan Rose
Selepas itu, Jimin membuka pintu itu dan langsubg disambut pak tua yang menyerangnya dengan pisau bedah, Jimin menghindarinya dan memancingnya untuk mrlihat apakah dia mengincarnya atau Rose dan ternya dirinya yang sudah menjadi dugaannya
" firasatku tak pernah salah "
Pak tua itu agar pintar rupanya karena dirinya berjalan menuju Rose yang diam mrmatung dengan keringat dingin, Jimin yabg melihat Rose menjadi kesempatan untuk pak tua ini menendangnya hingga terpental beberapa meter
Pak tua ini mendekati Rose yang tetap diam, Jimin bangkit bersamaan dengan pisau yang ingin menancap ke tempat luka yang sama di tubuh Rose, iru pasti akan menjadi berbahaya karena pisau yang digunakan adalah lisau bedah yang sudah berkarat dan karena itu, bisa jadi luka Rose yang belum lama sembuh itu terinfeksi dan bisa saja resiko yerbessrnya Rose mati
Pak tua sialan itu hampir mengenai luka Rose bamun tangan besar itu menghentikannya dengan menggenggam pisau karat itu hingga tangan itu mengrluarkan darah
Dan mungkin karena ruangannya remang-remang, rumah sakit sepi, suasana gelap atau... **Tatwpan dan ucapan seseorang
" matilah kau**! "
Dan darah menyerbak kemana mana hingga membuat baju Jimin dan Rose terkena noda darah, Jimin hendak mrmluk Rose tapi tangannya dipenuhi darah jadi, dirinya hanya memeluk dengan tangan kanannya yang tidak terluka itu
" ikuti aku dan jangaj membuka matamu " ujar Jimin yang membawa Rose ke ruangsn yang lebih layak
Dia juga mengirimi pesan pada seseorang yang berisi
***From.
Me
Urusi itu dan carikan data tentang pria tua itu.
Dan pastikan kalau Rose tidak mengetahuinya apalagi melihatnya.
Kalau sampai salah satunya saja terjadi.. Aku tak menjamin nyawa kalian akam mati ditangan sahabat baik kalian ini...
to...........
Send
End then..
Tbc***